Salah Satu Tips Mencapai Tujuan Keuangan Anda

IMG_20170607_234826_857

Hal yang sering dicari oleh calon klien adalah “Premi termurah” tanpa memikirkan manfaat apa yang didapat.
Karena pada umumnya pemikiran mereka adalah “Yang penting ada.”
Apakah “Yang penting ada” ini memberikan jaminan perlindungan bagi calon klien tersebut?
Pastinya YA, selama calon klien tersebut hidup sehat dan kuat.

Coba kita melihat mundur ke belakang 10 tahun, apakah keadaan kesehatan kita sekarang sama dengan keadaan 10 tahun yang dulu ?
Saya sering dengar calon klien saat ditawarkan tambah manfaat rumah sakit dan penyakit kritis, jawabannya ‘Saya tidak mau sakit. Ga usahlah beli rumah sakit mahal-mahal”.
Tapi setelah obrol panjang lebar, akhirnya calon klien bertanya, “Apakah manfaatnya ini cover fisiotherapi? Karena saya sudah 2x fisiotherapi, mahal ui”.
Loh…loh…loh….. Jadi sadarkan ya, bahwa :
1. Pengobatan itu mahal
2. Keadaan kita sekarang berbeda dari keadaan kita di 10 tahun ke belakang
3. Penyakit datang tanpa permisi

Apakah saat kita 10 tahun yang lalu akan mengetahui keadaan kita di masa sekarang?
Yang biasanya takut kena kanker, ternyata kena gangguan tulang belakang.
6 tahun lalu, Saya membeli tambahan manfaat rawat jalan kanker untuk Papa saya seorang perokok berat. Ternyata tahun lalu beliau malah menderita penyakit TBC.
Apakah Saya tahu beliau akan menderita TBC saat mau membeli polis ?

RESIKO itu datang TANPA KEPASTIAN, baik waktu dan besarnya resiko.
PREMI Asuransi itu mempunyai angka dan waktu yang PASTI.

Bila ada yang PASTI PASTI saja, mengapa harus memilih yang TIDAK PASTI ?

#perencanaankeuangan #resikohidup
#financialplanning #financialfreedom #risk #insurance #criticalillness
#life #lifeisgood #lifeiseasy #lifestyle

Dapat THR Mau Diapain

 

Dapat THR mau dikemanain ?

Kebutuhan secara keuangan :
1. Dana Pendidikan
2. Jaminan Hari Tua
3. Investasi
4. Kesehatan
5. Perlindungan Aset

Tentukan PRIORITAS Kebutuhannya.

Berkah Savelink memakai akad “wakalah bil ujrah” yaitu Akad pemberian kewenangan oleh Pemegang Polis kepada Pengelola untuk mengelola dan menginvestasikan Dana Tabarru, serta menginvestasikan Dana Peserta dengan memberikan sejumlah Ujrah (Fee).
Dana Tabarru merupakan kumpulan kontribusi ikhlas dari Peserta dengan akad tolong-menolong dengan tujuan saling tolong menolong apabila ada Peserta yang mengalami musibah yang diasuransikan.

#dapatTHR #thr #tunjanganhariraya
#idulfitri #lebaran
#investment #pension #healthinsurance #education #savings #protection #paperasset
#sharia

Bonie Corina | 08129409026

Safe Deposit Box

“Saya ga butuh asuransi kesehatan, sudah ada dari kantor.”
“Saya ga butuh asuransi kesehatan, sudah ada dari BPJS.”
Itu respon yang sering muncul, bila ditawarkan untuk membeli asuransi Kesehatan.
Tetapi, pernahkah terpikir bahwa :
1. Mau sampai kapan bekerja di Perusahaan itu?
2. Cukupkah limit asuransi yang disediakan oleh Perusahaan?
3. Bagaimana pelayanan dari Perusahaan Asuransinya?

Asuransi Kesehatan itu seperti “Safe Deposit Box (SDB)”, yang merupakan sebuah ruang kotak yang mem-PROTEKSI barang-barang berharga milik seseorang.
Semakin besar kita bayar, semakin besar ruang kotak yang kita dapat.
Semakin awal kita bayar, semakin murah dan semakin mudah kita dapat.
Semakin tinggi kredibilitas perusahaan SDB yang kita pilih, semakin tinggi rasa aman dan kualitas pelayanan yang kita dapat.

SDB memproteksi barang-barang barang-barang yang bisa dinilai harganya.
Asuransi Kesehatan memproteksi Anda yang tak ternilai harganya.

