Anti Unitlink (Asuransi dengan investasi) ? Coba lihat dulu yang ini.

Kalau selama ini kecewa atau “hopeless” dengan hasil investasi Anda di asuransi unit link (asuransi dengan investasi) atau menunggu hasil investasinya  ‘break event’, MiWA malah memberikan hasil investasi yang menguntungkan Anda, bahkan sejak pertama kali menabung di MiWA.
Mengapa ?
Mi Wealth Assurance
MiWA – Mi Wealth Assurance yang diluncurkan oleh Manulife Indonesia pada tanggal 13 Juni 2016. mempunyai manfaat-manfaat :
1. 100% premi langsung dialokasikan ke investasi sejak tahun pertama
2. 102% premi dialokasikan ke investasi mulai tahun ke-8
3. 1% dari nilai polis sebagai Bonus LOYALITAS 3 tahunan setelah 6 tahun pertama rajin menabung
4. Biaya Administrasi HANYA di 7 tahun pertama
5. Pilihan alokasi investasi yang dinamis dan fleksible
6. Fleksibilitas pembayaran premi
7. Simpel Underwriting hingga 1.25 Miliar
8. Jaminan Uang Pertanggungan min. 20 x Premi tahunan
9. Jaminan PEMBEBASAN premi bila tertanggung menderita sakit kritis sampai usia 70 tahun
10. Jaminan PENGGANTIAN Penghasilan bila tertanggung mengalami Cacat Total Tetap.
Bila mempunyai dana lebih deposito atau instrumen investasi lainnya, bila terjadi resiko Cacat Total Tetap, maka kemungkinan besar dana tersebut akan Anda ambil untuk membiayai pengobatan dan kehidupan Anda sekeluarga sehari-hari.
Dengan MiWA, maka Anda cukup menikmati tunjangan penghasilan bulanan dari Manulife selama 12 bulan, tanpa mengganggu rencana tabungan Anda di MiWA.
Ilustrasi di bawah ini adalah untuk Penabung berusia 15 tahun yang menabung sebesar Rp 30 Juta/tahun dan memilih lama bayar 10 tahun :
Uang Pertanggungan : 600 Juta
Penggantian Penghasilan : 150 Juta
Ilustrasi MiWA
Dari ilustrasi menggambarkan , dengan asumsi tingkat pengembangan investasi adalah 10% per tahun, maka dana yang ditabungkan berkembang melebihi hasil investasi di asuransi unitlink lainnya.
Bonus Loyalitas diberikan tiap 3 tahun sebesar 1% dari nilai polis , bila sudah 6 tahun pertama berjalan tanpa ada pengambilan.

“Gak perlu lama” untuk melihat hasil investasi kita berkembang , plus adanya PROTEKSI untuk investasi dan keluarga kita.
Bila ingin melihat hasil investasi dari rencana menabung Anda , hubungi di bawah ini.
Bonie Corina | WA : 08129409026
pinterpinterberasuransi.wordpress.com

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Tabungan Syariah)

Kesadaran berinvestasi bagi setiap orang merupakan salah satu hal terbaik dalam menjaga gaya hidup orang tersebut di masa yang akan datang. Bila kita sudah melewati masa produksi, diharapkan jangan sampai saat kita dalam masa ketidakproduktifan membuat kita menekan atau menurunkan gaya hidup kita secara drastis.
Selama kita masih produktif, adalah suatu hal bijaksana untuk mencari cara untuk berinvestasi di instrumen yang terpercaya dan sah secara hukum Indonesia.

Salah satu berinvestasi terbaik adalah menabung di Asuransi, di mana tabungan Asuransi Syariah (‘Tabungan Syariah’) yang bernama Berkah Savelink ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk masa tua kita nanti, untuk tabungan anak atau cucu kita. Menabung di Asuransi, bukan saja kita mendapat pengembangan nilainya, tetapi juga mendapat perlindungan.
Seorang Ibu berumur 39 tahun merencanakan mempunyai tabungan masa tuanya dengan memilih Berkah Savelink, di mana beliau memberikan kontribusi sebesar Rp 3.000.000 tiap 6 bulan, dengan alokasi investasi 70% di ekuitas syariah, dan 30% di berimbang syariah.

