Kecelakaan Membuat Susah ?

Kemarin siang (19 Feb 2017), saya bertemu dengan Kak Juves, yang sudah sembuh dari kecelakaan tabrak lari pada tgl 3 Feb 2017 lalu (Jumat) di pagi hari, setelah dirawat hampir 1 minggu di RS Pelni. Walaupun masih jalan terpincang-pincang.

Awalnya, hari Senin tgl 6 Feb jam 10, Saya dan teman-teman, menjenguknya di RS Pelni. Begitu ketemu, dia langsung meminta tolong untuk uruskan hak jaminan dia dari Manulife. Karena masih vertigo, dia tidak bisa berbuat banyak.
Dia cerita, bahwa dia bukan peserta BPJS, dan saat pihak keluarga membawanya ke RS Pelni, kartu Asuransi Manulife tidak dibawa, sehingga diharuskan membayar jaminan Rp 3 Juta untuk kelas 3. Kartunya masih belum ditemukan, dan belum ada orang yang bisa membantunya terkait jaminan Manulife tersebut. Dikuatirkan RS Pelni akan meminta tambahan uang jaminan lagi untuk tindakan selanjutnya.
Akhirnya kami sama-sama membuka data polisnya melalui Agencylink Manulife, dan sebenarnya ia mempunyai hak kamar di kelas 1 atau 2.
Saat itu juga, kami kirim email ke CS Manulife, menceritakan kronologisnya dan meminta dibukakan ‘jaminan manual’ ke RS Pelni, sehingga bila ada tindakan lanjutan, tidak perlu lagi meminta uang jaminan.
Begitu tiba di kantor, Saya follow up CS Manulife, dan hal ini sudah dikonfirmasi ke Pihak Admedika, sebagai third-party dari Manulife.
Selasa pagi, saya infokan ke Kak Juves, tapi info RS Pelni, belum ada jaminan dari Manulife.
Saya follow up lagi ke Admedika, dan infonya bahwa RS Pelni akan infokan ke Admedika bila ada pasien bernama Juves. Alamak…..
Saya infokan ke Admedika, bahwa pasien sudah dirawat sejak Jumat lalu, jadi mohon jaminan manual sudah bisa digunakan. Akhirnya Admedika konfirm bahwa jaminan manual sudah dibukakan ke RS Pelni atas nama pasien.

Kak Juves cerita bahwa begitu keluar dari RS Pelni, uang jaminan Rp 3 juta dikembalikan, karena sudah dijaminkan oleh Manulife dari hari pertama dia dirawat.

Senangnyaaaa….waktu dengar hal itu, artinya usaha kita gak sia-sia.

Bayangkan kalau kita sedang mengalami kecelakaan, dan sedang tidak punya perisapan dana.
Kepala pusing, jadi tambah pusing.

Mari Berasuransi.img_20170219_211109

#indahnyaberbagi #sharewithothers
#jadiandalan #resikohidup
#accident #insurance

 

Fungsi Asuransi Kesehatan “Double Claim” bagi Peserta Asuransi

Fungsi Asuransi Kesehatan ‘Double Claim” bagi Peserta Asuransi

Pertengahan November lalu, saya membantu klien saya untuk mengajukan klaim rumah sakit ke Manulife, dengan membantu menyiapkan dokumen/kuitansi klaim rumah sakit yang sudah dikopi legalisir sampai submit ke perusahaan Manulife.

Mengapa hanya dokumen/kuitansi yang dikopi legalisir?
Karena dokumen/kuitansi asli harus disubmit ke perusahaan asuransi lain, yang merupakan fasilitas dari kantor, pada saat bersamaan.
Setelah melengkapi dokumen-dokumen yang dibutuhkan, 5 hari kemudian, ada informasi bahwa hasil analisa berkas klaim sudah ok dan proses pembayaran sebesar Rp16.257.700, sesuai dengan angka tertera di kuitansi.
Berarti 100% nilai klaim yang diajukan, sudah disetujui.
Selang 1minggu kemudian, dapat info juga bahwa perusahaan asuransi lain menyetujui pembayaran klami sebesar Rp 6.400.000, sesuai dengan limit yang diambil tertanggung.
Sehingga tertanggung menerima uang sebesar Rp 16.257.700 + 6.400.000 = Rp 22.657.700, dari nilai klaim yang diajukan sebesar Rp 16.257.700.