Jika Anda memakai SDB untuk proteksi barang berharga Anda, terlebih lagi diri Anda.

Asuransi Kesehatan Manulife “double claim” dengan asuransi kesehatan Perusahaan lain, sehingga saat klaim Anda sudah dibayar full 100% oleh perusahaan asuransi Anda sekarang, maka Manulife akan membayarkan kembali klaim Anda.
#pintarpintarberasuransi

Bonie Corina | 08129409026

Menentukan “Nilai Proteksi Ideal”

Sebagian besar dari kita yang masih berusia produktif, adalah generasi sandwich.
Di mana kita bekerja menghasilkan uang untuk diri kita sendiri, orang tua, dan adik/saudara/anak.
Kemampuan untuk menjadi produktif ini tidak akan terlepas dari kita, selama kita masih hidup dalam keadaan baik-baik saja atau sehat.

Pernahkah terpikirkan,
Bagaimana kalau terjadi resiko meninggal pada kita saat berada dalam kategori usia produktif ?
Siapakah yang akan menggantikan kita sebagai generasi sandwich ?
Apakah yang dapat menggantikan biaya kehidupan orang tua dan adik/saudara/anak ?

Untuk menjawab itu semua, sebagai salah satu solusinya adalah pada saat kita masih dalam keadaan sehat dan produktif, kita harus menentukan “Nilai Proteksi Ideal” untuk diri kita sendiri dan kemudian menyiapkannya dengan cara yang tepat.

“Nilai Proteksi Ideal” adalah nilai yang ideal untuk menggantikan nilai seseorang dari resiko yang terjadi tiba-tiba pada dirinya, sehingga nilai tersebut bisa memenuhi kebutuhan kehidupan keluarganya di masa yang akan datang.

“Nilai Proteksi Ideal” ini adalah sama dengan Uang Pertanggungan yang merupakan manfaat utama dari Asuransi Jiwa.
Sehingga pada saat seseorang sudah dapat menentukan “Nilai Proteksi Ideal” bagi dirinya, maka ia menyiapkannya melalui besar Uang Pertanggungan dari asuransi jiwa.

Salah satu cara menentukan “Nilai Proteksi Ideal” adalah dengan membagi penghasilan setahun dengan bunga deposito rata-rata per tahun.
Contoh :
Saudara A berusia 30 tahun, mempunyai penghasilan Rp 10 Juta/bulan.
Maka penghasilannya adalah Rp 120 Juta/tahun.
Bunga deposito adalah 6%/tahun.
Maka “Nilai Proteksi Ideal” saudara A = 120 Juta : 6% = 2 M

Sudahkah Saudara A menyiapkan dana sebesar Rp 2M untuk keluarganya, bila suatu hari ia terkena resiko meninggal tiba-tiba ?
Butuh waktu lama untuk mengumpulkan dana sebesar Rp 2M, apalagi kita tidak pernah tahu kapan resiko itu datang. Apakah di saat resiko datang, Saudara A sudah siap dengan tabungannya Rp 2 M ?
Hanya dengan menggunakan asuransi jiwa, Saudara A dengan keuangan terbatas, bisa membentuk tabungan/aset sebesar Rp 2M dalam waktu singkat, tanpa mengganggu kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Salah satu asuransi jiwa yang bisa dipilih adalah MEA (Manulife Essential Assurance) di mana Saudara A cukup menyisihkan :
– 24 Juta/tahun (20% dari penghasilan tahunan) hanya 10 tahun, total Rp 240 Juta atau
– 17 Juta/tahun (17% dari penghasilan tahunan) hanya 20 tahun, total Rp 170 Juta
untuk menciptakan tabungan/aset sebesar Rp 2M yang berlaku seumur hidup.

mea

Selama Anda masih sehat dan produktif, dan peduli pada keluarga atau orang-orang yang Anda kasihi, mulailah merencanakan keuangan Anda bersama Financial Consultant Anda yang mengerti dan terpercaya.

Bonie Corina, SFP | 62-812-9409026

Manfaat vs Sisihkan

jgn-tanya

Kuot ini dibuat karena selama ini, sebagian besar orang masih meragukan atau bahkan menghindari untuk berasuransi, dengan alasan ‘Asuransi mahal’ atau ‘Buat apa Asuransi, emang dapat apa ?’ atau ‘Mending nabung sendiri daripada buat bayar Asuransi.’.

