Term Saving Protection – Asuransi Term Life Premi Pasti Kembali

FAKTA Penting !!!
5 dari 10 Orang Meninggal setiap hari karena sakit saat Usia Produktif (Sumber : Departemen Kesehatan Republik Indonesia)

7 dari 10 Orang Meninggal setiap hari karena saat Usia Produktif
(sumber : Kepolisian Republik Indonesia)

96% Penduduk Indonesia tidak punya Asuransi Jiwa sendiri dengan alasan tidak tahu, Tidak pernah didatangi, tidak butuh , premi hangus, premi mahal
(sumber : Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)

Dari fakta-fakta penting inilah, Manulife Financial memberikan solusi bagi masyarakat luas untuk dapat mengambil bagian dalam berasuransi, dengan salah satu produk andalannya, yaitu “Term Saving Protection“, suatu produk asuransi Term Life yang memberikan Solusi Cepat, Bebas Ribet, Perlindungan Pasti dan Premi Pasti Kembali.

Keunggulan Term Saving Protection
Keunggulan Term Saving Protection

Solusi Cepat di sini artinya adalah bahwa selama dokumen yang dibutuhkan sudah dapat dipenuhi oleh Pemegang Polis sebelum pk 14.00 WIB, maka akan terbit Polis dalam T+1, lebih dari itu maka akan terbit Polis di T+2.

Bebas Ribet, di mana produk ini adalah Guaranteed Issue (Non Medis), tanpa perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, sepanjang Total Uang Pertanggungan Polis Guaranteed Issue tidak melebihi Rp 600 Juta.

Perlindungan Pasti untuk Tertanggung sebesar 100% Uang Pertanggungan, bila terjadi resiko meninggal sebelum masa kontrak berakhir. Bila terjadi resiko meninggal karena kecelakaan sebelum masa kontrak berakhir, maka akan mendapat bonus 100% Uang Pertanggungan Kecelakaan.

Premi Pasti Kembali 100%, apabila Tertanggung Tetap Hidup sampai akhir masa kontrak.

Pre-Existing Condition berlaku untuk segala jenis penyakit, kondisi, atau cedera yang terjadi sebelum Tanggal Terbit Polis atau tanggal Addendum, mana yang paling akhir, kecuali setelah melewati masa 2 (dua ) tahun sejak Tanggal Terbit Polis atau tanggal Addendum.

Contoh perhitungan Premi untuk Mr. Polis berumur 35 tahun :
Uang Pertanggungan = Rp 200 Juta, Masa Pertanggungan 12 tahun.
Premi Tetap = Rp 6.378.000/tahun
Manfaat Tambahan Pertanggungan Kecelakaan = Rp 200 Juta
Pengembalian Total Premi di Akhir Kontrak, saat Mr. Polis berumur 48 = 12 xRp 6.378.000 = Rp 76.536.000

Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 0-9, maka tidak ada premi yang dikembalikan.
Asumsi Premi telah dibayar pada tahun berjalan :
Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 10, maka 60% dari Total Premi Dibayar akan dikembalikan, yaitu sebesar Rp 38,268,000
Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 11, maka 70% dari Total Premi Dibayar akan dikembalikan, yaitu sebesar Rp 49,110,600
Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 12, maka 80% dari Total Premi Dibayar akan dikembalikan, yaitu sebesar Rp 61,228,800

Usia masuk untuk polis ini untuk Pemegang Polis adalah 18 tahun.
Untuk Tertanggung : 18-58 tahun (Term-12)
Untuk Tertanggung : 18-55 tahun (Term-15)

Term Saving Protection” ini cocok sekali bagi Anda yang menginginkan proteksi jangka pendek dan tipe konservatif, yang tidak menginginkan premi hangus. Pada saat akhir kontrak, 100% premi kembali, dan bila terjadi resiko meninggal sebelum kontrak berakhir, maka 100% UP dikeluarkan untuk ahli waris dari Tertanggung. Jadi walau dalam keadaan apapun, dengan “Term Saving Protection“, Tertanggung akan tetap mendapatkan kembali apa yang menjadi ‘Hak’-nya.

