Anti Unitlink (Asuransi dengan investasi) ? Coba lihat dulu yang ini.

Kalau selama ini kecewa atau “hopeless” dengan hasil investasi Anda di asuransi unit link (asuransi dengan investasi) atau menunggu hasil investasinya  ‘break event’, MiWA malah memberikan hasil investasi yang menguntungkan Anda, bahkan sejak pertama kali menabung di MiWA.
Mengapa ?
Mi Wealth Assurance
MiWA – Mi Wealth Assurance yang diluncurkan oleh Manulife Indonesia pada tanggal 13 Juni 2016. mempunyai manfaat-manfaat :
1. 100% premi langsung dialokasikan ke investasi sejak tahun pertama
2. 102% premi dialokasikan ke investasi mulai tahun ke-8
3. 1% dari nilai polis sebagai Bonus LOYALITAS 3 tahunan setelah 6 tahun pertama rajin menabung
4. Biaya Administrasi HANYA di 7 tahun pertama
5. Pilihan alokasi investasi yang dinamis dan fleksible
6. Fleksibilitas pembayaran premi
7. Simpel Underwriting hingga 1.25 Miliar
8. Jaminan Uang Pertanggungan min. 20 x Premi tahunan
9. Jaminan PEMBEBASAN premi bila tertanggung menderita sakit kritis sampai usia 70 tahun
10. Jaminan PENGGANTIAN Penghasilan bila tertanggung mengalami Cacat Total Tetap.
Bila mempunyai dana lebih deposito atau instrumen investasi lainnya, bila terjadi resiko Cacat Total Tetap, maka kemungkinan besar dana tersebut akan Anda ambil untuk membiayai pengobatan dan kehidupan Anda sekeluarga sehari-hari.
Dengan MiWA, maka Anda cukup menikmati tunjangan penghasilan bulanan dari Manulife selama 12 bulan, tanpa mengganggu rencana tabungan Anda di MiWA.
Ilustrasi di bawah ini adalah untuk Penabung berusia 15 tahun yang menabung sebesar Rp 30 Juta/tahun dan memilih lama bayar 10 tahun :
Uang Pertanggungan : 600 Juta
Penggantian Penghasilan : 150 Juta
Ilustrasi MiWA
Dari ilustrasi menggambarkan , dengan asumsi tingkat pengembangan investasi adalah 10% per tahun, maka dana yang ditabungkan berkembang melebihi hasil investasi di asuransi unitlink lainnya.
Bonus Loyalitas diberikan tiap 3 tahun sebesar 1% dari nilai polis , bila sudah 6 tahun pertama berjalan tanpa ada pengambilan.

“Gak perlu lama” untuk melihat hasil investasi kita berkembang , plus adanya PROTEKSI untuk investasi dan keluarga kita.
Bila ingin melihat hasil investasi dari rencana menabung Anda , hubungi di bawah ini.
Bonie Corina | WA : 08129409026
pinterpinterberasuransi.wordpress.com

Cara Pintar Persiapkan Tabungan Pensiun Karyawan Tanpa Modal

Untuk memberikan apresiasi lebih terhadap karyawan-karyawan inti (‘key employee‘), sebuah Perusahaan pasti akan mencari Tabungan Pensiun terbaik untuk mereka, dengan harapan meningkatkan loyalitas mereka terhadap perusahaan.

Tabungan Pensiun biasanya ditentukan oleh Perusahaan dan kemudian dikelola oleh Pihak Ketiga atau dikelola sendiri untuk mendapatkan nilai pengembangan. Dan pastinya Perusahaan tidak bisa mengambil tabungan pensiun yang sudah disiapkan atau akan mengubah porsi pensiun karyawan bersangkutan.
Ilustrasi Tabungan Pensiun pada umumnya :

Tabungan Pensiun Umum
Tabungan Pensiun Umum

Berbeda halnya bila Tabungan Pensiun karyawan ditempatkan di Manulife Lifestyle Protector (MLP).
Saat Perusahaan melakukan penempatan dana awal, maka bila suatu ketika Perusahaan membutuhkan uang dan mengambil dari dana awal tersebut sebelum usia Karyawan Pensiun, maka Karyawan tetap mendapatkan 100% Tabungan Pensiun dana awal ditambah BONUS Loyalitas dengan tingkat persentase ‘TETAP’ juga mendapatkan nilai pengembangannya.
Untuk lebih jelasnya bisa melihat lampiran di bawah ini :

