Cara Cerdas Menabung

Kalau selama ini sering menabung di bank atau di deposito, apakah yang diharapkan ?
Pastinya Bunga dan hadiah-hadiah vocher.

Tetapi, apakah itu cukup?
Bagaimana dengan biaya bulanan yang dikenakan ke tabungan kita ?
Atau pajak dari bunga deposito ?
Atau bunga tabungan atau deposito yang ternyata tidak mampu mengalahkan inflasi ?

Bila kita mau secara cermat mengamati pergerakan tabungan kita dari tahun ke tahun, apakah ada perubahan yang signifikan?

Bagaimana bila kita coba memindahkannya ke Manulife Investa, sebagai salah satu cara cerdas untuk menabung atau mengembangkan tabungan kita.
Mengapa ?

1. Menabung bisa dicicil 5x , 10x, 15x, 20x
Dengan hanya menabung selama 5, 10, 15 atau 20tahun Tertanggung akan dilindungi    sampai dengan usia 70 tahun.
Apabila terjadi musibah meninggal dunia pada periode tersebut, Yang Ditunjuk akan menerima 100% dari Uang Pertanggungan, Bonus Uang Pertanggungan ditambah dengan seluruh Nilai Polis beserta hasil pengembangannya.

2. Bonus Uang Pertanggungan(UP) 10-100% tergantung usia.bonusup

Ilustrasi untuk pria berusia 39 tahun tidak merokok, maka dengan memindahkan dana ke Manulife sebesar Rp 20 Juta per tahun, selama 10 tahun, akan mendapatkan :

UP Rp 200 JUta
Bonus UP Rp 80 Juta (40% dari UP)

3. Bonus Uang Pertanggungan Kecelakaan 200% Total UP

Apabila terjadi musibah meninggal dunia akibat kecelakaan terhadap diri Tertanggung, maka Yang Ditunjuk mendapatkan 2x (dua kali) Uang Pertanggungan dan Bonus Uang Pertanggungan, yaitu sebesar Rp 280 Juta + Rp 280 Juta , total Rp 560 Juta,  ditambah dengan seluruh Nilai Investasi beserta hasil pengembangannya.

4. Bonus UP bila terkena 1 dari 6 Penyakit Kritis
Anda juga akan mendapatkan 50% dari Uang Pertanggungan dan Bonus Uang Pertanggungan, yaitu sebesar Rp 140 Juta, jika Anda menderita salah satu dari 6 (enam) Penyakit Kritis, yaitu Gagal Ginjal, Kanker, Kematian Otot Jantung, Operasi Bypass Pembuluh Darah Koroner, Stroke, Transplantasi Organ Tubuh Utama.
Bonus ini diperoleh jika mengambil Plan Platinum

ilustrasi-investa1

5. Bunga di atas inflasi
6. TIDAK ADA Biaya Administrasi dan Biaya Bulanan
7. Tabungan bisa ditarik kapan saja dan semua BONUS UANG PERTANGGUNGAN tetap berlaku, serta JAMINAN Tabungan dikembalikan utuh saat usia 70 tahun.

Ilustrasi bila tidak terjadi pengambilan sampai usia 70 tahun :
ilustrasi-investa2

Ilustrasi di bawah ini adalah bila terjadi penarikan sebagian sebesar Rp 120Juta, proteksi TETAP berlaku sampai tertanggung hidup di usia 70 tahun, dan PENGEMBALIAN tabungan secara utuh sebesar Rp 280 Juta kepada tertanggung.

ilustrasi-investa3

8. Bonus tambahan 1 kupon undian untuk tabungan yang disetor setiap kelipatan Rp 6 Juta, dengan hadiah :
Mobil Honda HR-V 1,5, Motor Honda Beat, IPAD Air 2, Samsung Galaxy J, Sepeda Polygon

TERBATAS sampai 8 Maret 2016.

Yuk pintar-pintar mengelola keuangan kita, supaya kita bisa mendapatkan benefit semaksimal mungkin.

Bonie Corina | via WA : 0812-9409026

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi

Setiap dari kita yang belum mengerti tentang kegunaan asuransi, selalu menganggap asuransi adalah :
1. beban pengeluaran dari pendapatan kita.
2. dana yang sewaktu-waktu bisa diambil
3. merugikan dari segi investasi

Tetapi bila kita telusuri, apakah benar asuransi itu beban pengeluaran dan asuransi itu merugikan?
Tahap paling awal sekali sebelum kita mau memilih dan menabung di asuransi, pahami dahulu bahwa tujuan untuk berasuransi adalah untuk proteksi diri tertanggung.
Apakah yang diproteksi oleh asuransi ?
1. Jiwa
2. aset
3. Income atau pendapatan

Bagaimana asuransi bisa memproteksi jiwa ?
Bagaimana asuransi bisa memproteksi aset ?
Bagaimana asuransi bisa memproteksi income ?