Dengan menabung di Berkah Savelink, Ibu juga mendapat uang pertanggungan Rp 200 Juta, sehingga bila terjadi resiko meninggal pada si Ibu, maka ahli waris akan menerima Rp 200 Juta dan nilai pengembangan kontribusi dan tabungan Tabarru (bila ada).
Mari kita lihat ilustrasi dari pengembangan kontribusi si Ibu dengan kontribusi Rp 3 Juta per 6 bulan, dengan asumsi 10% per tahun :
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-5, di mana Ibu berusia 44 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 18 Juta.
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-10, di mana Ibu berusia 49 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta.
Saat memasuki usia pensiun normal Ibu di usia ke-55, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 140 Juta.
Saat Ibu memasuki usia 70 tahun, maka proyeksi pengembangan sebesar Rp 682 Juta.

Tabungan 'Berkah Savelink'
Ilustrasi Pertumbuhan Dana Investasi dan Manfaat Berkah Savelink

Apabila Ibu sudah membayar polis selama 10 tahun, yaitu sebesar Rp 60 Juta, dan terjadi resiko meninggal, maka ahli waris berhak atas uang pertanggungan Rp 200 Juta ditambah nilai pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta (asumsi 10% per tahun), dan tabungan tabarru (bila ada). Ahli waris mendapat tabungan yang nilainya jauh lebih besar dari kontribusi yang diberikan si Ibu.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup sampai usia pensiun 55 tahun, yaitu saat polis memasuki tahun ke-16, Ibu akan mempunyai tabungan sebesar Rp 140 Juta, padahal baru saja berkontribusi sebesar 16x Rp 6 Juta, yaitu Rp 96 Juta.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup di usia 49, tetapi dalam keadaan ketidakmampuan total (disability) yang disebabkan oleh Penyakit atau Kecelakaan, maka Ibu dibebaskan dari kontribusinya, karena Manulife yang akan menggantikan kontribusi Ibu tersebut hingga usia 60 tahun, sehingga tabungan pensiun Ibu tetap bertambah menjadi Rp 250 Juta, padahal Ibu baru saja berkontribusi 5 tahun sebesar Rp 30 Juta.

Dari ilustrasi ini menggambarkan dan mengingatkan kita kembali, bahwa menabung di Asuransi atau berkontribusi di tabungan Syariah, bukan hanya memberikan pengembangan atas tabungan/kontribusi kita, tetapi juga memberikan perlindungan atas kehidupan kita, sehingga, baik kita dalam keadaan hidup , tetapi tidak produktif pun, kita masih mempunyai tabungan untuk hidup kita di masa yang akan datang, sehingga penurunan gaya hidup secara drastis akan kecil sekali terjadi.

Berkah Savelink, adalah tabungan dari Manulife yang sesuai dengan prinsip Syariah dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia.
Hasil menabung di Berkah Savelink ini cukup memuaskan, karena selain mendapatkan pengembangan nilai tabungan syariah, juga mendapatkan tabungan tabarru bagi yang berhak, bila terjadi Surplus.

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Ketidakmampuan Total)

Manulife Income Replacement (disability)

Seorang pria yang berprofesi sebagai pilot, yang berusia 41 tahun, bernama Mr. A, mempunyai sebuah keluarga harmonis yang dikaruniai seorang anak laki-laki berumur 4 tahun.
Sebagai seorang pilot yang mempunyai jam terbang tinggi, dan tentunya mempunyai resiko yang tinggi pula dalam pekerjaannya, Mr. A merencanakan keuangannya untuk kelangsungan hidup keluarganya di masa depan, apabila Mr. A mengalami resiko dalam menjalankan pekerjaannya.

Mr. A memilih tabungan di Manulife yang bernama Manulife Value Protector Absolute dengan menambahkan Manulife Income Replacement (MIR), di mana setiap semester (6 bulan) , Mr. A hanya menabung di Manulife sejumlah Rp 8.2 Juta (sekitar Rp 1.35 Juta per bulan).
Apabila Mr. A tetap hidup sehat sampai 20 tahun kemudian (usia 61 tahun), maka ia mempunyai tabungan pensiun Rp 637 Juta, dan pada usia 70 tahun mempunyai tabungan Rp 2 M (asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil).
Tetapi, apabila Mr. A mengalami ketidakmampuan total akibat kecelakaan dalam menjalani pekerjaan atau dalam kehidupan sehari-hari, misalnya pada usia ke-63, maka Mr. A mendapatkan tunjangan dari Manulife selama 24 bulan sebesar Rp 20 Juta, kemudian Manulife akan melanjutkan tabungan Mr. A sampai Mr. A berusia 65 tahun.
Bila suatu hari, Mr. A mengalami ketidakmampuan total dan meninggal , maka ahli waris Mr. A tetap akan mendapatkan Rp 20 Juta/bulan sampai kontrak 24 bulan selesai, serta warisan sebesar Rp 500 Juta + nilai polis (bila ada).

