Ada Garansinya ?

Itu pertanyaan yang sering kita tanyakan kalau kita beli barang-barang
elektronik atau barang lainnya yang nilainya sudah termasuk barang mahal.
Dan kadang kita mau menambah biaya untuk bisa mendapatkan, memperpanjang atau melakukan upgrade untuk Garansinya, supaya bila terjadi sesuatu pada barang yang kita beli, maka ada pihak lain yang menggantikan atau memperbaikinya tanpa ada lagi tambahan biaya.

Garansi yang pernah saya pertimbangkan untuk upgrade adalah saat membeli kamera yang sudah ada garansi 1 tahun, tetapi saya ditawarkan untuk paket Garansi 2 tahun atau 3 tahun. Supaya saat terjadi kerusakan, saya tidak perlu lagi bayar biaya servis dan lainnya.
Tetapi ternyata, saat terjadi kerusakan karena keteledoran saya, yaitu kamera jatuh ke air, saya tetap membayar optiknya yang rusak, walaupun
biaya servis gratis.

Garansi yang dibutuhkan oleh pembeli itu sebenarnya sama dengan Asuransi.
Sama – sama memberikan proteksi nilai dari barang kita, tanpa kita mengeluarkan uang senilai barang yang rusak, karena dengan membayar garansi, pastinya lebih murah daripada membayar biaya ganti barangnya.

Konsep Garansi , adalah sama dengan asuransi, yaitu membayar sejumlah uang dengan nilai terjangkau, untuk mendapatkan nilai manfaat/proteksi yang tak terjangkau, dalam bahasa awamnya, “Membayar uang kecil untuk mendapatkan Nilai Besar”.

Garansi memproteksi nilai barang yang dibeli, kalau Asuransi (jiwa) memproteksi nilai ekonomi manusia.
Mana yang lebih mahal , nilai barang yang dibeli atau nilai ekonomis manusia ?

Saat beli kamera, harganya sudah pasti, misalnya Rp 5 Juta, maka mau sampai kapanpun kamera itu harganya tetap Rp 5 Juta atau bahkan menurun. Maka harga beli atau upgrade Garansinya murah.

Seorang manusia produktif, makin dewasa dan makin profesional dalam bidang pekerjaannya, maka nilai ekonomisnya (penghasilan) makin tinggi, makanya Asuransi (jiwa) pun bukanlah suatu nilai yang murah, bila dibandingkan dengan Garansi Kamera.

Karena saat manusia hidup, nilai ekonomisnya sangat tinggi, misalnya seorang Ayah mempunyai penghasilan Rp 10 Juta/bulan, bila ia hidup terus, maka si Ayah dapat menghasilkan uang untuk keluarganya sebesar puluhan juta, ratusan juta bahkan miliaran rupiah.
Lalu bagaimana kalau si Ayah mendapat kerusakan, sehingga menyebabkan si Ayah sudah tidak bisa mempunyai nilai ekonomis lagi ? Siapa yang akan menggantikannya ke keluarganya untuk masa sekarang sampai ke masa yang akan datang ?
Tentunya Asuransi yang sudah dipersiapkan , bukan ?

Mari Berasuransi.

 

Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Tabungan Syariah)

Kesadaran berinvestasi bagi setiap orang merupakan salah satu hal terbaik dalam menjaga gaya hidup orang tersebut di masa yang akan datang. Bila kita sudah melewati masa produksi, diharapkan jangan sampai saat kita dalam masa ketidakproduktifan membuat kita menekan atau menurunkan gaya hidup kita secara drastis.
Selama kita masih produktif, adalah suatu hal bijaksana untuk mencari cara untuk berinvestasi di instrumen yang terpercaya dan sah secara hukum Indonesia.

