Nyaman Saat Sakit dengan GreenCard Manulife

Minggu lalu klien A infokan bahwa beliau didiagnosa GERD dan total biaya pengobatan sebesar Rp 8 juta di luar terapi antibiotik. Si A kalut.

Lalu B melaporkan bahwa selama 1 minggu, panas badan turun naik dan perut sakit, padahal sudah ke dokter klinik. Kusarankan ke RS terdekat untuk pengecekan intensif. Besok ke UGD, setelah di USG dan cek darah ditemukan multimiom dan bakteri. Setelah rawat inap 3 hari di RS swasta tersebut, total biaya Rp 31 Juta di kamar VIP. Si B bahagia.

Lalu si C melaporkan, maaf, kencing berdarah, setelah 3 hari berobat, dan C harus kembali ke dokter karena keadaan sakit yang tidak tahan. Alhasil si C harus dilakukan tindakan laser untuk batu di saluran kencing dan di rawat 1 malam, biayanya Rp 51 Juta. Si C bahagia.

Mengapa hanya A yang kalut, walau biaya B dan C jauh lebih besar ?
Karena hanya A belum memiliki ‘Greencard’ sakti. A selalu menunda atau menghindar saat diingatkan tentang pentingnya berasuransi.
B dan C mempunyai ‘Greencard’ Manulife, mendapat pelayanan VIP dan tanpa pusing pikirkan biaya.
Berapa income yang disisihkan oleh B dan C? Hanya 7-8juta per tahun.

Menyisihkan 10% dari income kita untuk mendapatkan KENYAMAN saat terjadi resiko, adalalh salah satu Perencana Keuangan.

#healthinsurance
#asuransikesehatanterbaik
#miultimatehealthcare
#criticalillnessinsurance #premiasuransi #biayasuransikesehatan #expathealthinsurance

GreenCard Manulife
Premi Miultimate Healthcare
Biaya pengobatan laser di salah 1 RS swasta Jakarta untuk kamar 2 orang.

Salah Satu Tips Mencapai Tujuan Keuangan Anda

IMG_20170607_234826_857

Hal yang sering dicari oleh calon klien adalah “Premi termurah” tanpa memikirkan manfaat apa yang didapat.
Karena pada umumnya pemikiran mereka adalah “Yang penting ada.”
Apakah “Yang penting ada” ini memberikan jaminan perlindungan bagi calon klien tersebut?
Pastinya YA, selama calon klien tersebut hidup sehat dan kuat.

Coba kita melihat mundur ke belakang 10 tahun, apakah keadaan kesehatan kita sekarang sama dengan keadaan 10 tahun yang dulu ?
Saya sering dengar calon klien saat ditawarkan tambah manfaat rumah sakit dan penyakit kritis, jawabannya ‘Saya tidak mau sakit. Ga usahlah beli rumah sakit mahal-mahal”.
Tapi setelah obrol panjang lebar, akhirnya calon klien bertanya, “Apakah manfaatnya ini cover fisiotherapi? Karena saya sudah 2x fisiotherapi, mahal ui”.
Loh…loh…loh….. Jadi sadarkan ya, bahwa :
1. Pengobatan itu mahal
2. Keadaan kita sekarang berbeda dari keadaan kita di 10 tahun ke belakang
3. Penyakit datang tanpa permisi

Apakah saat kita 10 tahun yang lalu akan mengetahui keadaan kita di masa sekarang?
Yang biasanya takut kena kanker, ternyata kena gangguan tulang belakang.
6 tahun lalu, Saya membeli tambahan manfaat rawat jalan kanker untuk Papa saya seorang perokok berat. Ternyata tahun lalu beliau malah menderita penyakit TBC.
Apakah Saya tahu beliau akan menderita TBC saat mau membeli polis ?

RESIKO itu datang TANPA KEPASTIAN, baik waktu dan besarnya resiko.
PREMI Asuransi itu mempunyai angka dan waktu yang PASTI.

Bila ada yang PASTI PASTI saja, mengapa harus memilih yang TIDAK PASTI ?