Tabungan Pensiun Tanpa Modal mlp-200jt

Kalau selama ini, dengan 1 dana penempatan awal hanya bisa menyiapkan dana pensiun bagi 1 orang, dengan Manulife Lifestyle Protector (MLP) :

  1. bisa menyiapkan dana pensiun bagi beberapa orang, karena saat dana awal ditarik, tidak mengurangi HAK PENSIUN karyawan
  2. Plus BONUS Loyalitas dengan tingkat pengembangan yang ‘TETAP’
  3. Plus tingkat pengembangan 10-16% setahun

Mari kita mencari cara Pintar dalam menentukan Tabungan Pensiun untuk Karyawan Anda atau untuk Anda sendiri .

Bonie Corina | WA : 0812-9409026

Menabung di Asuransi sama dengan berinvestasi (membuat Paper Asset)

Menurut definisi Wikipedia, Aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

Biasanya kita terbiasa dengan Conventional Asset , di mana aset dalam bentuk fisik, contohnya yang paling mudah adalah properti.

Properti dianggap aset yang paling menguntungkan. Dalam membeli properti sebagai warisan, yang harus kita lakukan adalah :

  1. membayar DP 10-30%, bila properti yang dibeli seharga Rp 1M, maka DP harus dibayar sebesar Rp 100-300 Juta yang harus dibayarkan dalam waktu singkat
  2. pada saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), diharuskan membayar biaya-biaya administrasi untuk KPR sebesar 5% dari harga yang di KPR
  3. Pada saat membayar cicilan KPR dikenakan bunga 10-15% setahun
  4. Bila cicilan properti sudah selesai, diharuskan membayar lagi biaya serah terima kepemilikan properti
  5. Saat properti sudah dimiliki, harus membayar biaya maintenance
  6. Bila properti akan dijual oleh ahli waris yang membutuhkan uang cash, maka diharuskan lagi membayar pajak jual/beli dan biaya notaris

Sehingga saat kita berinvestasi rumah seharga Rp 1M, sebenarnya kita membayar lagi biaya-biaya lebih dari 20% harga properti di luar bunga KPR.

Selain Conventional Asset, ada yang namanya Paper Asset, di mana aset ini tidak berbentuk fisik , tetapi berupa kertas.

Salah satu contoh Paper Asset adalah asuransi, di mana bila ada seseorang yang hendak membeli Paper Asset seharga Rp 1M sebagai warisan, maka yang harus dilakukan adalah :

  1. tidak perlu membayar DP 10-30%, tetapi langsung membayar cicilan TANPA bunga selama 10 tahun dengan Rp 8.3 juta/bulan. ( Nilai Rp 1M dibagi 120 bulan).
  2. Saat warisan Rp 1M diberikan kepada ahli waris, tidak ada biaya balik nama dan pajak
  3. Mendapatkan bunga atau tingkat pengembalian atas warisan yang dibeli

Fungsi memiliki Paper Asset :
1. Multiplikasi asset. Cara mudah, murah dan pasti menggandakan aset
2. “Kado Special” untuk keluarga tercinta. Kita mungkin bisa hidup biasa-biasa saja, tapi keluarga dan anak-anak kita harus mendapatkan kehidupan yang lebih layak
3. Pembekalan anak/generasi penerus (cucu, cicit, dll). Selain menjamin biaya pendidikan, uang di tangan yang tepat dan bijak akan dapat menjadi saluran berkat bagi banyak orang
4.Shareholder Guarantee dalam dunia usaha, sebagai pemegang saham bersama, tidak perlu khawatir akan perusahaan jika suatu saat ditinggal win-win solution bagi Anda dan mitra bisnis Anda.
5. Strategy cerdik untuk mengembalikan semua Aset yang sudah dikonsumsi selama hidup
6. Sarana berderma dan sosial, penerima aset bisa ditunjuk kepada yayasan panti asuhan atau yayasan lainnya, bisa untuk mewujudkan cita-cita selama hidup jika ingin membangun tempat ibadah untuk masyarakat , dsb.
7. Aset dan Warisan bebas pajak

Kalau sudah mengetahui perbedaan Conventional Asset dengan Paper Asset. 

Manulife Lifestyle Protector (MLP) adalah produk semi-tradisional yang memberikan jaminan premi kembali dan memberikan tingkat bunga tabungan yang tetap hingga polis habis kontrak usia 70 tahun.
Bisa memilih periode menabung 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun.

