Persiapan Dana Darurat dan Pensiun

Yakin TABUNGAN Anda sekarang bisa diandalkan untuk masa depan Anda ?
Yakin INVESTASI Anda sekarang bisa diandalkan untuk multiplikasi uang Anda ?
Yakin UANG TUNAI Anda sekarang bisa diandalkan untuk membayar biaya resiko hidup (sakit atau kecelakaan) ?

Yuk kita lihat satu-persatu.
TABUNGAN – Sudah berapa lama Anda menabung dan berapa nilainya?
Berapa lama lagi Anda mau menabung?
Bila Anda tidak sehat lagi, apakah Anda masih bisa menabung hingga mencapai GOAL FINANSIAL Anda ?

INVESTASI – Berapa besar modal saat berinvestasi dan berapa lama? Apakah selalu harganya naik? Apakah ada biaya bulanan, PAJAK? Apakah hasil pengembalian Investasi Anda, bisa diandalkan untuk membayar biaya resiko hidup Anda?

UANG TUNAI – Berapa besar uang tunai Anda saat ini? Berapa bagian yang siap dikeluarkan, bila suatu saat digunakan untuk membayar biaya sakit ? Apakah cukup untuk melanjutkan kehidupan Anda di masa yang akan datang ?

Mempunyai TABUNGAN, melakukan INVESTASI, serta menyimpan UANG TUNAI adalah beberapa cara menyiapkan dana urgensi sekarang dan hari tua.

Diversifikasi dana Anda ke ASURANSI, HANYA butuh dana kecil (10% income) tetapi cukup untuk membayar resiko hidup Anda TANPA ganggu tabungan lain.

#financialgoals #financialplanner
#covid19 #urgentfund #pandemic

Don’t Start From Zero

Setiap orang berlomba dengan waktu untuk mengumpulkan aset atau kehidupan yang sangat nyaman untuk mereka di masa tua nanti. Mengumpulkan uang lalu membeli aset-aset yang dianggap akan membuat mereka lebih kaya lagi.

Mereka sangat bahagia dan puas dengan property miliknya, saham, mobil baru, emas dan aset-aset lainnya.

Tetapi apa yang terjadi jika tiba-tiba pria ini mengalami kecelakaan atau sakit ?

Hal pertama yang dilakukan adalah, mengumpulkan semua uang kasnya untuk membayar biaya pengobatan.

Bagaimana bila uangnya tidak cukup ?

Maka akan menjual aset-aset yang paling likuid atau menggadaikan aset-aset mereka untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Pada akhirnya, pria ini menyadari bahwa ia telah kehilangan banyak asetnya yang sudah diperoleh sejak bertahun-tahun lalu.

Pria ini lupa bahwa dalam piramida keuangan, sangat penting untuk memposting uangnya untuk hal-hal yang tidak bisa dikontrol, seperti sakit, kecelakaan dan disability, serta meninggal dini.

Selanjutnya uang diposting ke kebutuhan prioritasnya, seperti Rumah, Tabungan Pendidikan dan Tabungan Pensiun.

Yang terakhir adalah untuk Investasi, dengan tujuan meningkatkan kekayaannya.

Apakah ada yang tahu, kapan kita akan mengalami resiko ?

Apakah Anda bisa memilih, resiko yang anda inginkan ?

Pada saat resiko datang, Anda lebih suka membayar sendiri biaya pengobatannya atau perusahaan asuransi yang membayar ?

Sebenarnya, hanya membutuhkan 10% dari Pendapatan kita untuk membayar premi.

Formula sederhana untuk mengetahui besaran manfaat yang dimiliki adalah :

Uang Pertanggungan Jiwa = 10x pendapatan tahunan, misalnya pendapatan tahunan kita adalah Rp 500 Juta, maka uang pertanggungan jiwa = Rp 5M

Asuransi Penyakit Kritis = 5 x pendapatan tahunan

Tabungan Pendidikan / Pensiun = 20* dari Pendapatan


Haruslah dimulai dari sekarang.

Program 5 Tahun, Jaminan Premi Kembali

16 Maret, saya follow up klien untuk upgrade Asuransi kesehatannya & keluarga, jawabannya : “Bulan April saja”. 27 Maret, klien hubungi saya untuk datang, saat istri alami nyeri jantung, dan di citiscan di RS swasta, dan limit Rawat Jalan habis. Saat itu juga minta upgrade asuransi kesehatan.

Setelah diskusi, klien batal upgrade asuransi kesehatannya, karena lebih program Penyakit Kritis yang hanya bayar 5 tahun, tetapi diproteksi 20 tahun. Saat sakit kritis , manfaatnya 100% UP dan 100% premi DIKEMBALIKAN. Bila tetap sehat, 160% premi dibayarkan DIKEMBALIKAN.

Klien juga ambil program ini untuk anak-anaknya (15 dan 18 tahun) untuk siapkan Dana Darurat anak-anak hingga 20 tahun ke depan, karena orang tua tidak yakin apakah masih bisa tetap berada bersama mereka hingga 20 tahun ke depan. Bila bukan jadi Dana Darurat, maka jadi Dana Tabungan.

Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Sayangnya , proses polis sang istri tidak bisa dilanjutkan, karena ada plak jantung 50-60%, walaupun hasil EKG dan treadmilnya bagus.

Kadang kita suka tunda beli asuransi, karena lupa siapkan waktu untuk merencanakan proteksi.

Tunda membeli asuransi = tunda mentransfer resiko.

hashtag#pandemichashtag#coronavirushashtag#dirumahajahashtag#stayathomehashtag#penyakitkritishashtag#perencanaankeuangaan

MISSION : Proteksi Covid19 Bonus UP Jiwa

MISSION – PROTEKSI COVID 19

Saat produk MISSION diluncurkan oleh Manulife (Feb 2020), aku tidak begitu tertarik mempelajari lebih dalam, karena produk unit linked, yang biasanya manfaatnya tak sebanding dengan premi yang dibayar.

Sampai ada teman mau membelikan asuransi kesehatan Papanya (64 th). Lalu batal, karena premi dianggap terlalu tinggi dan Papanya jarang sakit, akhirnya kusarankan asuransi jiwa dengan tujuan menjaga cashflow, karena setiap orang pasti meninggal, hanya tidak tahu kapan.

Mulai saya buat ilustrasi asuransi jiwa tradisional term life dan whole life, tapi di luar budget. Lalu coba buat ilustrasi di MISSION. Ternyata premi menarik dan manfaatnya besar karena biaya asuransinya kecil dan biaya akuisisi hanya 50% di tahun pertama saja.

Lalu kuinfokan teman aku, dia langsung setuju, karena premi sesuai budget dan manfaat maksimal. Teman juga mempertimbangkan keadaan COVID 19 ini, karena Papanya masih bekerja di Perusahaan swasta, sehingga masih harus keluar rumah.

Selain UP Jiwa 500 Juta yang didapat, jika terjadi resiko meninggal karena COVID 19 dapat tambahan UP Jiwa Rp 200 Juta hingga 31 Mei 2020. Jadi produk unit linked tidak selamanya mahal, cukup lihat berapa biaya akuisisi, biaya asuransi dan biaya administrasi (bila ada).

#covid19 #pandemic #proteksijiwa #asuransijiwaterbaik #incomeprotection …more