Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Kepemilikan Aset)

Kepemilikan Aset

Tidak sedikit orang berinvestasi di properti, baik dalam bentuk rumah, tanah, apartemen, dan lainnya. Dalam membeli properti, bisa dilakukan secara tunai, atau cicilan.
Saat mencicil properti, ada jangka waktu yang telah ditentukan bersama, misalnya 10 tahun.
Apakah dalam masa cicilan tersebut, ada jaminan bahwa kita pasti dalam keadaan baik-baik saja dan pasti mampu membayar?

Seorang wanita berumur 43 tahun, membeli rumah seharga Rp 500 Juta, dengan membayar Rp 200 Juta sebagai DP, dan sisanya sebesar Rp 300 Juta dicicil dalam 10 tahun.
Saat itu, wanita ini juga memutuskan untuk menabung di Manulife selama 10 tahun dengan produk Manulife Income Replacement, yaitu tunjangan pendapatan bulanan, yang akan didapatkan manfaatnya, bila terjadi resiko ketidakmampuan total akibat kecelakaan atau sakit.
Tunjangan pendapatan diatur supaya selama 24 bulan , tunjangan sebesar Rp 15 Juta per bulan didapatkan oleh wanita ini, dan wanita ini juga mendapat proteksi (uang pertanggungan) apabila terjadi resiko meninggal sebesar Rp 200 JUta.

Wanita ini cukup menabung di Manulife sebesar Rp 8 Juta per tahun, di samping membayar cicilan rumah.
Apabila pada tahun ke-4, wanita ini baru saja membayar cicilan rumah, dan terjadi kecelakaan, yang mengakibatkan ketidakmampuan total, apa yang akan dilakukan ?
Perusahaan belum tentu akan menanggung atau memberikan gaji kepada wanita ini terus menerus sampai 10 tahun, untuk membantunya melunasi cicilan.
Bagaimana bila tidak dapat melanjutkan cicilan rumah ?
Jalan paling singkat adalah menjualnya, bukan ?
Tetapi menjual rumah perlu membayar biaya notaris, pajak jual beli rumah,  biaya balik nama, dan biaya lainnya, di saat bersamaan, wanita ini juga membutuhkan biaya untuk berobat.
Apabila rumah itu berhasil dijual dalam keadaan wanita ini sedang dalam ketidakmampuan total, sama saja wanita ini kehilangan aset yang sudah dicicil susah payah selama 4 tahun.
Lalu, apa yang akan terjadi?

Di saat seperti itulah, wanita ini mengklaim kepada Manulife tentang ketidakmampuan total yang dialami ini, sehingga Manulife memberikan tunjangan pendapatannya sebesar Rp 15 Juta tiap bulan selama 24 bulan, sehingga rumah bisa dilunasi baik dalam 2 tahun (dipercepat) atau dalam masa sisa cicilan 6 tahun.

Dengan mempunyai tabungan di Manulife inilah wanita ini selain mendapatkan tunjangan pendapatan selama 24 bulan, aset rumah pun masih tetap dimiliki, hanya dengan menabung Rp 8 Juta per tahun atau sekitar Rp 660 ribu per bulan.

Apa yang terjadi, bila setelah 10 tahun menabung di Manulife, wanita ini dalam keadaan baik-baik saja?
Maka tabungan ini bisa diambil seluruhnya di tahun ke-10, sebesar Rp 82.560.000 (asumsi bunga 13.6% per tahun) atau tetap menabung, karena tunjangan pendapatan ini akan terus menjaga sampai wanita ini berumur 65 tahun.

Anda setuju bukan, bahwa menabung di Asuransi sama dengan berinvestasi ?
Dalam perencanaan keuangan ini, Anda tetap memegang kepemilikan aset Anda walau Anda dalam keadaan ketidakmampuan total (tidak produktif).

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D