Apakah total uang yang diterima tertanggung melebihi nilai klaim yang diajukan?
Benar. Mengapa?
Karena tertanggung mempunyai hak “Double Claim” atas manfaat rumah sakit yang dibeli dari Manulife, walaupun hanya dengan mengajukan klaim dengan dokumentasi/kuitansi dikopi legalisir.
Sehingga walaupun perusahaan asuransi lain akan/sudah membayarkan sebagian ataupun seluruh jumlah klaim yang diajukan tertanggung, maka Manulife akan membayarkan nilai klaim yang diajukan sesuai dengan limit yang diambil, tanpa memperhatikan nilai yang akan/sudah disetujui oleh perusahaan lain.

Catatan :
Rumah sakit menetapkan biaya untuk legalisir dokumen dengan rate 25.000-100.000.
Periksa kembali dokumen/kuitansi yang sudah dilegalisir oleh rumah sakit, karena bisa saja ada kekurangan/ketinggalan di legalisir, sehingga bila kembali lagi untuk legalisir dokumen, ada biaya lagi dari rumah sakit

Sekian sharing hari ini.
#ayoberasuransi #jadiandalan

Bonie Corina, SFP | 628129409026

 

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Askes Double Claim)

ASURANSI ?

Saya tidak perlu.
Oh, saya sudah punya.
Tidak ada duit buat beli asuransi.
Asuransi mahal

Itu beberapa kalimat penolakan yang didengar oleh para petugas asuransi di lapangan, di mana yang biasa kita kenal Agen Asuransi.

Sulit bagi sebagian besar dari kita untuk menyisihkan pendapatan kita untuk proteksi diri kita sendiri, tetapi begitu mudahnya menyisihkan pendapatan kita untuk kesenangan sesaat kita.

Bulan April 2015, saya menawarkan asuransi kesehatan kepada orang yang saya kenal dekat, pada saat dia sambil menunggu jadwal USG di bulan Juni. Dengan membantu membuka pikirannya, bahwa mumpung belum ada histori laboratorium atau sakit di suatu Rumah Sakit, mending buruan beli, sehingga diharapkan dia bisa diterima di asuransi kesehatan tanpa ada pengecualain.

Waktu itu, dia hanya membanding-bandingkan dengan produk asuransi lain, dan bilang mahal. Akhirnya dia menggunakan uangnya untuk kebutuhan yang lain.
Dan setiap kali ditawarkan, hanya mencemooh, “Ahh…cape nih kalau dekat-dekat dengan orang asuransi.”

Sampai suatu ketika di bulan April 2016, terdengar kabar, bahwa dia harus dilakukan tindakan operasi di rumah sakit dengan biaya sebesar premi asuransi kesehatan yang pernah ditawarkan dahulu.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia meminta dihitungkan asuransi kesehatan yang dulu pernah ditawarkan, untuk dirinya dan suaminya.

Yang sangat disayangkan :

  • waktu sudah berlalu 1 tahun, dan premi asuransi kesehatan sudah naik seiring pertambahan usia masuk
  • dengan adanya histori atau pencatatan di rumah sakit bahwa pernah dilakukan tindakan oleh dokter, bisa dimungkinkan diberlakukan pengecualian untuk tindakan yang sudah pernah dilakukan (pre-existing)

Dua hal tersebut sudah merupakan kerugian bagi calon nasabah yang akan bergabung di asuransi kesehatan , bila ditunda-tunda terus, karena kita tidak pernah akan tahu kapan kita mengalami resiko.

Manulife masih menyediakan produk rider asuransi kesehatan “Healthsafe” , yang bersifat :

  • berlaku double claim dengan asuransi perusahaan lain,
  • tidak ada batasan tahunan,
  • cashless
  • bisa digunakan di berbagai negara dengan re-imburse
  • serta harga terjangkau.

double claim artinya adalah tertanggung bisa mengajukan klaim kesehatan di perusahaan asuransi A, walaupun klaimnya sudah ditanggung 100% oleh asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi B yang dimiliki oleh tertanggung.

Lebih jelas tentang “Healthsafe” :

http://manulife-indonesia.com/produk/health-safe?language=id

Pastinya sesuai dengan kebutuhan Anda. Hubungi kami.

