Lagi lagi Greencard Manulife “Peace of Mind”

Ingat cerita saya 2 minggu lalu tentang klien aku si B yang harus dirawat inap 3 malam di rumah sakit? Dengan diagnosa adalah multimiom dan bakteri di lambung.

Setelah rawat inap, dengan total biaya Rp 31Juta, si B harus kontrol darah lagi 2 kali karena Hemoglobin (Hb) turun dengan total biaya Rp 4 Juta

Belum habis bulan Juli ini berjalan, B harus dirawat inap lagi karena Hb nya drop , menyebabkan dia “keleyengan”, lemas dan diare. Dokter mengharuskan lakukan endoskopi, untuk mengetahui penyebab Hb rendah. Dan hasilnya ada peradangan di lambung dan usus, serta miom itu juga menyebabkan pendarahan.

Pastinya total biaya pengobatan nantinya tidak sedikit.
Apakah B mengetahui dia akan mengalami hal seperti ini? 

Tetapi yang pasti B mengetahui bagaimana dia harus menyisihkan sebagian penghasilannya jauh-jauh hari untuk resiko hidup yang dia tidak tahu kapan akan datang.
Saat mulai menyisihkan 10 juta-an per tahun di 2 tahun yang lalu, ia sudah berusia 35 tahun.
Akhirnya di saat B sakit, selain mendapatkan perawatan VIP, juga mendapatkan “Peace of Mind”, tanpa kuatir biaya.

#asuransikesehatanterbaik #greencardmanulife #serveyoubest

Lihat https://harga.web.id/manfaat-dan-biaya-endoskopi-lambung.info .

Nyaman Saat Sakit dengan GreenCard Manulife

Minggu lalu klien A infokan bahwa beliau didiagnosa GERD dan total biaya pengobatan sebesar Rp 8 juta di luar terapi antibiotik. Si A kalut.

Lalu B melaporkan bahwa selama 1 minggu, panas badan turun naik dan perut sakit, padahal sudah ke dokter klinik. Kusarankan ke RS terdekat untuk pengecekan intensif. Besok ke UGD, setelah di USG dan cek darah ditemukan multimiom dan bakteri. Setelah rawat inap 3 hari di RS swasta tersebut, total biaya Rp 31 Juta di kamar VIP. Si B bahagia.

Lalu si C melaporkan, maaf, kencing berdarah, setelah 3 hari berobat, dan C harus kembali ke dokter karena keadaan sakit yang tidak tahan. Alhasil si C harus dilakukan tindakan laser untuk batu di saluran kencing dan di rawat 1 malam, biayanya Rp 51 Juta. Si C bahagia.

Mengapa hanya A yang kalut, walau biaya B dan C jauh lebih besar ?
Karena hanya A belum memiliki ‘Greencard’ sakti. A selalu menunda atau menghindar saat diingatkan tentang pentingnya berasuransi.
B dan C mempunyai ‘Greencard’ Manulife, mendapat pelayanan VIP dan tanpa pusing pikirkan biaya.
Berapa income yang disisihkan oleh B dan C? Hanya 7-8juta per tahun.

Menyisihkan 10% dari income kita untuk mendapatkan KENYAMAN saat terjadi resiko, adalalh salah satu Perencana Keuangan.

#healthinsurance
#asuransikesehatanterbaik
#miultimatehealthcare
#criticalillnessinsurance #premiasuransi #biayasuransikesehatan #expathealthinsurance

GreenCard Manulife
Premi Miultimate Healthcare
Biaya pengobatan laser di salah 1 RS swasta Jakarta untuk kamar 2 orang.

Punya Dana 1M

IMG_20180821_181741_847

Kata orang , beli asuransi mahal, belum lagi klaimnya susah.

Saya bersukur deh selama di Manulife, klaim-klaim asuransi kesehatan klien-klien, sekaligus menjadi teman saya, dibayarkan TANPA PAKE RIBET. itu loh testimoni-testimoni mereka. Ga pake mahar loh.

Sambil posting ini, dapat kabar bahwa ada anak usia 20 tahun, menderita tumor otak dan harus dioperasi dengan biaya Rp 1M, mana asuransinya baru dicabut tahun lalu, dan usaha bapaknya sedang bangkrut.

Situ punya dana tunai Rp 1M ++ ???
Kalau belum punya, cus diambil asuransi kesehatan Manulife “Mi Ultimate Healthcare”. Bayarnya ga perlu miliaran, tapi manfaatnya bisa miliaran.
Googling deh, track recordnya bagus bangettttt…. Lagi ada promo merdeka nih hingga 10 September 2018.
Lihat Reputasi “Mi Ultimate Healthcare” =》zoom kotak hijau
Lihat Manfaat “Mi Ultimate Healthcare” =》zoom kotak tabel
Lihat Promo “Mi Ultimate Healthcare” =》 zoom kotak merah
Lihat Testimoni “Mi Ultimate Healthcare” =》 zoom kotak putih

#miultimatehealthcare #manulife #manulifeindonesia
#asuransikesehatan #asuransiterbaik #klaimasuransi #proteksi #penyakitkritis
#bestservice #bestsolution #bestinsurance
#payyourbills #worldwide
#jadiandalan

Pengalaman Menyedihkan dari Seorang Agen Asuransi

 

Banyak orang mengatakan profesi seorang Agen Asuransi adalah profesi yang sering ditolak atau dijauhi oleh teman-teman atau orang sekitarnya. Itu memang salah satu pengalaman menyedihkan. Tapi Saya mengalami hal yang lebih menyedihkan sekali.