“Term Saving Protection” juga cocok bagi Perusahaan yang ingin memberikan proteksi bagi karyawan-karyawan handalnya dalam masa kontrak polis yang tidak terlalu panjang, serta ada sejumlah premi yang dikembalikan kepada Perusahaan.

Masih ragu untuk memproteksi diri Anda dan / atau orang-orang yang berharga di mata Anda ?

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Asuransi Kesehatan Murah atau Mahal ?

“Aduh asuransi lagi …asuransi lagi , saya sudah punya asuransi. Buat apa beli lagi ? Mahal pula.”

Begitu biasanya kalimat yang keluar dari mulut seseorang yang bila ditawarkan asuransi, apalagi asuransi kesehatan. Selalu berkata bahwa orang itu sudah punya, buat apa beli lagi ?

Tetapi , bila ditelusuri lebih lanjut, apakah orang itu mengerti, asuransi kesehatan yang ia beli atau miliki dahulu sudah sesuai dengan kebutuhan sekarang, atau dia sudah mengerti dengan apa yang dia miliki ?

Saya temukan beberapa teman atau rekan di mana mereka tidak mengerti dengan benar manfaat apa saja yang sudah mereka miliki di asuransi mereka dan beberapa dari mereka meminta saya membacakan polis mereka. Sungguh lucu menurut saya, karena bila seseorang ingin membeli barang, misalnya sebuah tas kerja atau tas olahraga, mereka akan mengecek benar tas tersebut, mulai dari resleting, bahan tas, kantong-kantongnya, dan bahkan sambil diperlihatkan di depan kaca. Tetapi saat membeli asuransi yang keuntungannya buat diri sendiri, mereka tidak mengecek atau memperhatikan benar. Padahal asuransi itu selain untuk keuntungan diri sendiri, juga untuk proteksi dirinya sampai di masa yang akan datang, bisa 10 tahun, 20 tahun, atau mungkin 50 tahun lagi. Entah apa yang membuat mereka tidak terlalu kritis terhadap asuransi yang dibeli ? Apa karena agen-nya tidak menjelaskan dengan benar, sehingga membuat mereka bingung, atau mereka malas untuk membaca polis atau mempelajari tentang asuransi.

Tak jarang mereka juga baru sadar kalau asuransi yang mereka miliki tidak cukup, pada saat kejadian sakit, dan bila saat itu terjadi, mereka mau beli lagi, dianggap sudah mahal atau bahkan ditolak oleh perusahaan asuransinya.

Sebenarnya membeli asuransi , sama seperti membeli suatu instrumen investasi, di mana asuransi untuk investasi jangka panjang, makin lama premi makin naik seiring bertambahnya umur orang tersebut, dan manfaat yang didapat melebihi premi / modal yang kita bayar. Sehingga, bila ada yang bilang, asuransi kesehatan itu mahal, lalu di mana mahalnya ?

Mari kita lihat sebuah contoh proposal di mana seorang pria berumur 32 tahun menerima proposal dengan tampilan sebagai berikut :

Image

Secara garis besar kita dapat melihat, bahwa pria itu dikenakan premi sebesar Rp 650.000/bulan selama 67 tahun, artinya sampai umur 99 tahun.

Uang Pertanggungan (UP) Dasar : Rp 200 Juta untuk pertanggungan selama 67 tahun, artinya pertanggungan jiwa tersebut sampai pria itu berumur 99 tahun, jadi jiwa orang tersebut ditanggung sampai dengan umur 99 tahun.

Premi untuk UP adalah Rp 375.000

Regular Top Up artinya penambahan secara rutin bulanan untuk menambah investasi sebesar Rp 275.000/bulan, dengan tujuan untuk menambah nilai polis/investasi.