Bonie Corina | via WA : 08129409026

5 Alasan Kenapa Kamu Harus Punya Asuransi Selain BPJS

JAKARTA – Demi membangun kualitas kesehatan masyarakat yang lebih baik, pemerintah terus menggencarkan program BPJS kesehatan. Bagi banyak pihak, hal tersebut dirasa cukup menguntungkan. Siapa yang tak gembira ketika sakit dan harus dirawat di rumah sakit dengan biaya besar dan kemudian ditanggung oleh pemerintah?

Namun, rupanya ada beberapa alasan yang mengharuskan kamu mempunyai asuransi selain BPJS. Mengapa demikian? Bukankah pemerintah sudah menjamin kesehatan dengan program BPJS? Well, tak perlu panjang lebar lagi, cukup simak lima alasan kenapa kamu harus punya asuransi selain BPJS:

Tidak berlaku di luar negeri

Alasan pertama, BPJS hanya melindungi kamu apabila berada di Indonesia. Kalau tiba-tiba mengalami sakit saat berlibur ke luar negeri, kamu tidak bisa menggunakan fasilitas tersebut.

Bagi kamu yang berpergian ke luar negeri, asuransi swasta wajibkan kamu miliki. Sebab, banyak asuransi swasta memiliki kerja sama dengan beberapa rumah sakit di seluruh dunia.

Alur rumit karena metode berjenjang

Dalam BPJS ada metode berjenjang yang mengharuskan kamu untuk sedikit lebih bersabar saat mengurusnya. Alurnya seperti ini, pertama kamu harus ke faskes 1 dan setelah itu baru mendapatkan rujukan ke rumah sakit yang memang bersedia untuk kerja sama dengan BPJS.

Sebenarnya, peserta bisa langsung mendatangi rumah sakit. Namun terdapat prosedur tertentunya yang membuat peserta tidak bisa langsung dilayani oleh rumah sakit.

Tidak dilayani semua rumah sakit

Hal lain yang perlu kamu ketahui mengenai BPJS adalah tidak semua rumah sakit memiliki perjanjian kerjasama dengan BPJS. Sehingga kamu tidak boleh sembarang berobat ke rumah sakit. Pastikan kamu berobat ke rumah sakit yang telah bekerja sama, hal ini bisa diketahui lewat rujukan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan tingkat 1 seperti puskesmas.

Tak ada cover khusus

Dalam asuransi BPJS tidak ada cover khusus terhadap penyakit atau kelainan tertentu sehingga ini membuat kamu yang mengidap penyakit langka tidak dapat mengklaim biaya kesehatan.

Hal ini berbeda bila kamu menggunakan asuransi yang lain di mana ada beberapa cover untuk jenis penyakit tertentu. Sayaratnya, kamu bersedia untuk membayar premi ekstranya.

Antrian panjang, kuota kamar sering habis

Alasan terakhir kenapa kamu harus memiliki asuransi selain BPJS adalah anrtian yang panjang. Hal ini seringkali membuat para pasien atau yang mengantar pasien menjadi kurang nyaman karena loket pasien umum dan loket pendaftaran BPJS seringkali penuh.

Selain itu, banyaknya pasien BPJS di sebuah rumah sakit pun sering membuat kuota kamar yang disediakan kerap habis.

(wdi)

Sumber : www.okezone.com

Bonie Corina | via WA : 0812-9409026

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Kepemilikan Aset)

Kepemilikan Aset

Tidak sedikit orang berinvestasi di properti, baik dalam bentuk rumah, tanah, apartemen, dan lainnya. Dalam membeli properti, bisa dilakukan secara tunai, atau cicilan.
Saat mencicil properti, ada jangka waktu yang telah ditentukan bersama, misalnya 10 tahun.
Apakah dalam masa cicilan tersebut, ada jaminan bahwa kita pasti dalam keadaan baik-baik saja dan pasti mampu membayar?

Seorang wanita berumur 43 tahun, membeli rumah seharga Rp 500 Juta, dengan membayar Rp 200 Juta sebagai DP, dan sisanya sebesar Rp 300 Juta dicicil dalam 10 tahun.
Saat itu, wanita ini juga memutuskan untuk menabung di Manulife selama 10 tahun dengan produk Manulife Income Replacement, yaitu tunjangan pendapatan bulanan, yang akan didapatkan manfaatnya, bila terjadi resiko ketidakmampuan total akibat kecelakaan atau sakit.
Tunjangan pendapatan diatur supaya selama 24 bulan , tunjangan sebesar Rp 15 Juta per bulan didapatkan oleh wanita ini, dan wanita ini juga mendapat proteksi (uang pertanggungan) apabila terjadi resiko meninggal sebesar Rp 200 JUta.

