Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Tabungan Syariah)

Kesadaran berinvestasi bagi setiap orang merupakan salah satu hal terbaik dalam menjaga gaya hidup orang tersebut di masa yang akan datang. Bila kita sudah melewati masa produksi, diharapkan jangan sampai saat kita dalam masa ketidakproduktifan membuat kita menekan atau menurunkan gaya hidup kita secara drastis.
Selama kita masih produktif, adalah suatu hal bijaksana untuk mencari cara untuk berinvestasi di instrumen yang terpercaya dan sah secara hukum Indonesia.

Salah satu berinvestasi terbaik adalah menabung di Asuransi, di mana tabungan Asuransi Syariah (‘Tabungan Syariah’) yang bernama Berkah Savelink ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk masa tua kita nanti, untuk tabungan anak atau cucu kita. Menabung di Asuransi, bukan saja kita mendapat pengembangan nilainya, tetapi juga mendapat perlindungan.
Seorang Ibu berumur 39 tahun merencanakan mempunyai tabungan masa tuanya dengan memilih Berkah Savelink, di mana beliau memberikan kontribusi sebesar Rp 3.000.000 tiap 6 bulan, dengan alokasi investasi 70% di ekuitas syariah, dan 30% di berimbang syariah.

Dengan menabung di Berkah Savelink, Ibu juga mendapat uang pertanggungan Rp 200 Juta, sehingga bila terjadi resiko meninggal pada si Ibu, maka ahli waris akan menerima Rp 200 Juta dan nilai pengembangan kontribusi dan tabungan Tabarru (bila ada).
Mari kita lihat ilustrasi dari pengembangan kontribusi si Ibu dengan kontribusi Rp 3 Juta per 6 bulan, dengan asumsi 10% per tahun :
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-5, di mana Ibu berusia 44 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 18 Juta.
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-10, di mana Ibu berusia 49 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta.
Saat memasuki usia pensiun normal Ibu di usia ke-55, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 140 Juta.
Saat Ibu memasuki usia 70 tahun, maka proyeksi pengembangan sebesar Rp 682 Juta.

Tabungan 'Berkah Savelink'
Ilustrasi Pertumbuhan Dana Investasi dan Manfaat Berkah Savelink

Apabila Ibu sudah membayar polis selama 10 tahun, yaitu sebesar Rp 60 Juta, dan terjadi resiko meninggal, maka ahli waris berhak atas uang pertanggungan Rp 200 Juta ditambah nilai pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta (asumsi 10% per tahun), dan tabungan tabarru (bila ada). Ahli waris mendapat tabungan yang nilainya jauh lebih besar dari kontribusi yang diberikan si Ibu.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup sampai usia pensiun 55 tahun, yaitu saat polis memasuki tahun ke-16, Ibu akan mempunyai tabungan sebesar Rp 140 Juta, padahal baru saja berkontribusi sebesar 16x Rp 6 Juta, yaitu Rp 96 Juta.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup di usia 49, tetapi dalam keadaan ketidakmampuan total (disability) yang disebabkan oleh Penyakit atau Kecelakaan, maka Ibu dibebaskan dari kontribusinya, karena Manulife yang akan menggantikan kontribusi Ibu tersebut hingga usia 60 tahun, sehingga tabungan pensiun Ibu tetap bertambah menjadi Rp 250 Juta, padahal Ibu baru saja berkontribusi 5 tahun sebesar Rp 30 Juta.

Dari ilustrasi ini menggambarkan dan mengingatkan kita kembali, bahwa menabung di Asuransi atau berkontribusi di tabungan Syariah, bukan hanya memberikan pengembangan atas tabungan/kontribusi kita, tetapi juga memberikan perlindungan atas kehidupan kita, sehingga, baik kita dalam keadaan hidup , tetapi tidak produktif pun, kita masih mempunyai tabungan untuk hidup kita di masa yang akan datang, sehingga penurunan gaya hidup secara drastis akan kecil sekali terjadi.

Berkah Savelink, adalah tabungan dari Manulife yang sesuai dengan prinsip Syariah dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia.
Hasil menabung di Berkah Savelink ini cukup memuaskan, karena selain mendapatkan pengembangan nilai tabungan syariah, juga mendapatkan tabungan tabarru bagi yang berhak, bila terjadi Surplus.

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D