Tambahan yang biasa disebut rider, yaitu ada 2 yang tercantum di proposal ini , yaitu :

1. Manulife Crisis Cover Ultimate untuk pertanggungan selama 67 tahun dengan UP sebesar Rp 60 Juta. Artinya bila pria itu mengalami 1 dari 56 penyakit kritis, maka UP Rp 60 Juta ini akan dikeluarkan tanpa mengurangi dari UP dasar Rp 200 Juta di atas.

2. Advanced Hospital Benefit Plus dengan kode PD1  yang artinya pria ini mendapat manfaat perawatan di rumah sakit dengan harga kamar Rp 500ribu/hari untuk 1 orang dan pertanggungan selama 48 tahun, artinya sampai pria itu berumur 80 tahun.

3. Waiver of Premium Base yaitu pembebasan premi bila terdapat mengalami ketidakmampuan pada diri pria itu baik tidak mampu mencari nafkah atau cacat selama 6 bulan berturut-turut, atau bila terkena 1 dari 56 penyakit kritis, dan rider ini menanggung selama 67 tahun juga, yaitu sampai pria itu berumur 99 tahun.

Perhatikan juga kolom ‘Biaya Bulanan’, artinya ini adalah biaya yang dipotong dari premi yang dibayarkan tiap bulan. Biasanya biaya ini naik seiring dengan penambahan usia tertanggung. Sehingga bila orang suka bertanya-tanya, mengapa nilai investasi saya kecil , tidak sesuai dengan premi yang saya bayar ? Nah jawabannya adalah karena ada biaya-biaya tersebut.
Tetapi dengan produk unit link, biasanya premi selalu flat sampai umur 99 tahun, itulah kelebihannya.
Sehingga saat umur bertambah, premi pun tidak bertambah, terutama untuk kesehatan.

Secara detailnya, benefit dari proposal ini adalah :

Image

Tabel di atas adalah tabel manfaat perawatan di rumah sakit, dengan batas per kejadian. Dari proposal ini tidak mempunyai batas tahunan.

Manfaat Biaya Kamar per hari (Maks. 60 hari) Rp 500.000, artinya manfaat kelas kamar Rp 500.000/hari, dengan maksimal 60 hari per kejadian. Jadi kalau pria itu sekarang menderita tipes selama 5 hari, berarti sisa hari tinggal 55 hari untuk tipes. Tetapi bila seminggu kemudian pria itu menderita demam berdarah, maka masih ada waktu 60 hari untuk demam berdarah. TETAPI, batasan 60 hari itu akan pulih kembali setelah 3 bulan. Jadi setelah 3 bulan untuk penyakit tipes, batasan hari itu kembali lagi ke 60 hari.

Manfaat Biaya Unit Perawatan Intensive (HCU/ICU/ICCU/PICU) per hari (Maks. 18 hari) Rp 750.000, artinya maks. biaya ICU adalah Rp 750.000/hari dengan maks. 18 hari per kejadian/penyakit, dengan ketentuan sama seperti manfaat Biaya Kamar.

Manfaat Biaya Umum Rumah Sakit Rp 16.000.000, yaitu maks. klaim untuk biaya umum Rumah sakit, seperti obat-obatan, cek lab, adalah Rp 16.000.000/kejadian.

Di sini juga ada manfaat Biaya Rawat Jalan Akibat Kecelakaan sebesar Rp 1.500.000, artinya bila pria ini mengalami kecelakaan dan ke dokter atau rumah sakit, maka pria ini bisa klaim dengan maksimal Rp 1.500.000.

Harap diperhatikan, bahwa untuk menggunakan manfaat rumah sakit, tertanggung dikenakan masa tunggu 2 bulan, artinya sejak polis diterbitkan sampai 60 hari ke depan, tertanggung belum bisa menggunakan atau klaim manfaat rumah sakit. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan polis.