Wanita ini cukup menabung di Manulife sebesar Rp 8 Juta per tahun, di samping membayar cicilan rumah.
Apabila pada tahun ke-4, wanita ini baru saja membayar cicilan rumah, dan terjadi kecelakaan, yang mengakibatkan ketidakmampuan total, apa yang akan dilakukan ?
Perusahaan belum tentu akan menanggung atau memberikan gaji kepada wanita ini terus menerus sampai 10 tahun, untuk membantunya melunasi cicilan.
Bagaimana bila tidak dapat melanjutkan cicilan rumah ?
Jalan paling singkat adalah menjualnya, bukan ?
Tetapi menjual rumah perlu membayar biaya notaris, pajak jual beli rumah,  biaya balik nama, dan biaya lainnya, di saat bersamaan, wanita ini juga membutuhkan biaya untuk berobat.
Apabila rumah itu berhasil dijual dalam keadaan wanita ini sedang dalam ketidakmampuan total, sama saja wanita ini kehilangan aset yang sudah dicicil susah payah selama 4 tahun.
Lalu, apa yang akan terjadi?

Di saat seperti itulah, wanita ini mengklaim kepada Manulife tentang ketidakmampuan total yang dialami ini, sehingga Manulife memberikan tunjangan pendapatannya sebesar Rp 15 Juta tiap bulan selama 24 bulan, sehingga rumah bisa dilunasi baik dalam 2 tahun (dipercepat) atau dalam masa sisa cicilan 6 tahun.

Dengan mempunyai tabungan di Manulife inilah wanita ini selain mendapatkan tunjangan pendapatan selama 24 bulan, aset rumah pun masih tetap dimiliki, hanya dengan menabung Rp 8 Juta per tahun atau sekitar Rp 660 ribu per bulan.

Apa yang terjadi, bila setelah 10 tahun menabung di Manulife, wanita ini dalam keadaan baik-baik saja?
Maka tabungan ini bisa diambil seluruhnya di tahun ke-10, sebesar Rp 82.560.000 (asumsi bunga 13.6% per tahun) atau tetap menabung, karena tunjangan pendapatan ini akan terus menjaga sampai wanita ini berumur 65 tahun.

Anda setuju bukan, bahwa menabung di Asuransi sama dengan berinvestasi ?
Dalam perencanaan keuangan ini, Anda tetap memegang kepemilikan aset Anda walau Anda dalam keadaan ketidakmampuan total (tidak produktif).

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D

Mi ULTIMATE Healthcare – Asuransi KESEHATAN Murni Cashless Sesuai Tagihan (Kamar di luar negeri 3x)

MiULTIMATE HealthcareTabel Rawat Inap

Mengapa dibilang murni?
Karena MiULTIMATE Healthcare  yang merupakan produk terbaru dari MANULIFE Financial ini adalah asuransi kesehatan individu pertama yang bisa berdiri sendiri, tanpa harus membeli asuransi jiwa atau asuransi investasi, dan bisa digunakan sampai dengan umur 80 tahun dengan sistem Ascharge (sesuai tagihan).

Tertanggung cukup membawa kartu Cashless di rekanan Manulife dan mendapatkan manfaat-manfaat seperti di bawah ini :

1. berlaku di seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat

2. Sistem Ascharge (klaim dibayarkan oleh Manulife sesuai tagihan kuitansi, selama dirawat inap)

3 . Mendapat hak kamar 3x untuk di di luar Indonesia & Malaysia

4. Mendapatkan manfaat kesehatan mulai dari Rp 1M per tahun plus manfaat tambahan untuk 5 penyakit kritis mulai Rp 1M

5. Memberikan manfaat perawatan kanker dan cuci darah, tanpa harus rawat inap.

6. Memberikan manfaat perawatan sebelum dan sesudah rawat inap 60 hari tanpa batasan

Manfaat MiULTIMATE Healthcare

Rekanan Manulife dapat dilihat di https://manulife-indonesia.com/layanan-pelanggan/rumah-sakit-klinik-rekanan

