Gembok Sepeda

Sharing dari James Gee : Wellness Body, Mind and Wallet”.
1. Konsep “Gembok sepeda“, untuk menjaga “value” sebuah sepeda yang dibeli HANYA sebuah gembok kecil/ rantai  gembok yang bervalue kecil untuk “menjaga sebuah sepeda” agar tidak kecolongan.

Anda siap aset-aset yang dikumpulkan bertahun-tahun hilang begitu aja atau dirampas oleh “Risiko hidup yang penuh ketidakpastian” seperti biaya berobat di Rumah Sakit atau sakit kritis ?

2. “Brankas” untuk menjaga uang/emas kita di bank atau rumah. Brankas pastinya tidak murah, tetapi dibutuhkan untuk “double protect” uang, walaupun bank atau rumah sudah terkunci atau dijaga dengan baik. Karena maling selalu mendapatkan berbagai cara untuk mencuri.

Walau kita sudah teliti alokasikan pos KEWAJIBAN pengeluaran, saving account , emergency fund, tentu masih ada POS Tak Terduga yang dapat mengganggu rencana keuangan kita di masa depan.

Contoh : “Target Pensiun”  Rp 5M di usia 55 tahun, maka menabung Rp 40 Juta per bulan selama 5 tahun saja. Ternyata di tahun ke-4, kita butuh dana Rp 1M untuk berobat. Apakah kita bisa menawar saat uang Rp 1M dibutuhkan untuk berobat?

Pastinya semaksimal mungkin kita mengeluarkan semua uang/ aset hingga terkumpul Rp 1M.

Apakah goal yang sudah kita setting bisa tercapai?

Ketika “gembok” atau “brankas” tidak kita siapkan, pastinya dalam perjalanan persiapan masa tua kita atau bahkan untuk anak kita akan terganggu.

“Gembok” atau “brankas” menjaga aset kita, juga membantu kita mencapai goal keuangan kita.

3. Sahabatnya Tung Desem Waringin (TDW) pernah dirawat di Rumah Sakit selama 2 minggu karena Covid 19.

Karena beliau kaya raya, pastinya minta suntikan obat terbaik dan tidak murah pastinya kepada tim Dokter di RS supaya Speed Recovery dan bisa kembali beraktivitas.

Namun tidak berlaku untuk yang penghasilannya biasa-biasa saja atau belum berasuransi. Baru 3 hari dirawat saja sudah mau pulang, karena ‘kaget’ lihat biaya. Malah tambah pusing, mikirin biaya , karena akan menyerang kantong dan aset.

Biaya berobat TDW selama 14 hari adalah Rp 500 Juta, dan dia kabari Pak James dengan tawa lepas “Eh, tau ga Bro, Rp 500 Juta itu yang bayarin ASURANSI, makanya gue minta semua obat dan suntikan terbaik.”

Biaya klaim pengobatan Covid 19

“Gembok” atau “brankas” itu adalah PENGGANTIAN biaya  rawat inap di rumah sakit baik di Indonesia ataupun diluar Indonesia dengan sistem sesuai Tagihan kuitansi (onbill) dengan one single bed. Total limit Tahunan mulai Rp 5 Miliar, premi mulai Rp 8 Jutaan per tahun (tergantung usia dan jenis kelamin).

#asuransikesehatanterbaik

#peaceofmind #assetprotection

Peace of Mind

1 minggu belakangan ini, akhirnya beberapa anggota keluarga saya rela membayar asuransi untuk mendapatkan “Peace of Mind”. Padahal dulunya sulit sekali ditawarkan.

Minggu malam, saya dihubungi sepupu mengalami pilek parah, muka pucat dan badan kesemutan, yang harus dibawa ke RS terdekat. Padahal hari Sabtu baru saja terima hasil swab negatif. Sampai pk 1 pagi (Senin) hasil swab kedua adalah positif. Dan langsung rawat inap “cashless”.
Esoknya tante dan istri sepupu yang hamil tua, lakukan swab. Suami tante (Om) dan kakak sepupu lakukan rapid test. Hasil rapid Om dan kakak sepupu adalah negatif.
Rabu sore, hasil swab tante dan istri sepupu positif dan langsung dirawat dengan asuransi “cashless”. Mengingat mereka berdua beresiko tinggi.
Di hari itu juga, Om dan kakak sepupu lakukan swab.
Hasil swab Om adalah positif.
Kakak sepupu galau, karena melihat biaya dari ke-3 anggota keluarganya selama total 3 hari, cukup wow. Dan Om tidak   mempunyai asuransi dikarenakan riwayat  diabetes.