Bila kita menghitung selama 20 tahun Mr. A menabung sebesar Rp 8.2 Juta/ 6 bulan, itu sama dengan Mr. A sudah menabung sebesar Rp 328 Juta, tetapi :
– bila terjadi resiko meninggal, Mr. A telah mewariskan aset sejumlah Rp 500 Juta + Rp 637 Juta (nilai polis di usia 61 asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil) total Rp 1.137 M
– bila terjadi resiko ketidakmampuan total di usia 61 tahun, Mr. A mendapatkan tunjangan sebesar Rp 20 Juta/bulan selama 24 bulan + tabungan per semester dibayarkan oleh Manulife hingga usia 65 tahun , total minimal Rp 480 Juta
– bila terjadi resiko ketidakmampuan total dan meninggal, maka Manulife akan tetap memberikan tunjangan sebesar Rp 20 Juta/bulan selama 24 bulan + warisan Rp 500 Juta + nilai polis (bila ada) – bila Mr. A tetap sehat di usia 61 tahun pun, ia tetap mempunyai tabungan senilai Rp 637 Juta (nilai polis di usia 61 asumsi pengembangan 14% per tahun dan tidak pernah diambil)

Dari menabung sebesar Rp 328 juta selama 20 tahun, maka Mr. A bisa mendapatkan pengembalian atau manfaat yang melebihi nilai tabungan yang sudah disetorkan, baik ia dalam keadaan sehat, atau dalam keadaan ketidakmampuan total, atau bahkan terjadi resiko meninggal.

Jika begitu, apakah Anda setuju bahwa “Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi” ?

Manfaat Manulife Income Replacement saat sehatManfaat Manulife Income Replacement saat DisabilityManfaat Saat Ketidakmampuan Total dan Meninggal

Definisi Ketidakmampuan Total :
ketidakmampuan yang disebabkan oleh penyakit/cedera tubuh yang secara keseluruahan mengahalangi Tertanggung untuk melakukan 3 dari 6 aktifitas kehidupan sehari-hari, dengan/tanpa penggunaan alat mekanik, alat khusus/bantuan dan adaptasi lainnya dalam menggunakan alat-alat tersebut untuk orang cacat yang dikonfirmasi oleh dokter ahli yang sesuai.
6 aktifitas kehidupan sehari-hari :
1. membersihkan tubuh
2. menggunakan toilet
3. makan
4. berpindah tempat
5. bergerak
6. berpakaian

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi

Setiap dari kita yang belum mengerti tentang kegunaan asuransi, selalu menganggap asuransi adalah :
1. beban pengeluaran dari pendapatan kita.
2. dana yang sewaktu-waktu bisa diambil
3. merugikan dari segi investasi

Tetapi bila kita telusuri, apakah benar asuransi itu beban pengeluaran dan asuransi itu merugikan?
Tahap paling awal sekali sebelum kita mau memilih dan menabung di asuransi, pahami dahulu bahwa tujuan untuk berasuransi adalah untuk proteksi diri tertanggung.
Apakah yang diproteksi oleh asuransi ?
1. Jiwa
2. aset
3. Income atau pendapatan

Bagaimana asuransi bisa memproteksi jiwa ?
Bagaimana asuransi bisa memproteksi aset ?
Bagaimana asuransi bisa memproteksi income ?

Sebagai proteksi jiwa, asuransi ini berfungsi memberikan uang pertanggungan di saat tertanggung mengalami resiko meninggal. Setiap resiko datang secara tiba-tiba, tanpa memberi petunjuk atau gejala-gejala. Seberapa banyak sekarang orang mengalami kecelakaan di jalan ataupun di rumah, yang tidak jarang pula menyebabkan ketidakmampuan total atau meninggal, dan yang sering terdengar belakangan ini adalah penderita kanker yang tiba-tiba dan meninggal dalam 1-2 bulan.