Bonie Corina | WA : 0812-9409026

 

 

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Askes Double Claim)

ASURANSI ?

Saya tidak perlu.
Oh, saya sudah punya.
Tidak ada duit buat beli asuransi.
Asuransi mahal

Itu beberapa kalimat penolakan yang didengar oleh para petugas asuransi di lapangan, di mana yang biasa kita kenal Agen Asuransi.

Sulit bagi sebagian besar dari kita untuk menyisihkan pendapatan kita untuk proteksi diri kita sendiri, tetapi begitu mudahnya menyisihkan pendapatan kita untuk kesenangan sesaat kita.

Bulan April 2015, saya menawarkan asuransi kesehatan kepada orang yang saya kenal dekat, pada saat dia sambil menunggu jadwal USG di bulan Juni. Dengan membantu membuka pikirannya, bahwa mumpung belum ada histori laboratorium atau sakit di suatu Rumah Sakit, mending buruan beli, sehingga diharapkan dia bisa diterima di asuransi kesehatan tanpa ada pengecualain.

Waktu itu, dia hanya membanding-bandingkan dengan produk asuransi lain, dan bilang mahal. Akhirnya dia menggunakan uangnya untuk kebutuhan yang lain.
Dan setiap kali ditawarkan, hanya mencemooh, “Ahh…cape nih kalau dekat-dekat dengan orang asuransi.”

Sampai suatu ketika di bulan April 2016, terdengar kabar, bahwa dia harus dilakukan tindakan operasi di rumah sakit dengan biaya sebesar premi asuransi kesehatan yang pernah ditawarkan dahulu.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia meminta dihitungkan asuransi kesehatan yang dulu pernah ditawarkan, untuk dirinya dan suaminya.

Yang sangat disayangkan :

  • waktu sudah berlalu 1 tahun, dan premi asuransi kesehatan sudah naik seiring pertambahan usia masuk
  • dengan adanya histori atau pencatatan di rumah sakit bahwa pernah dilakukan tindakan oleh dokter, bisa dimungkinkan diberlakukan pengecualian untuk tindakan yang sudah pernah dilakukan (pre-existing)

Dua hal tersebut sudah merupakan kerugian bagi calon nasabah yang akan bergabung di asuransi kesehatan , bila ditunda-tunda terus, karena kita tidak pernah akan tahu kapan kita mengalami resiko.

Manulife masih menyediakan produk rider asuransi kesehatan “Healthsafe” , yang bersifat :

  • berlaku double claim dengan asuransi perusahaan lain,
  • tidak ada batasan tahunan,
  • cashless
  • bisa digunakan di berbagai negara dengan re-imburse
  • serta harga terjangkau.

double claim artinya adalah tertanggung bisa mengajukan klaim kesehatan di perusahaan asuransi A, walaupun klaimnya sudah ditanggung 100% oleh asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi B yang dimiliki oleh tertanggung.

Lebih jelas tentang “Healthsafe” :

http://manulife-indonesia.com/produk/health-safe?language=id

Pastinya sesuai dengan kebutuhan Anda. Hubungi kami.

Bonie Corina | via WA : 08129409026

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Asuransi Selain BPJS

JAKARTA – Demi membangun kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik, pemerintah terus menggencarkan program BPJS kesehatan. Bagi banyak pihak, hal tersebut dirasa cukup menguntungkan. Siapa yang tak gembira ketika sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya besar dan kemudian ditanggung oleh pemerintah?

Namun, rupanya ada beberapa alasan yang mengharuskan kamu mempunyai asuransi selain BPJS. Mengapa demikian? Bukankah pemerintah sudah menjamin kesehatan dengan program BPJS? Well, tak perlu panjang lebar lagi, cukup simak lima alasan kenapa kamu harus punya asuransi selain BPJS:

Tidak berlaku di luar negeri

Alasan pertama, BPJS hanya melindungi kamu apabila berada di Indonesia. Kalau tiba-tiba mengalami sakit saat berlibur ke luar negeri, kamu tidak bisa menggunakan fasilitas tersebut.

Bagi kamu yang berpergian ke luar negeri, asuransi swasta wajibkan kamu miliki. Sebab, banyak asuransi swasta memiliki kerja sama dengan beberapa rumah sakit di seluruh dunia.