Padahal yang benar adalah pada awalnya kita memikirkan dan menentukan seberapa besar pendapatan yang kita peroleh atau dana yang kita punya, mau kita sisihkan untuk berasuransi. Dari dana yang sudah kita tentukan, maka akan dapat ditentukan seberapa besar manfaat yang akan kita peroleh di saat kita hidup dalam keadaan sehat, hidup dalam keadaan cacat atau sakit, atau bahkan setelah kita meninggal.

Jadi, bila dari dalam diri kita sendiri adalah disiplin dan bisa mengatur keuangan kita, maka akan menepis pernyataan-pernyataan negatif di atas.

#mariberasuransi
#ayoberubah
#jadiandalan

Bonie Corina | 08129409026

 

Menabung di Asuransi sama dengan berinvestasi (membuat Paper Asset)

Menurut definisi Wikipedia, Aset adalah sumber ekonomi yang diharapkan memberikan manfaat usaha di kemudian hari.

Biasanya kita terbiasa dengan Conventional Asset , di mana aset dalam bentuk fisik, contohnya yang paling mudah adalah properti.

Properti dianggap aset yang paling menguntungkan. Dalam membeli properti sebagai warisan, yang harus kita lakukan adalah :

  1. membayar DP 10-30%, bila properti yang dibeli seharga Rp 1M, maka DP harus dibayar sebesar Rp 100-300 Juta yang harus dibayarkan dalam waktu singkat
  2. pada saat mengajukan Kredit Pemilikan Rumah (KPR), diharuskan membayar biaya-biaya administrasi untuk KPR sebesar 5% dari harga yang di KPR
  3. Pada saat membayar cicilan KPR dikenakan bunga 10-15% setahun
  4. Bila cicilan properti sudah selesai, diharuskan membayar lagi biaya serah terima kepemilikan properti
  5. Saat properti sudah dimiliki, harus membayar biaya maintenance
  6. Bila properti akan dijual oleh ahli waris yang membutuhkan uang cash, maka diharuskan lagi membayar pajak jual/beli dan biaya notaris

Sehingga saat kita berinvestasi rumah seharga Rp 1M, sebenarnya kita membayar lagi biaya-biaya lebih dari 20% harga properti di luar bunga KPR.

Selain Conventional Asset, ada yang namanya Paper Asset, di mana aset ini tidak berbentuk fisik , tetapi berupa kertas.

Salah satu contoh Paper Asset adalah asuransi, di mana bila ada seseorang yang hendak membeli Paper Asset seharga Rp 1M sebagai warisan, maka yang harus dilakukan adalah :

  1. tidak perlu membayar DP 10-30%, tetapi langsung membayar cicilan TANPA bunga selama 10 tahun dengan Rp 8.3 juta/bulan. ( Nilai Rp 1M dibagi 120 bulan).
  2. Saat warisan Rp 1M diberikan kepada ahli waris, tidak ada biaya balik nama dan pajak
  3. Mendapatkan bunga atau tingkat pengembalian atas warisan yang dibeli

Fungsi memiliki Paper Asset :
1. Multiplikasi asset. Cara mudah, murah dan pasti menggandakan aset
2. “Kado Special” untuk keluarga tercinta. Kita mungkin bisa hidup biasa-biasa saja, tapi keluarga dan anak-anak kita harus mendapatkan kehidupan yang lebih layak
3. Pembekalan anak/generasi penerus (cucu, cicit, dll). Selain menjamin biaya pendidikan, uang di tangan yang tepat dan bijak akan dapat menjadi saluran berkat bagi banyak orang
4.Shareholder Guarantee dalam dunia usaha, sebagai pemegang saham bersama, tidak perlu khawatir akan perusahaan jika suatu saat ditinggal win-win solution bagi Anda dan mitra bisnis Anda.
5. Strategy cerdik untuk mengembalikan semua Aset yang sudah dikonsumsi selama hidup
6. Sarana berderma dan sosial, penerima aset bisa ditunjuk kepada yayasan panti asuhan atau yayasan lainnya, bisa untuk mewujudkan cita-cita selama hidup jika ingin membangun tempat ibadah untuk masyarakat , dsb.
7. Aset dan Warisan bebas pajak

Kalau sudah mengetahui perbedaan Conventional Asset dengan Paper Asset. 

Manulife Lifestyle Protector (MLP) adalah produk semi-tradisional yang memberikan jaminan premi kembali dan memberikan tingkat bunga tabungan yang tetap hingga polis habis kontrak usia 70 tahun.
Bisa memilih periode menabung 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun.