 

Awal Desember 2015, klien saya pria berusia 46 tahun mengambil asuransi kesehatan rawat inap, tetapi kelas kamar 500, dengan alasan sudah punya dari asuransi lain. Padahal klien mempunyai bisnis perdagangan cukup besar.
Satu (1) bulan setelah polis terbit, klien terdeteksi mengidap penyakit diabetes, dan hanya melakukan rawat jalan untuk kontrol dokter.
Setelah polis berjalan 1 tahun, klien tidak lanjut bayar, padahal sudah diingatkan, akhirnya polis lapse.
Sampai akhirnya di bulan April 2017, klien mengatakan mau lanjutkan asuransi. Beruntungnya polis masih bisa dipulihkan otomatis dikarenakan belum ada histori klaim rawat inap, sehingga klien hanya membayar premi lanjutan, dan polis aktif kembali.
Bulan September 2017, klien menelpon karena tiba-tiba jari tangannya sakit, hanya karena menangkap bola. Klien pergi ke dokter dengan membawa formulir klaim kecelakaan, dan hasil diagnosa dokter adalah tulang dari jari-jari tangan kiri ada yang retak (dilihat dari hasil rontgen), dan biaya dokter dan pengobatan hampir Rp 3 juta.

Setelah dibantu untuk pengajuan klaim dan dibayarkan oleh perusahaan asuransi, klien berniat upgrade kelas kamar kesehatannya.
Respon Saya saat itu adalah memberikan informasi kemungkinan terburuk bila di upgrade, mengingat klien sudah mengidap diabetes.
Saat yang sama pula, klien akhirnya juga mau membeli uang pertanggungan jiwa sebesar Rp 2M.

Mungkin karena klien sudah merasakan manfaat asuransi, makanya klien baru percaya sama asuransi. Karena dulunya hanya berpikir bahwa membeli asuransi, ‘yang penting ada’.

Setelah melewati masa pemeriksaan kesehatan akibat riwayat penyakitnya, maka keputusan dari perusahaan asuransi, adalah :
1. upgrade asuransi kesehatan rawat inap tidak dapat diupgrade, karena riwayat penyakit sudah ada. Tetapi klien masih bisa menggunakan manfaat kesehatan dengan kelas awal
2. asuransi jiwa UP 2M tidak dapat diterima , karena klien ternyata juga mengidap jantung koroner sejak Sept 2017, yang mengakibatkan risiko tinggi untuk klien tersebut.

Bagi seseorang dengan profesi agen asuransi seperti saya, pengalaman ini menyedihkan bukan karena kehilangan ‘case‘ atau komisi, tetapi adalah :
1. klien kehilangan kesempatan menyiapkan dana darurat untuk memproteksi kebutuhan keuangan keluarga dan bisnisnya. Terlebih lagi, ke-3 anaknya masih sekolah dan kuliah
2. kalau kita mengenal teman atau kenalan kita yang masih berusia muda dan produktif, mengidap penyakit yang beresiko tinggi, pastilah kita prihatin, apalagi orang tersebut kita kenal baik
3. seharusnya kita agak ‘memaksa’ dari awal begitu dia membeli polis asuransi kesehatan untuk membeli asuransi jiwa, apabila kita mau menolong keluarganya.

Kalau sudah ada histori ditolak untuk pengajuan asuransi dan mempunyai penyakit beresiko tinggi, akan sulit diterima di asuransi manapun.

Dari pengalaman ini, Saya menyadari benar, bahwa profesi ini bukanlah profesi main-main, jika sudah ‘nyemplung’, jangan ada kata keluar, tetapi malah harus terus menerus mendalami kebutuhan dan perencanaan keuangan terutama untuk persiapan dana darurat untuk orang-orang yang belum terproteksi.
Seseorang boleh dikatakan sangat hebat bila sudah mempunyai aset berlipat-lipat ganda, tetapi jika tidak mempunyai proteksi, maka aset itu akan habis dalam sekejap dan keluarga yang ditinggalkan akan menjadi beban orang lain, bila tidak direncanakan dengan benar.

Saya Bonie Corina, SFP Manulife Indonesia. Itu pengalaman saya, bagaimana pengalaman Anda ?

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Askes Double Claim)

ASURANSI ?

Saya tidak perlu.
Oh, saya sudah punya.
Tidak ada duit buat beli asuransi.
Asuransi mahal

Itu beberapa kalimat penolakan yang didengar oleh para petugas asuransi di lapangan, di mana yang biasa kita kenal Agen Asuransi.