Sekarang kita mengambil contoh periode 1 tahun :

Setelah 1 tahun, pria itu telah membayar premi sebesar = 1 x 12 bulan x Rp 650.000 = Rp 7.800.000

Di bulan ke-13, pria tersebut mengalami sakit tipes dan harus dirawat selama 5 hari di rumah sakit , maka rincian biaya yang mungkin terjadi di rumah sakit adalah :

Biaya Kamar = 5 x Rp 500.000 = Rp 2.500.000

Biaya Kunjungan Dokter = 5 x Rp 400.000 = Rp 2.000.000

Biaya Umum rumah Sakit (obat-obatan, cek darah, urine) = Rp 6.000.000

Maka total rincian biaya yang bisa diklaim ke asuransi sebesar Rp 10.500.000

Dapat dilihat bahwa dengan premi Rp 7.800.000, pria itu bisa klaim manfaat rumah sakit sebesar Rp 10.500.000.

Bila Anda menabung sendiri di rumah dengan tabungan sebesar premi Anda, apakah tabungan itu bisa membayar manfaat rumah sakit yang lebih besar dari tabungan Anda ?

Jangan pernah takut, bila dalam proposal berkata, harus membayar premi seumur hidup atau sampai umur 99 tahun, sebenarnya itu mengartikan bahwa, selama kita mampu, kita bayar premi itu, kita menabung terus sampai akhirnya kita sudah tidak mampu lagi. Lalu bagaimana kelanjutannya bila kita tidak mampu lagi ?

Bila tidak mampu secara finansial tetapi polis masih dibutuhkan, maka premi ditarik terus dari nilai polis atau investasi. Cukup sampai kapan ? Sampai nilai polis habis.

Bila tidak mampu secara finansial dan sudah tidak membutuhkan polis, lakukan penutupan polis, dan tarik nilai polis atau investasi yang tersedia. Tetapi, nilainya kecil, tidak sesuai dengan premi yang dibayar ? Ya tentu saja, karena premi yang telah kita bayar, sudah dibayar untuk perusahaan asuransi yang sudah menjaga kita. Sama seperti kita sudah membayar suster/pembantu yang sudah menjaga anak kita.

Sama seperti kita lihat, apakah saat kita menyimpan uang di bank dengan jumlah kecil, uang yang kita punya sesuai dengan jumlah uang yang kita masukkan ? Pasti sudah terpotong dengan biaya bulanan, biaya buku, dsb.

Jadi kalau ada yang berkata ‘Asuransi kesehatan itu mahal’ atau ‘Masuk asuransi itu rugi’ , Anda sudah bisa tersenyum-senyum mendengar perkataan itu, karena Anda sudah 1 langkah di depan dia dalam menilai sesuatu itu mahal atau tidak. Yang harus ditanam di dalam diri dan pikiran kita adalah bahwa diri kita jauh lebih mahal daripada premi yang dibayarkan, karena premi itu tujuannya juga untuk melindungi diri kita sendiri yang jauh lebih berharga.

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Danamon dan Manulife Indonesia Meluncurkan Primajaga 100, Sediakan Proteksi Terjangkau untuk Segmen Mass Market

Rambah sektor asuransi mikro, Danamon dan Manulife luncurkan program Primajaga100 di Pasar Modern, Bumi Serpong Damai, Tangerang pada 6 Mei 2013. Program ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap asuransi jiwa dengan menyediakan solusi asuransi yang terjangkau melalui unit mikro perbankan Danamon, Danamon Simpan Pinjam (DSP)

 

Dengan berbagai pilihan jumlah premi, mulai dari Rp10.000, Danamon dan Manulife yakin program ini akan diminati banyak konsumen, terutama kalangan menengah dan wirausahawan. Menurut Chris Bendl, Chief Executive Officer dan President Director Manulife Indonesia, tingkat kesadaran akan pentingnya memiliki perlindungan asuransi di masyarakat Indonesia meningkat. Oleh karena itu, memperkenalkan produk Primajaga100 melalui jaringan luas yang dimiliki oleh Bank Danamon Simpan Pinjam merupakan sebuah strategi yang tepat dalam rangka menyediakan solusi keuangan terdepan bagi segmen masyarakat yang penting dan sedang berkembang di Indonesia ini.