Alur rumit karena metode berjenjang

Dalam BPJS ada metode berjenjang yang mengharuskan kamu untuk sedikit lebih bersabar saat mengurusnya. Alurnya seperti ini, pertama kamu harus ke faskes 1 dan setelah itu baru mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang memang bersedia untuk kerja sama dengan BPJS.

Sebenarnya, peserta bisa langsung mendatangi rumah sakit. Namun terdapat prosedur tertentunya yang membuat peserta tidak bisa langsung dilayani oleh rumah sakit.

Tidak dilayani semua rumah sakit

Hal lain yang perlu kamu ketahui mengenai BPJS adalah tidak semua rumah sakit memiliki perjanjian kerjasama dengan BPJS. Sehingga kamu tidak boleh sembarang berobat ke rumah sakit. Pastikan kamu berobat ke rumah sakit yang telah bekerja sama, hal ini bisa diketahui lewat rujukan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tingkat 1 seperti puskesmas.

Tak ada cover khusus

Dalam asuransi BPJS tidak ada cover khusus terhadap penyakit atau kelainan tertentu sehingga ini membuat kamu yang mengidap penyakit langka tidak dapat mengklaim biaya kesehatan.

Hal ini berbeda bila kamu menggunakan asuransi yang lain di mana ada beberapa cover untuk jenis penyakit tertentu. Sayaratnya, kamu bersedia untuk membayar premi ekstranya.

Antrian panjang, kuota kamar sering habis

Alasan terakhir kenapa kamu harus memiliki asuransi selain BPJS adalah anrtian yang panjang. Hal ini seringkali membuat para pasien atau yang mengantar pasien menjadi kurang nyaman karena loket pasien umum dan loket pendaftaran BPJS seringkali penuh.

Selain itu, banyaknya pasien BPJS di sebuah rumah sakit pun sering membuat kuota kamar yang disediakan kerap habis.

(wdi)

Sumber : www.okezone.com

Bonie Corina | via WA : 0812-9409026

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Warisan)

Setiap orang berpacu dengan waktu dan tenaga untuk mengelola uangnya untuk dapat melipatgandakan uangnya, baik dengan berinvestasi, usaha atau mempercayakan uangnya kepada seseorang atau lembaga tertentu, untuk bisa menjaga kelangsungan hidupnya di masa depan atau menciptakan warisan untuk keluarga tercintanya.

Kebanyakkan para pengusaha berpikir bahwa untuk dapat melipatgandakan uangnya, cukup dengan berbisnis. Tentu saja , kita harus menjalankan usaha untuk dapat melipatgandakan uang kita selama kita masih sehat dan kuat.
Tetapi bukankah alangkah baiknya, sebagian dari uangnya, setidaknya 10% dialokasikan ke asuransi.
Mengapa ?

Beberapa alasan yang harus dipikirkan oleh para pengusaha untuk mengalokasikan 10% uangnya ke asuransi adalah :
1. hanya dengan 10% dari uangnya atau keuntungan usahanya bisa membiayai biaya rumah sakit, biaya pendidikan anak, biaya penyakit kritis, biaya cacat tetap, warisan bila terjadi resiko meninggal
2. hanya dengan 10% dari uangnya atau keuntungan usahanya, para pengusaha bisa hidup tenang untuk kelangsungan kehidupannya dan kehidupan keluarga tercintanya, bila suatu kali terkena resiko cacat tetap.
3. hanya dengan 10% dari uangnya atau keuntungan usahanya , asuransi bisa mengembalikan berlipat-lipat ganda dari uangnya yang dapat digunakan sebagai warisan keluarga tercintanya, tanpa perlu bekerja susah payah.

Ilustrasi yang mendukung 3 alasan di atas adalah sebagai berikut :

penjualmie
Penjual Mie Ganteng                (sumber foto: www.rakyatku.com)

seorang pria berusia 35 tahun adalah seorang pengusaha penjual mie ayam di beberapa lokasi. Setiap pagi, dia bersama karyawan-karyawannya menyiapkan daging-daging ayam untuk mie. Saat sore, dia bersama karyawan-karyawannya mulai memasang tenda untuk berjualan mie. Dia berjualan sampai tengah malam, dan begitu seterusnya.
Pria ini membeli asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan (UP) Rp 1 Miliar dan UP kecelakaan Rp 1 Miliar dan membayar premi tiap tahun hanya sebesar Rp 6 Juta selama 20 tahun.
Bila terjadi resiko meninggal, keluarga yang menjadi ahli waris, akan menerima warisan sebesar Rp 1 Miliar, dan bila terjadi resiko meninggal kecelakaan, maka keluarga akan menerima warisan sebesar Rp 2 Miliar.
Bila terjadi resiko meninggal di usia 50 tahun, artinya asuransi jiwa sudah berjalan 15 tahun, walaupun pria itu baru saja membayar premi Rp 90 Juta (15 x Rp 6 Juta), tetapi sudah menghasilkan warisan untuk keluarganya sebesar Rp 1 Miliar.