Yang lebih menarik lagi, bahwa MiULTIMATE Healthcare juga memiliki tambahan manfaat-manfaat :

  1. Rawat Jalan : pemeriksaan ke dokter tanpa tindakan, termasuk laboratorium
  2. Rawat Gigi : perawatan gigi
  3. Rawat Bersalin : perawatan bersalin bagi ibu yang akan melahirkan

Saat ini, klaim bisa dilakukan dengan cashless di 5 negara : Indonesia, Malaysia, Singapur, Thailand, Kamboja.

Tabel Rawat Jalan , Gigi, Bersalin

 

Dapatkan semua manfaat dari MiULTIMATE Healthcare ini segera!

Bonie Corina | WA : 0812-9409026

Walau Cacat Total, Tetap Berpenghasilan

Bagaimana Cara Memenuhi Biaya Hidup

Kalau bicara tentang kehidupan, tidak terlepas dari adanya resiko yang mungkin terjadi di sekeliling kita.

Resiko bisa kecil, bisa juga besar.
Resiko bisa kita hindari, bisa juga tidak.

Sesiap apakah Anda menyiapkan diri Anda dari kemungkinan resiko yang terjadi di dalam diri Anda?

Persiapan apa yang Anda lakukan untuk menghadapi kemungkinan resiko yang terjadi?

Bila resiko yang Anda alami menyebabkan Anda tidak berkemampuan untuk berpenghasilan, apakah solusi yang telah Anda siapkan ?

Begitu banyak pertanyaan tentang resiko yang mungkin terbersit di pikiran Anda.
Tetapi yang pasti, pada umumnya Anda pasti akan memberikan hal yang terbaik bagi orang-orang yang Anda cintai.
Anda dapat memberikan yang terbaik bagi keluarga , bila Anda TETAP bekerja!
Namun, jika terjadi RISIKO meninggal dini atau CACAT Tetap Total bagi Anda sebagai pencari nafkah utama, Apakah Anda dapat memberikan yang terbaik untuk masa depan keluarga?

MANULIFE INCOME REPLACEMENT adalah Program Pertanggungan Tambahan yang memberikan pembayaran manfaat bulanan selama periode yang dipilih oleh Pemegang Polis apabila Tertanggung Meninggal atau menderita Ketidakmampuan Total Tetap, yang dapat diperbaharui setiap ulang tahun Polis hingga Tertanggung mencapai usia 65 tahun.

Manulife Income Replacement

Sekarang, mulai persiapkan proteksi untuk Anda dan orang-orang yang Anda cintai.

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Asuransi Kesehatan Murah atau Mahal ?

“Aduh asuransi lagi …asuransi lagi , saya sudah punya asuransi. Buat apa beli lagi ? Mahal pula.”

Begitu biasanya kalimat yang keluar dari mulut seseorang yang bila ditawarkan asuransi, apalagi asuransi kesehatan. Selalu berkata bahwa orang itu sudah punya, buat apa beli lagi ?

Tetapi , bila ditelusuri lebih lanjut, apakah orang itu mengerti, asuransi kesehatan yang ia beli atau miliki dahulu sudah sesuai dengan kebutuhan sekarang, atau dia sudah mengerti dengan apa yang dia miliki ?

Saya temukan beberapa teman atau rekan di mana mereka tidak mengerti dengan benar manfaat apa saja yang sudah mereka miliki di asuransi mereka dan beberapa dari mereka meminta saya membacakan polis mereka. Sungguh lucu menurut saya, karena bila seseorang ingin membeli barang, misalnya sebuah tas kerja atau tas olahraga, mereka akan mengecek benar tas tersebut, mulai dari resleting, bahan tas, kantong-kantongnya, dan bahkan sambil diperlihatkan di depan kaca. Tetapi saat membeli asuransi yang keuntungannya buat diri sendiri, mereka tidak mengecek atau memperhatikan benar. Padahal asuransi itu selain untuk keuntungan diri sendiri, juga untuk proteksi dirinya sampai di masa yang akan datang, bisa 10 tahun, 20 tahun, atau mungkin 50 tahun lagi. Entah apa yang membuat mereka tidak terlalu kritis terhadap asuransi yang dibeli ? Apa karena agen-nya tidak menjelaskan dengan benar, sehingga membuat mereka bingung, atau mereka malas untuk membaca polis atau mempelajari tentang asuransi.