Sebagai proteksi jiwa, asuransi ini berfungsi memberikan uang pertanggungan di saat tertanggung mengalami resiko meninggal. Setiap resiko datang secara tiba-tiba, tanpa memberi petunjuk atau gejala-gejala. Seberapa banyak sekarang orang mengalami kecelakaan di jalan ataupun di rumah, yang tidak jarang pula menyebabkan ketidakmampuan total atau meninggal, dan yang sering terdengar belakangan ini adalah penderita kanker yang tiba-tiba dan meninggal dalam 1-2 bulan.

Minggu lalu, ayah dari teman saya meninggal karena kanker paru-paru, di mana hasil diagnosa diketahui bulan Mei 2015 lalu. Pertengahan Agustus mengalami pendarahan melalui , maaf, lubang dubur, sehingga harus transfusi darah, dan dilakukan tindakan ‘mengikat usus’, tetapi hanya bertahan 1 minggu, ayahnya meninggal, dan biaya di rumah sakit total Rp 200 Juta untuk 1 minggu di ICU.
Apakah Anda termasuk orang yang sudah siap dengan tabungan sebesar itu ?
Bersukur bila kita punya tabungan sebesar itu , dan kita masih bisa melanjutkan hidup kita dengan tidak berkurang suatu apapun.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Sebagai proteksi aset, untuk Anda seorang Ayah / Ibu sedang dalam program cicilan rumah, apakah yang akan dilakukan bila terjadi resiko meninggal atau hidup tapi dalam keadaan cacat karena kecelakaan? Apakah program cicilan rumah berhenti begitu saja, dan akhirnya keluarga Anda pindah ke kontrakan rumah yang lebih murah atau meminta-minta tumpangan tinggal dengan keluarga lain?
Dan lagi-lagi kita bersukur , bila masih mempunyai tabungan lebih untuk tetap melanjutkan program cicilan rumah atau aset lainnya, dan hidup kita masih bisa lanjut seperti biasa.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Sebagai proteksi income atau pendapatan, bila Anda sedang dalam posisi sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan yang menjadi tulang punggung keluarga , atau sedang menabung untuk merencanakan sesuatu, tetapi tiba-tiba terjadi resiko kecelakaan yang menyebabkan ketidakmampuan total atau cacat, apakah hal itu mengganggu kelangsungan hidup keluarga Anda atau rencana tabungan Anda?
Bersukur bila kita masih mempunyai tabungan lebih untuk tetap melanjutkan kehidupan keluarga kita atau rencana tabungan kita.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Menabung di Asuransi sebenarnya sama dengan berinvestasi, dengan modal sekecil-kecilnya, kita mendapat benefit yang besar yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Mengapa dibilang berasuransi sama dengan berinvestasi.
Ada ilustrasi seorang wanita berusia 36 tahun yang menginginkan proteksi jiwa sebesar Rp 200 Juta dan proteksi penyakit kritis sebesar Rp 600 Juta sampai usia 99 tahun, dan diharuskan menabung di asuransi sebesar Rp 13 Juta per tahun, artinya dia cukup menabung sebesar Rp 1.1 Juta per bulan.
Bila wanita itu sudah menabung selama 10 tahun, artinya sudah sebesar Rp 130 Juta, tetapi terjadi resiko meninggal, maka ahli waris mendapatkan warisan/tabungan dari wanita itu sebesar Rp 200 Juta.
Atau bila terkena penyakit kritis, yang mengharuskan wanita ini berobat ke mana-mana dengan biaya yang cukup tinggi, maka wanita ini masih mempunyai tabungan Rp 600 Juta.
Bila wanita ini sudah menabung 20 tahun, yaitu sebesar Rp 260 Juta, dan tiba-tiba didiagnosa terkena kanker, maka secara otomatis, wanita ini sudah mempunyai tabungan Rp 600 Juta untuk berobat.
Menabung Rp 260 Juta selama 20 tahun, dan sudah mempunyai tabungan Rp 600 Juta untuk berobat.

Tetapi, bila sampai usia 99 tahun, wanita ini tidak meninggal atau sehat-sehat saja, dia tetap mendapatkan nilai polis dari tabungan asuransinya. Dan bersukur bila wanita ini tetap hidup sehat sampai usia 99 tahun.
Bukankah itu namanya berinvestasi ? Dan ingat, saat menabung di asuransi, yang kita jaminkan adalah diri kita , satu-satunya aset yang paling berharga. Lebih mahal dari mobil, lebih mahal dari rumah, lebih mahal dari apapun di dunia ini.
Apakah kita lebih mempertahankan barang-barang mahal di dunia ini dibandingkan diri kita yang paling mahal ?
Diri kita bisa bekerja untuk menghidupkan keluarga, bisa untuk membeli mobil, rumah dan aset lainnya, bahkan diri kita bisa berbagi untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan, tidakkah diri kita lebih berharga dari apapun di dunia ini.

Jadi, hargailah diri kita dari apapun di dunia ini, karena diri kita berharga dan mampu memberikan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain.

Bonie Corina | via HP 0812-9409026 | via BB 528D8E3D