Rp 1 Miliar adalah 11x dari premi yang dibayarkan.
Bila bisnis Anda juga dapat menghasilkan profit 11x dalam waktu 15 tahun, sangat baik sekali, tetapi alangkah baiknya bila sebagian hasil keuntungan usaha ini disisihkan ke asuransi, untuk memperoleh pelipatgandaan hasil usaha tanpa perlu Anda bersusah payah.

Asuransi itu cara cerdas berinvestasi.

Bonie Corina | via WA : 0812-9409026

Cara Cerdas Menabung

Kalau selama ini sering menabung di bank atau di deposito, apakah yang diharapkan ?
Pastinya Bunga dan hadiah-hadiah vocher.

Tetapi, apakah itu cukup?
Bagaimana dengan biaya bulanan yang dikenakan ke tabungan kita ?
Atau pajak dari bunga deposito ?
Atau bunga tabungan atau deposito yang ternyata tidak mampu mengalahkan inflasi ?

Bila kita mau secara cermat mengamati pergerakan tabungan kita dari tahun ke tahun, apakah ada perubahan yang signifikan?

Bagaimana bila kita coba memindahkannya ke Manulife Investa, sebagai salah satu cara cerdas untuk menabung atau mengembangkan tabungan kita.
Mengapa ?

1. Menabung bisa dicicil 5x , 10x, 15x, 20x
Dengan hanya menabung selama 5, 10, 15 atau 20tahun Tertanggung akan dilindungi    sampai dengan usia 70 tahun.
Apabila terjadi musibah meninggal dunia pada periode tersebut, Yang Ditunjuk akan menerima 100% dari Uang Pertanggungan, Bonus Uang Pertanggungan ditambah dengan seluruh Nilai Polis beserta hasil pengembangannya.

2. Bonus Uang Pertanggungan(UP) 10-100% tergantung usia.bonusup

Ilustrasi untuk pria berusia 39 tahun tidak merokok, maka dengan memindahkan dana ke Manulife sebesar Rp 20 Juta per tahun, selama 10 tahun, akan mendapatkan :

UP Rp 200 JUta
Bonus UP Rp 80 Juta (40% dari UP)

3. Bonus Uang Pertanggungan Kecelakaan 200% Total UP

Apabila terjadi musibah meninggal dunia akibat kecelakaan terhadap diri Tertanggung, maka Yang Ditunjuk mendapatkan 2x (dua kali) Uang Pertanggungan dan Bonus Uang Pertanggungan, yaitu sebesar Rp 280 Juta + Rp 280 Juta , total Rp 560 Juta,  ditambah dengan seluruh Nilai Investasi beserta hasil pengembangannya.

4. Bonus UP bila terkena 1 dari 6 Penyakit Kritis
Anda juga akan mendapatkan 50% dari Uang Pertanggungan dan Bonus Uang Pertanggungan, yaitu sebesar Rp 140 Juta, jika Anda menderita salah satu dari 6 (enam) Penyakit Kritis, yaitu Gagal Ginjal, Kanker, Kematian Otot Jantung, Operasi Bypass Pembuluh Darah Koroner, Stroke, Transplantasi Organ Tubuh Utama.
Bonus ini diperoleh jika mengambil Plan Platinum

ilustrasi-investa1

5. Bunga di atas inflasi
6. TIDAK ADA Biaya Administrasi dan Biaya Bulanan
7. Tabungan bisa ditarik kapan saja dan semua BONUS UANG PERTANGGUNGAN tetap berlaku, serta JAMINAN Tabungan dikembalikan utuh saat usia 70 tahun.