Tak jarang mereka juga baru sadar kalau asuransi yang mereka miliki tidak cukup, pada saat kejadian sakit, dan bila saat itu terjadi, mereka mau beli lagi, dianggap sudah mahal atau bahkan ditolak oleh perusahaan asuransinya.

Sebenarnya membeli asuransi , sama seperti membeli suatu instrumen investasi, di mana asuransi untuk investasi jangka panjang, makin lama premi makin naik seiring bertambahnya umur orang tersebut, dan manfaat yang didapat melebihi premi / modal yang kita bayar. Sehingga, bila ada yang bilang, asuransi kesehatan itu mahal, lalu di mana mahalnya ?

Mari kita lihat sebuah contoh proposal di mana seorang pria berumur 32 tahun menerima proposal dengan tampilan sebagai berikut :

Image

Secara garis besar kita dapat melihat, bahwa pria itu dikenakan premi sebesar Rp 650.000/bulan selama 67 tahun, artinya sampai umur 99 tahun.

Uang Pertanggungan (UP) Dasar : Rp 200 Juta untuk pertanggungan selama 67 tahun, artinya pertanggungan jiwa tersebut sampai pria itu berumur 99 tahun, jadi jiwa orang tersebut ditanggung sampai dengan umur 99 tahun.

Premi untuk UP adalah Rp 375.000

Regular Top Up artinya penambahan secara rutin bulanan untuk menambah investasi sebesar Rp 275.000/bulan, dengan tujuan untuk menambah nilai polis/investasi.

Tambahan yang biasa disebut rider, yaitu ada 2 yang tercantum di proposal ini , yaitu :

1. Manulife Crisis Cover Ultimate untuk pertanggungan selama 67 tahun dengan UP sebesar Rp 60 Juta. Artinya bila pria itu mengalami 1 dari 56 penyakit kritis, maka UP Rp 60 Juta ini akan dikeluarkan tanpa mengurangi dari UP dasar Rp 200 Juta di atas.

2. Advanced Hospital Benefit Plus dengan kode PD1  yang artinya pria ini mendapat manfaat perawatan di rumah sakit dengan harga kamar Rp 500ribu/hari untuk 1 orang dan pertanggungan selama 48 tahun, artinya sampai pria itu berumur 80 tahun.

3. Waiver of Premium Base yaitu pembebasan premi bila terdapat mengalami ketidakmampuan pada diri pria itu baik tidak mampu mencari nafkah atau cacat selama 6 bulan berturut-turut, atau bila terkena 1 dari 56 penyakit kritis, dan rider ini menanggung selama 67 tahun juga, yaitu sampai pria itu berumur 99 tahun.

Perhatikan juga kolom ‘Biaya Bulanan’, artinya ini adalah biaya yang dipotong dari premi yang dibayarkan tiap bulan. Biasanya biaya ini naik seiring dengan penambahan usia tertanggung. Sehingga bila orang suka bertanya-tanya, mengapa nilai investasi saya kecil , tidak sesuai dengan premi yang saya bayar ? Nah jawabannya adalah karena ada biaya-biaya tersebut.
Tetapi dengan produk unit link, biasanya premi selalu flat sampai umur 99 tahun, itulah kelebihannya.
Sehingga saat umur bertambah, premi pun tidak bertambah, terutama untuk kesehatan.

Secara detailnya, benefit dari proposal ini adalah :

Image

Tabel di atas adalah tabel manfaat perawatan di rumah sakit, dengan batas per kejadian. Dari proposal ini tidak mempunyai batas tahunan.

Manfaat Biaya Kamar per hari (Maks. 60 hari) Rp 500.000, artinya manfaat kelas kamar Rp 500.000/hari, dengan maksimal 60 hari per kejadian. Jadi kalau pria itu sekarang menderita tipes selama 5 hari, berarti sisa hari tinggal 55 hari untuk tipes. Tetapi bila seminggu kemudian pria itu menderita demam berdarah, maka masih ada waktu 60 hari untuk demam berdarah. TETAPI, batasan 60 hari itu akan pulih kembali setelah 3 bulan. Jadi setelah 3 bulan untuk penyakit tipes, batasan hari itu kembali lagi ke 60 hari.

