Danamon dan Manulife Indonesia Meluncurkan Primajaga 100, Sediakan Proteksi Terjangkau untuk Segmen Mass Market

Rambah sektor asuransi mikro, Danamon dan Manulife luncurkan program Primajaga100 di Pasar Modern, Bumi Serpong Damai, Tangerang pada 6 Mei 2013. Program ini bertujuan untuk memperluas akses terhadap asuransi jiwa dengan menyediakan solusi asuransi yang terjangkau melalui unit mikro perbankan Danamon, Danamon Simpan Pinjam (DSP)

 

Dengan berbagai pilihan jumlah premi, mulai dari Rp10.000, Danamon dan Manulife yakin program ini akan diminati banyak konsumen, terutama kalangan menengah dan wirausahawan. Menurut Chris Bendl, Chief Executive Officer dan President Director Manulife Indonesia, tingkat kesadaran akan pentingnya memiliki perlindungan asuransi di masyarakat Indonesia meningkat. Oleh karena itu, memperkenalkan produk Primajaga100 melalui jaringan luas yang dimiliki oleh Bank Danamon Simpan Pinjam merupakan sebuah strategi yang tepat dalam rangka menyediakan solusi keuangan terdepan bagi segmen masyarakat yang penting dan sedang berkembang di Indonesia ini.

Fitur menarik lainnya yang ditawarkan oleh Primajaga100 antara lain, jaminan polis terbit di cabang, tidak diperlukan tes kesehatan, proses pembayaran premi yang mudah, serta pengembalian premi sebesar 100% pada masa akhir kontrak.

“Apabila tidak ada klaim selama periode perlindungan, premi akan dikembalikan seratus persen di akhir periode. Jika terjadi risiko dari nasabah, misalnya meninggal dunia, ahli waris akan mendapatkan uang pertanggungan senilai 500x premi bulanan,” kata Minhari Handikusuma, Direktur Mikro Perbankan Danamon.

Distribusi penjualan produk Primajaga100 akan dilaksanakan secara bertahap. Di kuartal pertama tahun ini, 44 cabang DSP di Sumatera telah siap melayani. Di kuartal kedua Danamon akan mendistribusikan ke 91 cabang tambahan lagi dan harapannya pada akhir 2013 Danamon sudah dapat memasarkan produk ini di 250 cabang DSP di Sumatera.

Di akhir acara peluncuran, Danamon dan Manulife mengadakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/CSR) melalui penyediaan pemeriksaan kesehatan dan darah gratis di lokasi.

Untuk selengkapnya klik Press release Danamon Manulife Micro Insurance_IND.

Sumber : http://www.manulife-indonesia.com

Berapakah Biayanya ?

ProActive Plus
ProActive Plus

Pertanyaan itu yang diajukan oleh seseorang, saat kami membicarakan tentang kematian.

Setiap orang tidak akan bisa terelakkan bahwa dirinya atau diri dari sanak saudara atau keluarga akan meninggal.  Tetapi setiap orang hanya bertanya-tanya kapan, atau menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.

Menurut orang tersebut, biaya meninggal termasuk untuk dikuburkan atau persemayaman, dibutuhkan kira-kira Rp 20 juta. Tetapi, apakah cukup hanya dengan uang tersebut ? Kita membutuhkan peti mati yang harganya sudah jutaan, sewa tempat persemayaman, orang-orang yang membantu, sewa bis, dan lain-lain.

Pertanyaan : Apakah cukup hanya dengan  dana Rp 20 juta, jika terjadi resiko meninggal di saat yang tidak kita ketahui ?

Jika ya, apakah Anda siap untuk mengeluarkan biaya sebanyak itu bila sudah waktunya ?

Jika tidak, apakah yang harus dilakukan untuk memenuhi biaya tersebut ?

Setiap orang mengatakan  “saya tidak butuh asuransi jiwa”, “kamu sumpahin orang tua saya mati?”, dan beberapa kalimat negatifnya.

Tetapi boleh kita pertimbangkan, apakah kita sudah siap dengan dana yang akan dibutuhkan suatu saat nanti ?

Boleh dibilang, terkadang kita mengabaikan pentingnya asuransi jiwa dalam hidup seseorang, dengan alasan duit hangus, atau mahal.

Sebenarnya, bila kita coba hitung-hitung, setiap premi yang kita bayarkan , jumlahnya jauh lebih kecil daripada uang pertanggungan yang dikeluarkan oleh asuransi.