Salah satu berinvestasi terbaik adalah menabung di Asuransi, di mana tabungan Asuransi Syariah (‘Tabungan Syariah’) yang bernama Berkah Savelink ini bisa menjadi salah satu pilihan untuk masa tua kita nanti, untuk tabungan anak atau cucu kita. Menabung di Asuransi, bukan saja kita mendapat pengembangan nilainya, tetapi juga mendapat perlindungan.
Seorang Ibu berumur 39 tahun merencanakan mempunyai tabungan masa tuanya dengan memilih Berkah Savelink, di mana beliau memberikan kontribusi sebesar Rp 3.000.000 tiap 6 bulan, dengan alokasi investasi 70% di ekuitas syariah, dan 30% di berimbang syariah.

Dengan menabung di Berkah Savelink, Ibu juga mendapat uang pertanggungan Rp 200 Juta, sehingga bila terjadi resiko meninggal pada si Ibu, maka ahli waris akan menerima Rp 200 Juta dan nilai pengembangan kontribusi dan tabungan Tabarru (bila ada).
Mari kita lihat ilustrasi dari pengembangan kontribusi si Ibu dengan kontribusi Rp 3 Juta per 6 bulan, dengan asumsi 10% per tahun :
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-5, di mana Ibu berusia 44 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 18 Juta.
Saat tabungan memasuki akhir tahun ke-10, di mana Ibu berusia 49 tahun, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta.
Saat memasuki usia pensiun normal Ibu di usia ke-55, maka proyeksi pengembangan kontribusi sebesar Rp 140 Juta.
Saat Ibu memasuki usia 70 tahun, maka proyeksi pengembangan sebesar Rp 682 Juta.

Tabungan 'Berkah Savelink'
Ilustrasi Pertumbuhan Dana Investasi dan Manfaat Berkah Savelink

Apabila Ibu sudah membayar polis selama 10 tahun, yaitu sebesar Rp 60 Juta, dan terjadi resiko meninggal, maka ahli waris berhak atas uang pertanggungan Rp 200 Juta ditambah nilai pengembangan kontribusi sebesar Rp 60 Juta (asumsi 10% per tahun), dan tabungan tabarru (bila ada). Ahli waris mendapat tabungan yang nilainya jauh lebih besar dari kontribusi yang diberikan si Ibu.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup sampai usia pensiun 55 tahun, yaitu saat polis memasuki tahun ke-16, Ibu akan mempunyai tabungan sebesar Rp 140 Juta, padahal baru saja berkontribusi sebesar 16x Rp 6 Juta, yaitu Rp 96 Juta.

Tetapi, apabila si Ibu tetap hidup di usia 49, tetapi dalam keadaan ketidakmampuan total (disability) yang disebabkan oleh Penyakit atau Kecelakaan, maka Ibu dibebaskan dari kontribusinya, karena Manulife yang akan menggantikan kontribusi Ibu tersebut hingga usia 60 tahun, sehingga tabungan pensiun Ibu tetap bertambah menjadi Rp 250 Juta, padahal Ibu baru saja berkontribusi 5 tahun sebesar Rp 30 Juta.

Dari ilustrasi ini menggambarkan dan mengingatkan kita kembali, bahwa menabung di Asuransi atau berkontribusi di tabungan Syariah, bukan hanya memberikan pengembangan atas tabungan/kontribusi kita, tetapi juga memberikan perlindungan atas kehidupan kita, sehingga, baik kita dalam keadaan hidup , tetapi tidak produktif pun, kita masih mempunyai tabungan untuk hidup kita di masa yang akan datang, sehingga penurunan gaya hidup secara drastis akan kecil sekali terjadi.

Berkah Savelink, adalah tabungan dari Manulife yang sesuai dengan prinsip Syariah dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia.
Hasil menabung di Berkah Savelink ini cukup memuaskan, karena selain mendapatkan pengembangan nilai tabungan syariah, juga mendapatkan tabungan tabarru bagi yang berhak, bila terjadi Surplus.

Bonie Corina | via hp : 0812-9409026 | via bbm : 528D8E3D