Manfaat Biaya Unit Perawatan Intensive (HCU/ICU/ICCU/PICU) per hari (Maks. 18 hari) Rp 750.000, artinya maks. biaya ICU adalah Rp 750.000/hari dengan maks. 18 hari per kejadian/penyakit, dengan ketentuan sama seperti manfaat Biaya Kamar.

Manfaat Biaya Umum Rumah Sakit Rp 16.000.000, yaitu maks. klaim untuk biaya umum Rumah sakit, seperti obat-obatan, cek lab, adalah Rp 16.000.000/kejadian.

Di sini juga ada manfaat Biaya Rawat Jalan Akibat Kecelakaan sebesar Rp 1.500.000, artinya bila pria ini mengalami kecelakaan dan ke dokter atau rumah sakit, maka pria ini bisa klaim dengan maksimal Rp 1.500.000.

Harap diperhatikan, bahwa untuk menggunakan manfaat rumah sakit, tertanggung dikenakan masa tunggu 2 bulan, artinya sejak polis diterbitkan sampai 60 hari ke depan, tertanggung belum bisa menggunakan atau klaim manfaat rumah sakit. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan polis.

Sekarang kita mengambil contoh periode 1 tahun :

Setelah 1 tahun, pria itu telah membayar premi sebesar = 1 x 12 bulan x Rp 650.000 = Rp 7.800.000

Di bulan ke-13, pria tersebut mengalami sakit tipes dan harus dirawat selama 5 hari di rumah sakit , maka rincian biaya yang mungkin terjadi di rumah sakit adalah :

Biaya Kamar = 5 x Rp 500.000 = Rp 2.500.000

Biaya Kunjungan Dokter = 5 x Rp 400.000 = Rp 2.000.000

Biaya Umum rumah Sakit (obat-obatan, cek darah, urine) = Rp 6.000.000

Maka total rincian biaya yang bisa diklaim ke asuransi sebesar Rp 10.500.000

Dapat dilihat bahwa dengan premi Rp 7.800.000, pria itu bisa klaim manfaat rumah sakit sebesar Rp 10.500.000.

Bila Anda menabung sendiri di rumah dengan tabungan sebesar premi Anda, apakah tabungan itu bisa membayar manfaat rumah sakit yang lebih besar dari tabungan Anda ?

Jangan pernah takut, bila dalam proposal berkata, harus membayar premi seumur hidup atau sampai umur 99 tahun, sebenarnya itu mengartikan bahwa, selama kita mampu, kita bayar premi itu, kita menabung terus sampai akhirnya kita sudah tidak mampu lagi. Lalu bagaimana kelanjutannya bila kita tidak mampu lagi ?

Bila tidak mampu secara finansial tetapi polis masih dibutuhkan, maka premi ditarik terus dari nilai polis atau investasi. Cukup sampai kapan ? Sampai nilai polis habis.

Bila tidak mampu secara finansial dan sudah tidak membutuhkan polis, lakukan penutupan polis, dan tarik nilai polis atau investasi yang tersedia. Tetapi, nilainya kecil, tidak sesuai dengan premi yang dibayar ? Ya tentu saja, karena premi yang telah kita bayar, sudah dibayar untuk perusahaan asuransi yang sudah menjaga kita. Sama seperti kita sudah membayar suster/pembantu yang sudah menjaga anak kita.

Sama seperti kita lihat, apakah saat kita menyimpan uang di bank dengan jumlah kecil, uang yang kita punya sesuai dengan jumlah uang yang kita masukkan ? Pasti sudah terpotong dengan biaya bulanan, biaya buku, dsb.

Jadi kalau ada yang berkata ‘Asuransi kesehatan itu mahal’ atau ‘Masuk asuransi itu rugi’ , Anda sudah bisa tersenyum-senyum mendengar perkataan itu, karena Anda sudah 1 langkah di depan dia dalam menilai sesuatu itu mahal atau tidak. Yang harus ditanam di dalam diri dan pikiran kita adalah bahwa diri kita jauh lebih mahal daripada premi yang dibayarkan, karena premi itu tujuannya juga untuk melindungi diri kita sendiri yang jauh lebih berharga.