#perencanaankeuangan #resikohidup
#financialplanning #financialfreedom #risk #insurance #criticalillness
#life #lifeisgood #lifeiseasy #lifestyle

TAHUKAH ANDA

TAHUKAH ANDA

BAHWA PENYAKIT KRITIS BUKAN HANYA KANKER, STROKE DAN SERANGAN JANTUNG SAJA ?

Ada lebih dari 50 Penyakit Kritis yang sudah umum terjadi , di antaranya :
Loss of Hearing : kehilangan pendengaran
Blindness : kebutaan
Major Burns : keadaan mayoritas tubuh yang terbakar
Bacterial Meningitis : bakteri Meningitis
Alzheimer Disease : penyakit Alzheimer
Coma : keadaan koma atau kritis
Total & Permanent Disability : Cacat Tetap dan Total

Apa yang akan Anda lakukan bila mengalami 1 Penyakit Kritis dari lampiran di atas ?

Mari berbagi cerita kepada Saya.

Dengan sumber dari Kompas, baca pula tentang “Tiga Penyakit Kritis dengan Biaya Pengobatan Tinggi”

http://health.kompas.com/read/2016/08/06/173500723/Tiga.Penyakit.Kritis.dengan.Biaya.Pengobatan.Tinggi

#indahnyaberbagi
#penyakitkritis
#jadiandalan

Menentukan “Nilai Proteksi Ideal”

Sebagian besar dari kita yang masih berusia produktif, adalah generasi sandwich.
Di mana kita bekerja menghasilkan uang untuk diri kita sendiri, orang tua, dan adik/saudara/anak.
Kemampuan untuk menjadi produktif ini tidak akan terlepas dari kita, selama kita masih hidup dalam keadaan baik-baik saja atau sehat.

Pernahkah terpikirkan,
Bagaimana kalau terjadi resiko meninggal pada kita saat berada dalam kategori usia produktif ?
Siapakah yang akan menggantikan kita sebagai generasi sandwich ?
Apakah yang dapat menggantikan biaya kehidupan orang tua dan adik/saudara/anak ?

Untuk menjawab itu semua, sebagai salah satu solusinya adalah pada saat kita masih dalam keadaan sehat dan produktif, kita harus menentukan “Nilai Proteksi Ideal” untuk diri kita sendiri dan kemudian menyiapkannya dengan cara yang tepat.

“Nilai Proteksi Ideal” adalah nilai yang ideal untuk menggantikan nilai seseorang dari resiko yang terjadi tiba-tiba pada dirinya, sehingga nilai tersebut bisa memenuhi kebutuhan kehidupan keluarganya di masa yang akan datang.

“Nilai Proteksi Ideal” ini adalah sama dengan Uang Pertanggungan yang merupakan manfaat utama dari Asuransi Jiwa.
Sehingga pada saat seseorang sudah dapat menentukan “Nilai Proteksi Ideal” bagi dirinya, maka ia menyiapkannya melalui besar Uang Pertanggungan dari asuransi jiwa.

Salah satu cara menentukan “Nilai Proteksi Ideal” adalah dengan membagi penghasilan setahun dengan bunga deposito rata-rata per tahun.
Contoh :
Saudara A berusia 30 tahun, mempunyai penghasilan Rp 10 Juta/bulan.
Maka penghasilannya adalah Rp 120 Juta/tahun.
Bunga deposito adalah 6%/tahun.
Maka “Nilai Proteksi Ideal” saudara A = 120 Juta : 6% = 2 M

Sudahkah Saudara A menyiapkan dana sebesar Rp 2M untuk keluarganya, bila suatu hari ia terkena resiko meninggal tiba-tiba ?
Butuh waktu lama untuk mengumpulkan dana sebesar Rp 2M, apalagi kita tidak pernah tahu kapan resiko itu datang. Apakah di saat resiko datang, Saudara A sudah siap dengan tabungannya Rp 2 M ?
Hanya dengan menggunakan asuransi jiwa, Saudara A dengan keuangan terbatas, bisa membentuk tabungan/aset sebesar Rp 2M dalam waktu singkat, tanpa mengganggu kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Salah satu asuransi jiwa yang bisa dipilih adalah MEA (Manulife Essential Assurance) di mana Saudara A cukup menyisihkan :
– 24 Juta/tahun (20% dari penghasilan tahunan) hanya 10 tahun, total Rp 240 Juta atau
– 17 Juta/tahun (17% dari penghasilan tahunan) hanya 20 tahun, total Rp 170 Juta
untuk menciptakan tabungan/aset sebesar Rp 2M yang berlaku seumur hidup.

mea

Selama Anda masih sehat dan produktif, dan peduli pada keluarga atau orang-orang yang Anda kasihi, mulailah merencanakan keuangan Anda bersama Financial Consultant Anda yang mengerti dan terpercaya.