Ilustrasi bila tidak terjadi pengambilan sampai usia 70 tahun :
ilustrasi-investa2

Ilustrasi di bawah ini adalah bila terjadi penarikan sebagian sebesar Rp 120Juta, proteksi TETAP berlaku sampai tertanggung hidup di usia 70 tahun, dan PENGEMBALIAN tabungan secara utuh sebesar Rp 280 Juta kepada tertanggung.

ilustrasi-investa3

8. Bonus tambahan 1 kupon undian untuk tabungan yang disetor setiap kelipatan Rp 6 Juta, dengan hadiah :
Mobil Honda HR-V 1,5, Motor Honda Beat, IPAD Air 2, Samsung Galaxy J, Sepeda Polygon

TERBATAS sampai 8 Maret 2016.

Yuk pintar-pintar mengelola keuangan kita, supaya kita bisa mendapatkan benefit semaksimal mungkin.

Bonie Corina | via WA : 0812-9409026

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Kepemilikan Aset)

Kepemilikan Aset

Tidak sedikit orang berinvestasi di properti, baik dalam bentuk rumah, tanah, apartemen, dan lainnya. Dalam membeli properti, bisa dilakukan secara tunai, atau cicilan.
Saat mencicil properti, ada jangka waktu yang telah ditentukan bersama, misalnya 10 tahun.
Apakah dalam masa cicilan tersebut, ada jaminan bahwa kita pasti dalam keadaan baik-baik saja dan pasti mampu membayar?

Seorang wanita berumur 43 tahun, membeli rumah seharga Rp 500 Juta, dengan membayar Rp 200 Juta sebagai DP, dan sisanya sebesar Rp 300 Juta dicicil dalam 10 tahun.
Saat itu, wanita ini juga memutuskan untuk menabung di Manulife selama 10 tahun dengan produk Manulife Income Replacement, yaitu tunjangan pendapatan bulanan, yang akan didapatkan manfaatnya, bila terjadi resiko ketidakmampuan total akibat kecelakaan atau sakit.
Tunjangan pendapatan diatur supaya selama 24 bulan , tunjangan sebesar Rp 15 Juta per bulan didapatkan oleh wanita ini, dan wanita ini juga mendapat proteksi (uang pertanggungan) apabila terjadi resiko meninggal sebesar Rp 200 JUta.

Wanita ini cukup menabung di Manulife sebesar Rp 8 Juta per tahun, di samping membayar cicilan rumah.
Apabila pada tahun ke-4, wanita ini baru saja membayar cicilan rumah, dan terjadi kecelakaan, yang mengakibatkan ketidakmampuan total, apa yang akan dilakukan ?
Perusahaan belum tentu akan menanggung atau memberikan gaji kepada wanita ini terus menerus sampai 10 tahun, untuk membantunya melunasi cicilan.
Bagaimana bila tidak dapat melanjutkan cicilan rumah ?
Jalan paling singkat adalah menjualnya, bukan ?
Tetapi menjual rumah perlu membayar biaya notaris, pajak jual beli rumah,  biaya balik nama, dan biaya lainnya, di saat bersamaan, wanita ini juga membutuhkan biaya untuk berobat.
Apabila rumah itu berhasil dijual dalam keadaan wanita ini sedang dalam ketidakmampuan total, sama saja wanita ini kehilangan aset yang sudah dicicil susah payah selama 4 tahun.
Lalu, apa yang akan terjadi?

Di saat seperti itulah, wanita ini mengklaim kepada Manulife tentang ketidakmampuan total yang dialami ini, sehingga Manulife memberikan tunjangan pendapatannya sebesar Rp 15 Juta tiap bulan selama 24 bulan, sehingga rumah bisa dilunasi baik dalam 2 tahun (dipercepat) atau dalam masa sisa cicilan 6 tahun.

Dengan mempunyai tabungan di Manulife inilah wanita ini selain mendapatkan tunjangan pendapatan selama 24 bulan, aset rumah pun masih tetap dimiliki, hanya dengan menabung Rp 8 Juta per tahun atau sekitar Rp 660 ribu per bulan.

Apa yang terjadi, bila setelah 10 tahun menabung di Manulife, wanita ini dalam keadaan baik-baik saja?
Maka tabungan ini bisa diambil seluruhnya di tahun ke-10, sebesar Rp 82.560.000 (asumsi bunga 13.6% per tahun) atau tetap menabung, karena tunjangan pendapatan ini akan terus menjaga sampai wanita ini berumur 65 tahun.