Sekitar 2 tahun lalu, saya mengasuransikan papa saya yang saat itu berumur 51 tahun dengan premi Rp 8.5 juta per tahun dengan uang pertanggungan Rp 200 juta. Sekilas kita melihat, mungkin premi Rp 8.5 juta per tahun, agak mahal. Tetapi, apakah kita pernah berpikir, bahwa pada saat terjadi resiko meninggal pada papa saya, segala keperluan untuk persemayaman dan pemakamannya bisa ditutupi oleh uang klaim pertanggungan asuransi nanti. Bila resiko terjadi saat tahun ke-10, saya hanya mengeluarkan uang Rp 85 juta, tetapi mendapatkan Rp 200 juta untuk membantu keperluan saya nantinya.

Jika Anda berpikir mengeluarkan uang yang cukup besar untuk premi, pernahkah Anda berpikir bahwa Anda akan mendapatkan berkali-kali besarnya dari uang yang Anda bayarkan, bisa 20x, 30x, atau mungkin ratusan kali.

Secara sederhana , bisa disimpulkan jika kita hanya perlu mengeluarkan yang kecil , untuk mendapatkan yang besar, mengapa tidak dilakukan sekarang juga ?

Berinvestasilah di asuransi , selama kita mampu, sebelum dana kita habis oleh gaya hidup kita atau cara kita yang salah mengolah dana.

#Proactive Plus , Proliving

Manulife Value Protector

Dalam memilih asuransi yang merupakan proteksi bagi kita, ada kalanya kita mempertimbangkan seberapa besar dan lama produk tersebut dapat melindungi dan memberi kenyamanan bagi diri tertanggung mulai dari berumur 6 bulan – 70 tahun.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah asuransi tersebut bisa :

1. Memberikan proteksi seumur hidup , sehingga masa PENSIUN Anda juga menyenangkan ?

2. Memberikan perlindungan terhadap 56 PENYAKIT KRITIS sampai dengan usia 99 tahun ?

56 Penyakit Kritis

3. Memberikan Up penyakit kritis bs 3x lipat UP Jiwa

4. Mengklaim angioplasty jantung sd 25% dr UP penyakit kritis

5. Memberikan bagian Investasi menjadi 102% mulai thn ke 6 ?

Porsi Investasi Manulife Value Protector

6. Klaim yang berlaku diseluruh dunia ?

7.HIV bs klaim*

8. Tanpa biaya untuk TOP UP

9. Berbagai pilihan investasi

Bila Anda menemukan produk seperti di atas, itulah “Manulife Value Protector”, produk yang baru saja launching tanggal 13 Juni 2012, yang memberikan hasil maksimal dengan premi minimal.

Perhitungan yang pernah dibuat, untuk Premi Bulanan Rp 500rb dan Top Up Bulanan Rp 500rb bagi anak berumur 6 bulan, maka di usianya ke-16, anak tersebut mendapatkan proyeksi hasil investasi sebesar kurang lebih Rp 1 M.

Selama promo sampai dengan Agustus 2012, maka setiap nasabah akan mendapat voucher 500.000 utk premi min Rp 8jt setahun dan akan mendapat undian tiket JKT – SINGP – JKT dg GFF Garuda.

Asuransi Kesehatan Seumur Hidup – ProHealth

Setiap manusia dalam kehidupannya pasti akan mengalami resiko sakit, tetapi kita tidak mengetahui kapan waktu tepatnya.
Bila saat seseorang mengalami resiko sakit, adalah baik bila orang tersebut sudah menyiapkan yang terbaik untuk dirinya sendiri.
ProHealth sebagai salah satu produk unggulan dari Manulife Financial, memberikan proteksi kesehatan SEUMUR HIDUP. Tidak seperti asuransi kesehatan lainnya yang hanya memproteksi sampai umur 65 tahun atau 75 tahun, ProHealth memproteksi sampai umur 99 tahun, walaupun membayar HANYA sampai umur 70 tahun. Bukan hanya itu saja, pada umur 75 tahun, bonus manfaat akan ditambahkan 50% dari Uang Pertanggungan Awal.
ProHealth juga akan mengembalikan sejumlah premi yang sudah dibayarkan , bila terjadi resiko meninggal pada tertanggung sesuai dengan ketentuan berlaku.
Masih ada produk kesehatan lain yang lebih baik dari ini ?

Manulife dan Pro Health – Asuransi Kesehatan Seumur Hidup

Investasi di Asuransi

Mungkin bagi sebagian orang , masih mempertanyakan atau bahkan menolak tentang pernyataan Investasi di Asuransi.