Fitur menarik lainnya yang ditawarkan oleh Primajaga100 antara lain, jaminan polis terbit di cabang, tidak diperlukan tes kesehatan, proses pembayaran premi yang mudah, serta pengembalian premi sebesar 100% pada masa akhir kontrak.

“Apabila tidak ada klaim selama periode perlindungan, premi akan dikembalikan seratus persen di akhir periode. Jika terjadi risiko dari nasabah, misalnya meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan senilai 500x premi bulanan,” kata Minhari Handikusuma, Direktur Mikro Perbankan Danamon.

Distribusi penjualan produk Primajaga100 akan dilaksanakan secara bertahap. Di kuartal pertama tahun ini, 44 cabang DSP di Sumatera telah siap melayani. Di kuartal kedua Danamon akan mendistribusikan ke 91 cabang tambahan lagi dan harapannya pada akhir 2013 Danamon sudah dapat memasarkan produk ini di 250 cabang DSP di Sumatera.

Di akhir acara peluncuran, Danamon dan Manulife mengadakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) melalui penyediaan pemeriksaan kesehatan dan darah gratis di lokasi.

Untuk selengkapnya klik Press release Danamon Manulife Micro Insurance_IND.

Sumber : http://www.manulife-indonesia.com

Berapakah Biayanya ?

ProActive Plus
ProActive Plus

Pertanyaan itu yang diajukan oleh seseorang, saat kami membicarakan tentang kematian.

Setiap orang tidak akan bisa terelakkan bahwa dirinya atau diri dari sanak saudara atau keluarga akan meninggal.  Tetapi setiap orang hanya bertanya-tanya kapan, atau menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.

Menurut orang tersebut, biaya meninggal termasuk untuk dikuburkan atau persemayaman, dibutuhkan kira-kira Rp 20 juta. Tetapi, apakah cukup hanya dengan uang tersebut ? Kita membutuhkan peti mati yang harganya sudah jutaan, sewa tempat persemayaman, orang-orang yang membantu, sewa bis, dan lain-lain.

Pertanyaan : Apakah cukup hanya dengan  dana Rp 20 juta, jika terjadi resiko meninggal di saat yang tidak kita ketahui ?

Jika ya, apakah Anda siap untuk mengeluarkan biaya sebanyak itu bila sudah waktunya ?

Jika tidak, apakah yang harus dilakukan untuk memenuhi biaya tersebut ?

Setiap orang mengatakan  “saya tidak butuh asuransi jiwa”, “kamu sumpahin orang tua saya mati?”, dan beberapa kalimat negatifnya.

Tetapi boleh kita pertimbangkan, apakah kita sudah siap dengan dana yang akan dibutuhkan suatu saat nanti ?

Boleh dibilang, terkadang kita mengabaikan pentingnya asuransi jiwa dalam hidup seseorang, dengan alasan duit hangus, atau mahal.

Sebenarnya, bila kita coba hitung-hitung, setiap premi yang kita bayarkan , jumlahnya jauh lebih kecil daripada uang pertanggungan yang dikeluarkan oleh asuransi.

Sekitar 2 tahun lalu, saya mengasuransikan papa saya yang saat itu berumur 51 tahun dengan premi Rp 8.5 juta per tahun dengan uang pertanggungan Rp 200 juta. Sekilas kita melihat, mungkin premi Rp 8.5 juta per tahun, agak mahal. Tetapi, apakah kita pernah berpikir, bahwa pada saat terjadi resiko meninggal pada papa saya, segala keperluan untuk persemayaman dan pemakamannya bisa ditutupi oleh uang klaim pertanggungan asuransi nanti. Bila resiko terjadi saat tahun ke-10, saya hanya mengeluarkan uang Rp 85 juta, tetapi mendapatkan Rp 200 juta untuk membantu keperluan saya nantinya.

