Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Ketidakmampuan Total)

Manulife Income Replacement (disability)

Seorang pria yang berprofesi sebagai pilot, yang berusia 41 tahun, bernama Mr. A, mempunyai sebuah keluarga harmonis yang dikaruniai seorang anak laki-laki berumur 4 tahun.
Sebagai seorang pilot yang mempunyai jam terbang tinggi, dan tentunya mempunyai resiko yang tinggi pula dalam pekerjaannya, Mr. A merencanakan keuangannya untuk kelangsungan hidup keluarganya di masa depan, apabila Mr. A mengalami resiko dalam menjalankan pekerjaannya.

Mr. A memilih tabungan di Manulife yang bernama Manulife Value Protector Absolute dengan menambahkan Manulife Income Replacement (MIR), di mana setiap semester (6 bulan) , Mr. A hanya menabung di Manulife sejumlah Rp 8.2 Juta (sekitar Rp 1.35 Juta per bulan).
Apabila Mr. A tetap hidup sehat sampai 20 tahun kemudian (usia 61 tahun), maka ia mempunyai tabungan pensiun Rp 637 Juta, dan pada usia 70 tahun mempunyai tabungan Rp 2 M (asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil).
Tetapi, apabila Mr. A mengalami ketidakmampuan total akibat kecelakaan dalam menjalani pekerjaan atau dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada usia ke-63, maka Mr. A mendapatkan tunjangan dari Manulife selama 24 bulan sebesar Rp 20 Juta, kemudian Manulife akan melanjutkan tabungan Mr. A sampai Mr. A berusia 65 tahun.
Bila suatu hari, Mr. A mengalami ketidakmampuan total dan meninggal , maka ahli waris Mr. A tetap akan mendapatkan Rp 20 Juta/bulan sampai kontrak 24 bulan selesai, serta warisan sebesar Rp 500 Juta + nilai polis (bila ada).

Bila kita menghitung selama 20 tahun Mr. A menabung sebesar Rp 8.2 Juta/ 6 bulan, itu sama dengan Mr. A sudah menabung sebesar Rp 328 Juta, tetapi :
– bila terjadi resiko meninggal, Mr. A telah mewariskan aset sejumlah Rp 500 Juta + Rp 637 Juta (nilai polis di usia 61 asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil) total Rp 1.137 M
– bila terjadi resiko ketidakmampuan total di usia 61 tahun, Mr. A mendapatkan tunjangan sebesar Rp 20 Juta/bulan selama 24 bulan + tabungan per semester dibayarkan oleh Manulife hingga usia 65 tahun , total minimal Rp 480 Juta
– bila terjadi resiko ketidakmampuan total dan meninggal, maka Manulife akan tetap memberikan tunjangan sebesar Rp 20 Juta/bulan selama 24 bulan + warisan Rp 500 Juta + nilai polis (bila ada) – bila Mr. A tetap sehat di usia 61 tahun pun, ia tetap mempunyai tabungan senilai Rp 637 Juta (nilai polis di usia 61 asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil)

Dari menabung sebesar Rp 328 juta selama 20 tahun, maka Mr. A bisa mendapatkan pengembalian atau manfaat yang melebihi nilai tabungan yang sudah disetorkan, baik ia dalam keadaan sehat, atau dalam keadaan ketidakmampuan total, atau bahkan terjadi resiko meninggal.

Jika begitu, apakah Anda setuju bahwa “Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi” ?

Manfaat Manulife Income Replacement saat sehatManfaat Manulife Income Replacement saat DisabilityManfaat Saat Ketidakmampuan Total dan Meninggal

Definisi Ketidakmampuan Total :
ketidakmampuan yang disebabkan oleh penyakit/cedera tubuh yang secara keseluruahan mengahalangi Tertanggung untuk melakukan 3 dari 6 aktifitas kehidupan sehari-hari, dengan/tanpa penggunaan alat mekanik, alat khusus/bantuan dan adaptasi lainnya dalam menggunakan alat-alat tersebut untuk orang cacat yang dikonfirmasi oleh dokter ahli yang sesuai.
6 aktifitas kehidupan sehari-hari :
1. membersihkan tubuh
2. menggunakan toilet
3. makan
4. berpindah tempat
5. bergerak
6. berpakaian

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D