Anda setuju bukan, bahwa menabung di Asuransi sama dengan berinvestasi ?
Dalam perencanaan keuangan ini, Anda tetap memegang kepemilikan aset Anda walau Anda dalam keadaan ketidakmampuan total (tidak produktif).

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Tabungan Syariah)

Kesadaran berinvestasi bagi setiap orang merupakan salah satu hal terbaik dalam menjaga gaya hidup orang tersebut di masa yang akan datang. Bila kita sudah melewati masa produksi, diharapkan jangan sampai saat kita dalam masa ketidakproduktifan membuat kita menekan atau menurunkan gaya hidup kita secara drastis.
Selama kita masih produktif, adalah suatu hal bijaksana untuk mencari cara untuk berinvestasi di instrumen yang terpercaya dan sah secara hukum Indonesia.

Salah satu berinvestasi terbaik adalah menabung di Asuransi, di mana tabungan Asuransi Syariah (‘Tabungan Syariah’) yang bernama Berkah Savelink ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk masa tua kita nanti, untuk tabungan anak atau cucu kita. Menabung di Asuransi, bukan saja kita mendapat pengembangan nilainya, tetapi juga mendapat perlindungan.
Seorang Ibu berumur 39 tahun merencanakan mempunyai tabungan masa tuanya dengan memilih Berkah Savelink, di mana beliau memberikan kontribusi sebesar Rp 3.000.000 tiap 6 bulan, dengan alokasi investasi 70% di ekuitas syariah, dan 30% di berimbang syariah.

Dengan menabung di Berkah Savelink, Ibu juga mendapat uang pertanggungan Rp 200 Juta, sehingga bila terjadi resiko meninggal pada si Ibu, maka ahli waris akan menerima Rp 200 Juta dan nilai pengembangan kontribusi dan tabungan Tabarru (bila ada).
Mari kita lihat ilustrasi dari pengembangan kontribusi si Ibu dengan kontribusi Rp 3 Juta per 6 bulan, dengan asumsi 10% per tahun :
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-5, di mana Ibu berusia 44 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 18 Juta.
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-10, di mana Ibu berusia 49 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta.
Saat memasuki usia pensiun normal Ibu di usia ke-55, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 140 Juta.
Saat Ibu memasuki usia 70 tahun, maka proyeksi pengembangan sebesar Rp 682 Juta.

Tabungan 'Berkah Savelink'
Ilustrasi Pertumbuhan Dana Investasi dan Manfaat Berkah Savelink

Apabila Ibu sudah membayar polis selama 10 tahun, yaitu sebesar Rp 60 Juta, dan terjadi resiko meninggal, maka ahli waris berhak atas uang pertanggungan Rp 200 Juta ditambah nilai pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta (asumsi 10% per tahun), dan tabungan tabarru (bila ada). Ahli waris mendapat tabungan yang nilainya jauh lebih besar dari kontribusi yang diberikan si Ibu.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup sampai usia pensiun 55 tahun, yaitu saat polis memasuki tahun ke-16, Ibu akan mempunyai tabungan sebesar Rp 140 Juta, padahal baru saja berkontribusi sebesar 16x Rp 6 Juta, yaitu Rp 96 Juta.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup di usia 49, tetapi dalam keadaan ketidakmampuan total (disability) yang disebabkan oleh Penyakit atau Kecelakaan, maka Ibu dibebaskan dari kontribusinya, karena Manulife yang akan menggantikan kontribusi Ibu tersebut hingga usia 60 tahun, sehingga tabungan pensiun Ibu tetap bertambah menjadi Rp 250 Juta, padahal Ibu baru saja berkontribusi 5 tahun sebesar Rp 30 Juta.

Dari ilustrasi ini menggambarkan dan mengingatkan kita kembali, bahwa menabung di Asuransi atau berkontribusi di tabungan Syariah, bukan hanya memberikan pengembangan atas tabungan/kontribusi kita, tetapi juga memberikan perlindungan atas kehidupan kita, sehingga, baik kita dalam keadaan hidup , tetapi tidak produktif pun, kita masih mempunyai tabungan untuk hidup kita di masa yang akan datang, sehingga penurunan gaya hidup secara drastis akan kecil sekali terjadi.

Berkah Savelink, adalah tabungan dari Manulife yang sesuai dengan prinsip Syariah dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia.
Hasil menabung di Berkah Savelink ini cukup memuaskan, karena selain mendapatkan pengembangan nilai tabungan syariah, juga mendapatkan tabungan tabarru bagi yang berhak, bila terjadi Surplus.