Minggu lalu, ayah dari teman saya meninggal karena kanker paru-paru, di mana hasil diagnosa diketahui bulan Mei 2015 lalu. Pertengahan Agustus mengalami pendarahan melalui , maaf, lubang dubur, sehingga harus transfusi darah, dan dilakukan tindakan ‘mengikat usus’, tetapi hanya bertahan 1 minggu, ayahnya meninggal, dan biaya di rumah sakit total Rp 200 Juta untuk 1 minggu di ICU.
Apakah Anda termasuk orang yang sudah siap dengan tabungan sebesar itu ?
Bersukur bila kita punya tabungan sebesar itu , dan kita masih bisa melanjutkan hidup kita dengan tidak berkurang suatu apapun.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Sebagai proteksi aset, untuk Anda seorang Ayah / Ibu sedang dalam program cicilan rumah, apakah yang akan dilakukan bila terjadi resiko meninggal atau hidup tapi dalam keadaan cacat karena kecelakaan? Apakah program cicilan rumah berhenti begitu saja, dan akhirnya keluarga Anda pindah ke kontrakan rumah yang lebih murah atau meminta-minta tumpangan tinggal dengan keluarga lain?
Dan lagi-lagi kita bersukur , bila masih mempunyai tabungan lebih untuk tetap melanjutkan program cicilan rumah atau aset lainnya, dan hidup kita masih bisa lanjut seperti biasa.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Sebagai proteksi income atau pendapatan, bila Anda sedang dalam posisi sebagai seorang karyawan di suatu perusahaan yang menjadi tulang punggung keluarga , atau sedang menabung untuk merencanakan sesuatu, tetapi tiba-tiba terjadi resiko kecelakaan yang menyebabkan ketidakmampuan total atau cacat, apakah hal itu mengganggu kelangsungan hidup keluarga Anda atau rencana tabungan Anda?
Bersukur bila kita masih mempunyai tabungan lebih untuk tetap melanjutkan kehidupan keluarga kita atau rencana tabungan kita.
Tetapi bagaimana dengan orang yang belum siap untuk tabungan sebesar itu ? Bagaimana menabung dalam waktu singkat untuk bisa mempunyai tabungan sebesar itu ?

Menabung di Asuransi sebenarnya sama dengan berinvestasi, dengan modal sekecil-kecilnya, kita mendapat benefit yang besar yang sesuai dengan kebutuhan kita.
Mengapa dibilang berasuransi sama dengan berinvestasi.
Ada ilustrasi seorang wanita berusia 36 tahun yang menginginkan proteksi jiwa sebesar Rp 200 Juta dan proteksi penyakit kritis sebesar Rp 600 Juta sampai usia 99 tahun, dan diharuskan menabung di asuransi sebesar Rp 13 Juta per tahun, artinya dia cukup menabung sebesar Rp 1.1 Juta per bulan.
Bila wanita itu sudah menabung selama 10 tahun, artinya sudah sebesar Rp 130 Juta, tetapi terjadi resiko meninggal, maka ahli waris mendapatkan warisan/tabungan dari wanita itu sebesar Rp 200 Juta.
Atau bila terkena penyakit kritis, yang mengharuskan wanita ini berobat ke mana-mana dengan biaya yang cukup tinggi, maka wanita ini masih mempunyai tabungan Rp 600 Juta.
Bila wanita ini sudah menabung 20 tahun, yaitu sebesar Rp 260 Juta, dan tiba-tiba didiagnosa terkena kanker, maka secara otomatis, wanita ini sudah mempunyai tabungan Rp 600 Juta untuk berobat.
Menabung Rp 260 Juta selama 20 tahun, dan sudah mempunyai tabungan Rp 600 Juta untuk berobat.

Tetapi, bila sampai usia 99 tahun, wanita ini tidak meninggal atau sehat-sehat saja, dia tetap mendapatkan nilai polis dari tabungan asuransinya. Dan bersukur bila wanita ini tetap hidup sehat sampai usia 99 tahun.
Bukankah itu namanya berinvestasi ? Dan ingat, saat menabung di asuransi, yang kita jaminkan adalah diri kita , satu-satunya aset yang paling berharga. Lebih mahal dari mobil, lebih mahal dari rumah, lebih mahal dari apapun di dunia ini.
Apakah kita lebih mempertahankan barang-barang mahal di dunia ini dibandingkan diri kita yang paling mahal ?
Diri kita bisa bekerja untuk menghidupkan keluarga, bisa untuk membeli mobil, rumah dan aset lainnya, bahkan diri kita bisa berbagi untuk orang-orang yang membutuhkan bantuan, tidakkah diri kita lebih berharga dari apapun di dunia ini.

Jadi, hargailah diri kita dari apapun di dunia ini, karena diri kita berharga dan mampu memberikan yang terbaik untuk diri kita dan orang lain.

Bonie Corina | via HP 0812-9409026 | via BB 528D8E3D