Bonie Corina, SFP | 62-812-9409026

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi

Setiap dari kita yang belum mengerti tentang kegunaan asuransi, selalu menganggap asuransi adalah :
1. beban pengeluaran dari pendapatan kita.
2. dana yang sewaktu-waktu bisa diambil
3. merugikan dari segi investasi

Tetapi bila kita telusuri, apakah benar asuransi itu beban pengeluaran dan asuransi itu merugikan?
Tahap paling awal sekali sebelum kita mau memilih dan menabung di asuransi, pahami dahulu bahwa tujuan untuk berasuransi adalah untuk proteksi diri tertanggung.
Apakah yang diproteksi oleh asuransi ?
1. Jiwa
2. aset
3. Income atau pendapatan

Bagaimana asuransi bisa memproteksi jiwa ?
Bagaimana asuransi bisa memproteksi aset ?
Bagaimana asuransi bisa memproteksi income ?

Sebagai proteksi jiwa, asuransi ini berfungsi memberikan uang pertanggungan di saat tertanggung mengalami resiko meninggal. Setiap resiko datang secara tiba-tiba, tanpa memberi petunjuk atau gejala-gejala. Seberapa banyak sekarang orang mengalami kecelakaan di jalan ataupun di rumah, yang tidak jarang pula menyebabkan ketidakmampuan total atau meninggal, dan yang sering terdengar belakangan ini adalah penderita kanker yang tiba-tiba dan meninggal dalam 1-2 bulan.

Minggu lalu, ayah dari teman saya meninggal karena kanker paru-paru, di mana hasil diagnosa diketahui bulan Mei 2015 lalu. Pertengahan Agustus mengalami pendarahan melalui , maaf, lubang dubur, sehingga harus transfusi darah, dan dilakukan tindakan ‘mengikat usus’, tetapi hanya bertahan 1 minggu, ayahnya meninggal, dan biaya di rumah sakit total Rp 200 Juta untuk 1 minggu di ICU.
Apakah Anda termasuk orang yang sudah siap dengan tabungan sebesar itu ?
Bersukur bila kita punya tabungan sebesar itu , dan kita masih bisa melanjutkan hidup kita dengan tidak berkurang suatu apapun.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Sebagai proteksi aset, untuk Anda seorang Ayah / Ibu sedang dalam program cicilan rumah, apakah yang akan dilakukan bila terjadi resiko meninggal atau hidup tapi dalam keadaan cacat karena kecelakaan? Apakah program cicilan rumah berhenti begitu saja, dan akhirnya keluarga Anda pindah ke kontrakan rumah yang lebih murah atau meminta-minta tumpangan tinggal dengan keluarga lain?
Dan lagi-lagi kita bersukur , bila masih mempunyai tabungan lebih untuk tetap melanjutkan program cicilan rumah atau aset lainnya, dan hidup kita masih bisa lanjut seperti biasa.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Sebagai proteksi income atau pendapatan, bila Anda sedang dalam posisi sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan yang menjadi tulang punggung keluarga , atau sedang menabung untuk merencanakan sesuatu, tetapi tiba-tiba terjadi resiko kecelakaan yang menyebabkan ketidakmampuan total atau cacat, apakah hal itu mengganggu kelangsungan hidup keluarga Anda atau rencana tabungan Anda?
Bersukur bila kita masih mempunyai tabungan lebih untuk tetap melanjutkan kehidupan keluarga kita atau rencana tabungan kita.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Menabung di Asuransi sebenarnya sama dengan berinvestasi, dengan modal sekecil-kecilnya, kita mendapat benefit yang besar yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Mengapa dibilang berasuransi sama dengan berinvestasi.
Ada ilustrasi seorang wanita berusia 36 tahun yang menginginkan proteksi jiwa sebesar Rp 200 Juta dan proteksi penyakit kritis sebesar Rp 600 Juta sampai usia 99 tahun, dan diharuskan menabung di asuransi sebesar Rp 13 Juta per tahun, artinya dia cukup menabung sebesar Rp 1.1 Juta per bulan.
Bila wanita itu sudah menabung selama 10 tahun, artinya sudah sebesar Rp 130 Juta, tetapi terjadi resiko meninggal, maka ahli waris mendapatkan warisan/tabungan dari wanita itu sebesar Rp 200 Juta.
Atau bila terkena penyakit kritis, yang mengharuskan wanita ini berobat ke mana-mana dengan biaya yang cukup tinggi, maka wanita ini masih mempunyai tabungan Rp 600 Juta.
Bila wanita ini sudah menabung 20 tahun, yaitu sebesar Rp 260 Juta, dan tiba-tiba didiagnosa terkena kanker, maka secara otomatis, wanita ini sudah mempunyai tabungan Rp 600 Juta untuk berobat.
Menabung Rp 260 Juta selama 20 tahun, dan sudah mempunyai tabungan Rp 600 Juta untuk berobat.