Jika Anda berpikir mengeluarkan uang yang cukup besar untuk premi, pernahkah Anda berpikir bahwa Anda akan mendapatkan berkali-kali besarnya dari uang yang Anda bayarkan, bisa 20x, 30x, atau mungkin ratusan kali.

Secara sederhana , bisa disimpulkan jika kita hanya perlu mengeluarkan yang kecil , untuk mendapatkan yang besar, mengapa tidak dilakukan sekarang juga ?

Berinvestasilah di asuransi , selama kita mampu, sebelum dana kita habis oleh gaya hidup kita atau cara kita yang salah mengolah dana.

#Proactive Plus , Proliving

Manulife Value Protector

Dalam memilih asuransi yang merupakan proteksi bagi kita, ada kalanya kita mempertimbangkan seberapa besar dan lama produk tersebut dapat melindungi dan memberi kenyamanan bagi diri tertanggung mulai dari berumur 6 bulan – 70 tahun.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah asuransi tersebut bisa :

1. Memberikan proteksi seumur hidup , sehingga masa PENSIUN Anda juga menyenangkan ?

2. Memberikan perlindungan terhadap 56 PENYAKIT KRITIS sampai dengan usia 99 tahun ?

56 Penyakit Kritis

3. Memberikan Up penyakit kritis bs 3x lipat UP Jiwa

4. Mengklaim angioplasty jantung sd 25% dr UP penyakit kritis

5. Memberikan bagian Investasi menjadi 102% mulai thn ke 6 ?

Porsi Investasi Manulife Value Protector

6. Klaim yang berlaku diseluruh dunia ?

7.HIV bs klaim*

8. Tanpa biaya untuk TOP UP

9. Berbagai pilihan investasi

Bila Anda menemukan produk seperti di atas, itulah “Manulife Value Protector”, produk yang baru saja launching tanggal 13 Juni 2012, yang memberikan hasil maksimal dengan premi minimal.

Perhitungan yang pernah dibuat, untuk Premi Bulanan Rp 500rb dan Top Up Bulanan Rp 500rb bagi anak berumur 6 bulan, maka di usianya ke-16, anak tersebut mendapatkan proyeksi hasil investasi sebesar kurang lebih Rp 1 M.

Selama promo sampai dengan Agustus 2012, maka setiap nasabah akan mendapat voucher 500.000 utk premi min Rp 8jt setahun dan akan mendapat undian tiket JKT – SINGP – JKT dg GFF Garuda.

Asuransi Kesehatan Seumur Hidup – ProHealth

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti akan mengalami resiko sakit, tetapi kita tidak mengetahui kapan waktu tepatnya.
Bila saat seseorang mengalami resiko sakit, adalah baik bila orang tersebut sudah menyiapkan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
ProHealth sebagai salah satu produk unggulan dari Manulife Financial, memberikan proteksi kesehatan SEUMUR HIDUP. Tidak seperti asuransi kesehatan lainnya yang hanya memproteksi sampai umur 65 tahun atau 75 tahun, ProHealth memproteksi sampai umur 99 tahun, walaupun membayar HANYA sampai umur 70 tahun. Bukan hanya itu saja, pada umur 75 tahun, bonus manfaat akan ditambahkan 50% dari Uang Pertanggungan Awal.
ProHealth juga akan mengembalikan sejumlah premi yang sudah dibayarkan , bila terjadi resiko meninggal pada tertanggung sesuai dengan ketentuan berlaku.
Masih ada produk kesehatan lain yang lebih baik dari ini ?

Manulife dan Pro Health – Asuransi Kesehatan Seumur Hidup

Investasi di Asuransi

Mungkin bagi sebagian orang , masih mempertanyakan atau bahkan menolak tentang pernyataan Investasi di Asuransi.

Diambil dari web wikipedia, Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Sudah jelas, bahwa investasi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Apa bedanya antara investasi di bank, saham, emas dan Asuransi ? Bila dikatakan, misalnya investasi emas saham tinggi returnnya dan aman, investasi saham lebih tinggi lagi returnnya. Bagaimana dengan investasi di Asuransi ? Investasi di Asuransi lebih menarik daripada investasi di bank, dengan suku bunga yang mengecil dan biaya bulanan yang meningkat. Menaruh uang di bank, bukanlah suatu investasi, karena keuntungan yang didapat belum tentu sebesar keuntungan yang diharapkan.