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Danamon dan Manulife Indonesia Meluncurkan Primajaga 100, Sediakan Proteksi Terjangkau untuk Segmen Mass Market

Rambah sektor asuransi mikro, Danamon dan Manulife luncurkan program Primajaga100 di Pasar Modern, Bumi Serpong Damai, Tangerang pada 6 Mei 2013. Program ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap asuransi jiwa dengan menyediakan solusi asuransi yang terjangkau melalui unit mikro perbankan Danamon, Danamon Simpan Pinjam (DSP)

 

Dengan berbagai pilihan jumlah premi, mulai dari Rp10.000, Danamon dan Manulife yakin program ini akan diminati banyak konsumen, terutama kalangan menengah dan wirausahawan. Menurut Chris Bendl, Chief Executive Officer dan President Director Manulife Indonesia, tingkat kesadaran akan pentingnya memiliki perlindungan asuransi di masyarakat Indonesia meningkat. Oleh karena itu, memperkenalkan produk Primajaga100 melalui jaringan luas yang dimiliki oleh Bank Danamon Simpan Pinjam merupakan sebuah strategi yang tepat dalam rangka menyediakan solusi keuangan terdepan bagi segmen masyarakat yang penting dan sedang berkembang di Indonesia ini.

Fitur menarik lainnya yang ditawarkan oleh Primajaga100 antara lain, jaminan polis terbit di cabang, tidak diperlukan tes kesehatan, proses pembayaran premi yang mudah, serta pengembalian premi sebesar 100% pada masa akhir kontrak.

“Apabila tidak ada klaim selama periode perlindungan, premi akan dikembalikan seratus persen di akhir periode. Jika terjadi risiko dari nasabah, misalnya meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan senilai 500x premi bulanan,” kata Minhari Handikusuma, Direktur Mikro Perbankan Danamon.

Distribusi penjualan produk Primajaga100 akan dilaksanakan secara bertahap. Di kuartal pertama tahun ini, 44 cabang DSP di Sumatera telah siap melayani. Di kuartal kedua Danamon akan mendistribusikan ke 91 cabang tambahan lagi dan harapannya pada akhir 2013 Danamon sudah dapat memasarkan produk ini di 250 cabang DSP di Sumatera.

Di akhir acara peluncuran, Danamon dan Manulife mengadakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) melalui penyediaan pemeriksaan kesehatan dan darah gratis di lokasi.

Untuk selengkapnya klik Press release Danamon Manulife Micro Insurance_IND.

Sumber : http://www.manulife-indonesia.com

Manulife Value Protector

Dalam memilih asuransi yang merupakan proteksi bagi kita, ada kalanya kita mempertimbangkan seberapa besar dan lama produk tersebut dapat melindungi dan memberi kenyamanan bagi diri tertanggung mulai dari berumur 6 bulan – 70 tahun.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah asuransi tersebut bisa :

1. Memberikan proteksi seumur hidup , sehingga masa PENSIUN Anda juga menyenangkan ?

2. Memberikan perlindungan terhadap 56 PENYAKIT KRITIS sampai dengan usia 99 tahun ?

56 Penyakit Kritis

3. Memberikan Up penyakit kritis bs 3x lipat UP Jiwa

4. Mengklaim angioplasty jantung sd 25% dr UP penyakit kritis

5. Memberikan bagian Investasi menjadi 102% mulai thn ke 6 ?

Porsi Investasi Manulife Value Protector

6. Klaim yang berlaku diseluruh dunia ?

7.HIV bs klaim*

8. Tanpa biaya untuk TOP UP

9. Berbagai pilihan investasi

Bila Anda menemukan produk seperti di atas, itulah “Manulife Value Protector”, produk yang baru saja launching tanggal 13 Juni 2012, yang memberikan hasil maksimal dengan premi minimal.

Perhitungan yang pernah dibuat, untuk Premi Bulanan Rp 500rb dan Top Up Bulanan Rp 500rb bagi anak berumur 6 bulan, maka di usianya ke-16, anak tersebut mendapatkan proyeksi hasil investasi sebesar kurang lebih Rp 1 M.

Selama promo sampai dengan Agustus 2012, maka setiap nasabah akan mendapat voucher 500.000 utk premi min Rp 8jt setahun dan akan mendapat undian tiket JKT – SINGP – JKT dg GFF Garuda.