Tetapi, bila sampai usia 99 tahun, wanita ini tidak meninggal atau sehat-sehat saja, dia tetap mendapatkan nilai polis dari tabungan asuransinya. Dan bersukur bila wanita ini tetap hidup sehat sampai usia 99 tahun.
Bukankah itu namanya berinvestasi ? Dan ingat, saat menabung di asuransi, yang kita jaminkan adalah diri kita , satu-satunya aset yang paling berharga. Lebih mahal dari mobil, lebih mahal dari rumah, lebih mahal dari apapun di dunia ini.
Apakah kita lebih mempertahankan barang-barang mahal di dunia ini dibandingkan diri kita yang paling mahal ?
Diri kita bisa bekerja untuk menghidupkan keluarga, bisa untuk membeli mobil, rumah dan aset lainnya, bahkan diri kita bisa berbagi untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan, tidakkah diri kita lebih berharga dari apapun di dunia ini.

Jadi, hargailah diri kita dari apapun di dunia ini, karena diri kita berharga dan mampu memberikan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain.

Bonie Corina | via HP 0812-9409026 | via BB 528D8E3D

Manulife Value Protector

Dalam memilih asuransi yang merupakan proteksi bagi kita, ada kalanya kita mempertimbangkan seberapa besar dan lama produk tersebut dapat melindungi dan memberi kenyamanan bagi diri tertanggung mulai dari berumur 6 bulan – 70 tahun.

Hal yang perlu dipertimbangkan adalah apakah asuransi tersebut bisa :

1. Memberikan proteksi seumur hidup , sehingga masa PENSIUN Anda juga menyenangkan ?

2. Memberikan perlindungan terhadap 56 PENYAKIT KRITIS sampai dengan usia 99 tahun ?

56 Penyakit Kritis

3. Memberikan Up penyakit kritis bs 3x lipat UP Jiwa

4. Mengklaim angioplasty jantung sd 25% dr UP penyakit kritis

5. Memberikan bagian Investasi menjadi 102% mulai thn ke 6 ?

Porsi Investasi Manulife Value Protector

6. Klaim yang berlaku diseluruh dunia ?

7.HIV bs klaim*

8. Tanpa biaya untuk TOP UP

9. Berbagai pilihan investasi

Bila Anda menemukan produk seperti di atas, itulah “Manulife Value Protector”, produk yang baru saja launching tanggal 13 Juni 2012, yang memberikan hasil maksimal dengan premi minimal.

Perhitungan yang pernah dibuat, untuk Premi Bulanan Rp 500rb dan Top Up Bulanan Rp 500rb bagi anak berumur 6 bulan, maka di usianya ke-16, anak tersebut mendapatkan proyeksi hasil investasi sebesar kurang lebih Rp 1 M.

Selama promo sampai dengan Agustus 2012, maka setiap nasabah akan mendapat voucher 500.000 utk premi min Rp 8jt setahun dan akan mendapat undian tiket JKT – SINGP – JKT dg GFF Garuda.