Bonie Corina | WA : 0812-9409026

 

 

Cara Memilih Asuransi

Dalam memilih asuransi yang tepat buat diri kita, maka pilihlah sesuai dengan kebutuhan dan pendapatan kita.

Contoh :

Seorang pria berumur 32 tahun dengan pendapatapan sebesar Rp 12.5Jt/bulan. Pengeluaran Rp 8 Jt/bulan.

Mempunyai Anak berumur 3 tahun dan 1 tahun.

Asuransi apa yang tepat untuk Pria tersebut ?

Jawab :

Untuk pendapatan Rp 12.5 Jt/bulan, maka pendapatannya adalah Rp 150Jt/thn. Sampai pria itu pensiun di usia 55 tahun, maka total pendapatan yang dimiliki adalah Rp 3.45M, maka untuk melindungi pendapatan sampai usia 55 tahun, Pria tersebut harus membeli Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan (UP) Rp 3.5M.

Untuk kedua anaknya , sesuai dengan survey internal, biaya sekolah dari SD sampai kuliah dengan asumsi sekolah lokal dan kuliah Perguruan Tinggi Negeri, maka perhitungannya adalah :

Anak 3 tahun :

SD Rp 12.96, SMP Rp 17.62, SMA Rp 25.90, Kuliah Rp 466.50 (Dalam Jutaan)

Anak 1 tahun :

SD Rp 15.11, SMP Rp 20.56, SMA Rp 30.21, Kuliah Rp 544.10 (Dalam Jutaan)

Maka Total biaya sekolah untuk kedua anak sampai kuliah adalah Rp 1.132.960.000.

Dengan tabel anuitas , untuk kuliah anak tersebut 17 tahun lagi, dan asumsi nilai investasi 14%, maka untuk pemenuhan biaya sekolah tersebut, dibutuhkan menabung / premi sebesar:

Rp 1.132.960.000/ 67.39 = Rp 16.811.989 per tahun.

Maka dapat disimpulkan :

Untuk Asuransi Jiwa dengan Uang Pertanggungan (UP) Rp 3.5M , pilihannya adalah Pro Active Plus 20 dengan premi sebesar Rp 1 Jt/bulan.

Untuk Pendidikan kedua anaknya, dengan premi 17 Jt/tahun atau Rp 1.5 Jt/bulan , pilihannya adalah Studylink.

Hanya dengan total Rp 2.5 Jt/bulan , Pria itu masih bisa menabung Rp  2 Jt/bulan, dan penciptaan aset untuk keluarga serta sekolah kedua anaknya sudah terpenuhi sampai kuliah.

Dengan ilustrasi seperti di atas, Anda setuju bukan, bila Asuransi dapat dijadikan sebagai tabungan atau salah satu investasi.

Asuransi Tradisional vs Unitlink

Dalam Asuransi , ada istilah Asuransi Tradisional dan Unit link.

Asuransi Tradisional adalah asuransi yang mempunyai nilai pengembalian yang tetap sesuai dengan proposal, kapanpun nilai pengembalian tersebut dikeluarkan.

Asuransi Unitlink adalah asuransi yang menggabungkan asuransi jiwa dan investasi yang biasanya berupa reksadana.

Dari wikipedia, definisi Reksadana adalah wadah dan pola pengelolaan dana/modal bagi sekumpulan investor untuk berinvestasi dalam instrumen-instrumen investasi yang tersedia di Pasar dengan cara membeli unit penyertaan reksadana. Dana ini kemudian dikelola oleh Manajer Investasi (MI) ke dalam portofolio investasi, baik berupa saham, obligasi, pasar uang ataupun efek/sekuriti lainnya.

Perbedaan proposal Asuransi Tradisional dengan Unit link adalah bahwa dalam proposal unitlink terdapat kata Proyeksi untuk nilai pengembalian/investasi. Proyeksi yang dimaksud adalah hasil yang diproyeksikan sesuai dengan nilai hasil investasi yang terjadi pada saat itu. Bila di proposal Asuransi Tradisional, nilai polis yang tercantum adalah pasti.

Bila menginginkan nilai Uang Pertanggungan Jiwa yang besar, maka pilihlah Asuransi Tradisional, karena dengan membayar premi yang sama, mendapatkan Uang Pertanggungan yang lebih besar.

Bila menginginkan adanya nilai investasi pada premi yang dibayarkan , maka pilihlah Asuransi Unit Link.