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Ketidakmampuan Total)

Manulife Income Replacement (disability)

Seorang pria yang berprofesi sebagai pilot, yang berusia 41 tahun, bernama Mr. A, mempunyai sebuah keluarga harmonis yang dikaruniai seorang anak laki-laki berumur 4 tahun.
Sebagai seorang pilot yang mempunyai jam terbang tinggi, dan tentunya mempunyai resiko yang tinggi pula dalam pekerjaannya, Mr. A merencanakan keuangannya untuk kelangsungan hidup keluarganya di masa depan, apabila Mr. A mengalami resiko dalam menjalankan pekerjaannya.

Mr. A memilih tabungan di Manulife yang bernama Manulife Value Protector Absolute dengan menambahkan Manulife Income Replacement (MIR), di mana setiap semester (6 bulan) , Mr. A hanya menabung di Manulife sejumlah Rp 8.2 Juta (sekitar Rp 1.35 Juta per bulan).
Apabila Mr. A tetap hidup sehat sampai 20 tahun kemudian (usia 61 tahun), maka ia mempunyai tabungan pensiun Rp 637 Juta, dan pada usia 70 tahun mempunyai tabungan Rp 2 M (asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil).
Tetapi, apabila Mr. A mengalami ketidakmampuan total akibat kecelakaan dalam menjalani pekerjaan atau dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada usia ke-63, maka Mr. A mendapatkan tunjangan dari Manulife selama 24 bulan sebesar Rp 20 Juta, kemudian Manulife akan melanjutkan tabungan Mr. A sampai Mr. A berusia 65 tahun.
Bila suatu hari, Mr. A mengalami ketidakmampuan total dan meninggal , maka ahli waris Mr. A tetap akan mendapatkan Rp 20 Juta/bulan sampai kontrak 24 bulan selesai, serta warisan sebesar Rp 500 Juta + nilai polis (bila ada).

Bila kita menghitung selama 20 tahun Mr. A menabung sebesar Rp 8.2 Juta/ 6 bulan, itu sama dengan Mr. A sudah menabung sebesar Rp 328 Juta, tetapi :
– bila terjadi resiko meninggal, Mr. A telah mewariskan aset sejumlah Rp 500 Juta + Rp 637 Juta (nilai polis di usia 61 asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil) total Rp 1.137 M
– bila terjadi resiko ketidakmampuan total di usia 61 tahun, Mr. A mendapatkan tunjangan sebesar Rp 20 Juta/bulan selama 24 bulan + tabungan per semester dibayarkan oleh Manulife hingga usia 65 tahun , total minimal Rp 480 Juta
– bila terjadi resiko ketidakmampuan total dan meninggal, maka Manulife akan tetap memberikan tunjangan sebesar Rp 20 Juta/bulan selama 24 bulan + warisan Rp 500 Juta + nilai polis (bila ada) – bila Mr. A tetap sehat di usia 61 tahun pun, ia tetap mempunyai tabungan senilai Rp 637 Juta (nilai polis di usia 61 asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil)

Dari menabung sebesar Rp 328 juta selama 20 tahun, maka Mr. A bisa mendapatkan pengembalian atau manfaat yang melebihi nilai tabungan yang sudah disetorkan, baik ia dalam keadaan sehat, atau dalam keadaan ketidakmampuan total, atau bahkan terjadi resiko meninggal.

Jika begitu, apakah Anda setuju bahwa “Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi” ?

Manfaat Manulife Income Replacement saat sehatManfaat Manulife Income Replacement saat DisabilityManfaat Saat Ketidakmampuan Total dan Meninggal

Definisi Ketidakmampuan Total :
ketidakmampuan yang disebabkan oleh penyakit/cedera tubuh yang secara keseluruahan mengahalangi Tertanggung untuk melakukan 3 dari 6 aktifitas kehidupan sehari-hari, dengan/tanpa penggunaan alat mekanik, alat khusus/bantuan dan adaptasi lainnya dalam menggunakan alat-alat tersebut untuk orang cacat yang dikonfirmasi oleh dokter ahli yang sesuai.
6 aktifitas kehidupan sehari-hari :
1. membersihkan tubuh
2. menggunakan toilet
3. makan
4. berpindah tempat
5. bergerak
6. berpakaian

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D