Diambil dari web wikipedia, Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Sudah jelas, bahwa investasi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Apa bedanya antara investasi di bank, saham, emas dan Asuransi ? Bila dikatakan, misalnya investasi emas saham tinggi returnnya dan aman, investasi saham lebih tinggi lagi returnnya. Bagaimana dengan investasi di Asuransi ? Investasi di Asuransi lebih menarik daripada investasi di bank, dengan suku bunga yang mengecil dan biaya bulanan yang meningkat. Menaruh uang di bank, bukanlah suatu investasi, karena keuntungan yang didapat belum tentu sebesar keuntungan yang diharapkan.

Bila kita coba menghitung-hitung :

misalnya Mr. A berumur 35 tahun, pendapatannya sebesar Rp 5 juta/bulan, berarti pendapatannya Rp 60 juta/tahun. Sampai umur 60 tahun , dengan asumsi tidak ada kenaikan gaji , maka pendapatannya Rp 1.5M.

Misalnya Mr. A pada umur 45 tahun mendapat resiko meninggal / kecelakaan yang membuatnya tidak bisa bekerja lagi, maka dia kehilangan pendapatan sebesar ( 60 tahun – 45 tahun ) x Rp 60 juta = Rp 900 juta.

Dengan kehilangan hak dia Rp 900 juta untuk menghidupi dirinya atau keluarganya di masa mendatang, apa yang harus dilakukan ? Apakah mengambil tabungannya di bank ? Menjual saham atau investasi lainnya ?

Tidak lain dan bukan , hanya Asuransi yang bisa memberikan tabungan sebagai pengganti ketidakmampuan Mr. A dalam menjalani kehidupannya atau keluarganya di masa depan.

Bila pendapatan Mr. A sampai umur 60 tahun bisa terkumpul Rp1.5M, maka Mr. A disarankan membeli asuransi jiwa/kecelakaan sebesar minimal Rp 1.5M. Supaya , bila terjadi resiko di umur sebelum 60 tahun atau bahkan lebih, Mr. A dan keluarga tidak perlu lagi bingung atau depresi karena tidak ada pendapatan lagi.

Saat ini , Manulife Financial mempunyai produk khusus asuransi Jiwa / Kecelakaan saja, bernama ProActive Plus dengan UP mulai Rp 1M, dan premi mulai Rp 4 juta setahun, dengan premi flat sampai umur 70 tahun.

Asuransi Jiwa

Bila Anda masih meragukan diri Anda untuk diasuransi atau tidak, Anda mulai sekarang berpikir berapa besar atau lama lagi Anda harus bekerja untuk mendapatkan tabungan sebesar yang Anda inginkan, bila Anda tidak mampu bekerja lagi atau pensiun nanti 🙂

Untuk mendapatkan hitung-hitungan premi , bisa email ke bonie.corina99@gmail.com atau 08129409026

Bila Anda bisa menginvestasikan aset-aset Anda, mengapa Anda tidak menginvestasikan jiwa Anda, sebagai Aset termahal Anda ?

Selama kita mampu, berikan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.

 

Don’t Put Your Egg in One Basket

Kuote “Don’t Put Your Egg in One Basket” adalah sering diperdengarkan oleh para ahli finansial dalam menyimpan atau menginvestasikan uangnya.

Ya, memang benar. Seseorang harus mendiversifikasi uang/tabungannya di beberapa macam investasi, untuk meminimalis resiko investasi yang terjadi. Tidak benar, bahwa dikatakan ada suatu investasi yang tidak ada resiko. Ada resiko, tetapi mempunyai tingkat resiko yang berbeda-beda, yaitu resiko kecil, menengah, dan tinggi. Dalam berinvestasi pun, ada beberapa periode, periode jangka pendek ( < 1 thn), periode menengah ( 1-5 thn), periode jangka panjang (> 5 thn).

Pilihan berbagai investasi , selain dari tingkat resiko dan periode investasi, juga dapat dilihat dari karakter investor : tidak menyukai resiko, netral, menyukai resiko.

Berbagai investasi yang ditawarkan sebenarnya baik, tetapi itu semua tergantung pada karakter dan maksud investor dalam berinvestasi. Berapa lama dan besar pengembalian (return) investasi yang akan diharapkan. Bila salah memilih investasi, maka hasilnya tidak akan sesuai dengan yang diharapkan oleh para investor.

Hello world!

Welcome to WordPress.com! This is your very first post. Click the Edit link to modify or delete it, or start a new post. If you like, use this post to tell readers why you started this blog and what you plan to do with it.

Happy blogging!