Bila kita coba menghitung-hitung :

misalnya Mr. A berumur 35 tahun, pendapatannya sebesar Rp 5 juta/bulan, berarti pendapatannya Rp 60 juta/tahun. Sampai umur 60 tahun , dengan asumsi tidak ada kenaikan gaji , maka pendapatannya Rp 1.5M.

Misalnya Mr. A pada umur 45 tahun mendapat resiko meninggal / kecelakaan yang membuatnya tidak bisa bekerja lagi, maka dia kehilangan pendapatan sebesar ( 60 tahun – 45 tahun ) x Rp 60 juta = Rp 900 juta.

Dengan kehilangan hak dia Rp 900 juta untuk menghidupi dirinya atau keluarganya di masa mendatang, apa yang harus dilakukan ? Apakah mengambil tabungannya di bank ? Menjual saham atau investasi lainnya ?

Tidak lain dan bukan , hanya Asuransi yang bisa memberikan tabungan sebagai pengganti ketidakmampuan Mr. A dalam menjalani kehidupannya atau keluarganya di masa depan.

Bila pendapatan Mr. A sampai umur 60 tahun bisa terkumpul Rp1.5M, maka Mr. A disarankan membeli asuransi jiwa/kecelakaan sebesar minimal Rp 1.5M. Supaya , bila terjadi resiko di umur sebelum 60 tahun atau bahkan lebih, Mr. A dan keluarga tidak perlu lagi bingung atau depresi karena tidak ada pendapatan lagi.

Saat ini , Manulife Financial mempunyai produk khusus asuransi Jiwa / Kecelakaan saja, bernama ProActive Plus dengan UP mulai Rp 1M, dan premi mulai Rp 4 juta setahun, dengan premi flat sampai umur 70 tahun.

Asuransi Jiwa

Bila Anda masih meragukan diri Anda untuk diasuransi atau tidak, Anda mulai sekarang berpikir berapa besar atau lama lagi Anda harus bekerja untuk mendapatkan tabungan sebesar yang Anda inginkan, bila Anda tidak mampu bekerja lagi atau pensiun nanti 🙂

Untuk mendapatkan hitung-hitungan premi , bisa email ke bonie.corina99@gmail.com atau 08129409026

Bila Anda bisa menginvestasikan aset-aset Anda, mengapa Anda tidak menginvestasikan jiwa Anda, sebagai Aset termahal Anda ?

Selama kita mampu, berikan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.

 

Don’t Put Your Egg in One Basket

Kuote “Don’t Put Your Egg in One Basket” adalah sering diperdengarkan oleh para ahli finansial dalam menyimpan atau menginvestasikan uangnya.

Ya, memang benar. Seseorang harus mendiversifikasi uang/tabungannya di beberapa macam investasi, untuk meminimalis resiko investasi yang terjadi. Tidak benar, bahwa dikatakan ada suatu investasi yang tidak ada resiko. Ada resiko, tetapi mempunyai tingkat resiko yang berbeda-beda, yaitu resiko kecil, menengah, dan tinggi. Dalam berinvestasi pun, ada beberapa periode, periode jangka pendek ( < 1 thn), periode menengah ( 1-5 thn), periode jangka panjang (> 5 thn).

Pilihan berbagai investasi , selain dari tingkat resiko dan periode investasi, juga dapat dilihat dari karakter investor : tidak menyukai resiko, netral, menyukai resiko.

Berbagai investasi yang ditawarkan sebenarnya baik, tetapi itu semua tergantung pada karakter dan maksud investor dalam berinvestasi. Berapa lama dan besar pengembalian (return) investasi yang akan diharapkan. Bila salah memilih investasi, maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan oleh para investor.

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!