Sulit bagi sebagian besar dari kita untuk menyisihkan pendapatan kita untuk proteksi diri kita sendiri, tetapi begitu mudahnya menyisihkan pendapatan kita untuk kesenangan sesaat kita.

Bulan April 2015, saya menawarkan asuransi kesehatan kepada orang yang saya kenal dekat, pada saat dia sambil menunggu jadwal USG di bulan Juni. Dengan membantu membuka pikirannya, bahwa mumpung belum ada histori laboratorium atau sakit di suatu Rumah Sakit, mending buruan beli, sehingga diharapkan dia bisa diterima di asuransi kesehatan tanpa ada pengecualain.

Waktu itu, dia hanya membanding-bandingkan dengan produk asuransi lain, dan bilang mahal. Akhirnya dia menggunakan uangnya untuk kebutuhan yang lain.
Dan setiap kali ditawarkan, hanya mencemooh, “Ahh…cape nih kalau dekat-dekat dengan orang asuransi.”

Sampai suatu ketika di bulan April 2016, terdengar kabar, bahwa dia harus dilakukan tindakan operasi di rumah sakit dengan biaya sebesar premi asuransi kesehatan yang pernah ditawarkan dahulu.

Setelah keluar dari rumah sakit, dia meminta dihitungkan asuransi kesehatan yang dulu pernah ditawarkan, untuk dirinya dan suaminya.

Yang sangat disayangkan :

  • waktu sudah berlalu 1 tahun, dan premi asuransi kesehatan sudah naik seiring pertambahan usia masuk
  • dengan adanya histori atau pencatatan di rumah sakit bahwa pernah dilakukan tindakan oleh dokter, bisa dimungkinkan diberlakukan pengecualian untuk tindakan yang sudah pernah dilakukan (pre-existing)

Dua hal tersebut sudah merupakan kerugian bagi calon nasabah yang akan bergabung di asuransi kesehatan , bila ditunda-tunda terus, karena kita tidak pernah akan tahu kapan kita mengalami resiko.

Manulife masih menyediakan produk rider asuransi kesehatan “Healthsafe” , yang bersifat :

  • berlaku double claim dengan asuransi perusahaan lain,
  • tidak ada batasan tahunan,
  • cashless
  • bisa digunakan di berbagai negara dengan re-imburse
  • serta harga terjangkau.

double claim artinya adalah tertanggung bisa mengajukan klaim kesehatan di perusahaan asuransi A, walaupun klaimnya sudah ditanggung 100% oleh asuransi kesehatan dari perusahaan asuransi B yang dimiliki oleh tertanggung.

Lebih jelas tentang “Healthsafe” :

http://manulife-indonesia.com/produk/health-safe?language=id

Pastinya sesuai dengan kebutuhan Anda. Hubungi kami.

Bonie Corina | via WA : 08129409026

Mi ULTIMATE Healthcare – Asuransi KESEHATAN Murni Cashless Sesuai Tagihan (Kamar di luar negeri 3x)

MiULTIMATE HealthcareTabel Rawat Inap

Mengapa dibilang murni?
Karena MiULTIMATE Healthcare  yang merupakan produk terbaru dari MANULIFE Financial ini adalah asuransi kesehatan individu pertama yang bisa berdiri sendiri, tanpa harus membeli asuransi jiwa atau asuransi investasi, dan bisa digunakan sampai dengan umur 80 tahun dengan sistem Ascharge (sesuai tagihan).

Tertanggung cukup membawa kartu Cashless di rekanan Manulife dan mendapatkan manfaat-manfaat seperti di bawah ini :

1. berlaku di seluruh dunia, kecuali Amerika Serikat

2. Sistem Ascharge (klaim dibayarkan oleh Manulife sesuai tagihan kuitansi, selama dirawat inap)

3 . Mendapat hak kamar 3x untuk di di luar Indonesia & Malaysia

4. Mendapatkan manfaat kesehatan mulai dari Rp 1M per tahun plus manfaat tambahan untuk 5 penyakit kritis mulai Rp 1M

5. Memberikan manfaat perawatan kanker dan cuci darah, tanpa harus rawat inap.

6. Memberikan manfaat perawatan sebelum dan sesudah rawat inap 60 hari tanpa batasan

Manfaat MiULTIMATE Healthcare

Rekanan Manulife dapat dilihat di https://manulife-indonesia.com/layanan-pelanggan/rumah-sakit-klinik-rekanan

Yang lebih menarik lagi, bahwa MiULTIMATE Healthcare juga memiliki tambahan manfaat-manfaat :

  1. Rawat Jalan : pemeriksaan ke dokter tanpa tindakan, termasuk laboratorium
  2. Rawat Gigi : perawatan gigi
  3. Rawat Bersalin : perawatan bersalin bagi ibu yang akan melahirkan

Saat ini, klaim bisa dilakukan dengan cashless di 5 negara : Indonesia, Malaysia, Singapur, Thailand, Kamboja.

Tabel Rawat Jalan , Gigi, Bersalin

 

Dapatkan semua manfaat dari MiULTIMATE Healthcare ini segera!

Bonie Corina | WA : 0812-9409026