“Peace of Mind” awalnya tidak bisa diukur. Tetapi dalam keadaan seperti ini, ternyata bisa diukur dengan sejumlah premi dibayar untuk mendapatkan sejumlah manfaat saat resiko datang tiba-tiba.

#asuransikesehatanterbaik #asuransikesehatanmurni
#onbill #cashlessinsurance
#tanpamasatunggucovid

Lagi lagi Greencard Manulife “Peace of Mind”

Ingat cerita saya 2 minggu lalu tentang klien aku si B yang harus dirawat inap 3 malam di rumah sakit? Dengan diagnosa adalah multimiom dan bakteri di lambung.

Setelah rawat inap, dengan total biaya Rp 31Juta, si B harus kontrol darah lagi 2 kali karena Hemoglobin (Hb) turun dengan total biaya Rp 4 Juta

Belum habis bulan Juli ini berjalan, B harus dirawat inap lagi karena Hb nya drop , menyebabkan dia “keleyengan”, lemas dan diare. Dokter mengharuskan lakukan endoskopi, untuk mengetahui penyebab Hb rendah. Dan hasilnya ada peradangan di lambung dan usus, serta miom itu juga menyebabkan pendarahan.

Pastinya total biaya pengobatan nantinya tidak sedikit.
Apakah B mengetahui dia akan mengalami hal seperti ini? 

Tetapi yang pasti B mengetahui bagaimana dia harus menyisihkan sebagian penghasilannya jauh-jauh hari untuk resiko hidup yang dia tidak tahu kapan akan datang.
Saat mulai menyisihkan 10 juta-an per tahun di 2 tahun yang lalu, ia sudah berusia 35 tahun.
Akhirnya di saat B sakit, selain mendapatkan perawatan VIP, juga mendapatkan “Peace of Mind”, tanpa kuatir biaya.

#asuransikesehatanterbaik #greencardmanulife #serveyoubest

Lihat https://harga.web.id/manfaat-dan-biaya-endoskopi-lambung.info .

Nyaman Saat Sakit dengan GreenCard Manulife

Minggu lalu klien A infokan bahwa beliau didiagnosa GERD dan total biaya pengobatan sebesar Rp 8 juta di luar terapi antibiotik. Si A kalut.

Lalu B melaporkan bahwa selama 1 minggu, panas badan turun naik dan perut sakit, padahal sudah ke dokter klinik. Kusarankan ke RS terdekat untuk pengecekan intensif. Besok ke UGD, setelah di USG dan cek darah ditemukan multimiom dan bakteri. Setelah rawat inap 3 hari di RS swasta tersebut, total biaya Rp 31 Juta di kamar VIP. Si B bahagia.

Lalu si C melaporkan, maaf, kencing berdarah, setelah 3 hari berobat, dan C harus kembali ke dokter karena keadaan sakit yang tidak tahan. Alhasil si C harus dilakukan tindakan laser untuk batu di saluran kencing dan di rawat 1 malam, biayanya Rp 51 Juta. Si C bahagia.

Mengapa hanya A yang kalut, walau biaya B dan C jauh lebih besar ?
Karena hanya A belum memiliki ‘Greencard’ sakti. A selalu menunda atau menghindar saat diingatkan tentang pentingnya berasuransi.
B dan C mempunyai ‘Greencard’ Manulife, mendapat pelayanan VIP dan tanpa pusing pikirkan biaya.
Berapa income yang disisihkan oleh B dan C? Hanya 7-8juta per tahun.

Menyisihkan 10% dari income kita untuk mendapatkan KENYAMAN saat terjadi resiko, adalalh salah satu Perencana Keuangan.

#healthinsurance
#asuransikesehatanterbaik
#miultimatehealthcare
#criticalillnessinsurance #premiasuransi #biayasuransikesehatan #expathealthinsurance

GreenCard Manulife
Premi Miultimate Healthcare
Biaya pengobatan laser di salah 1 RS swasta Jakarta untuk kamar 2 orang.

Dompet vs Dompet Asuransi

Siapa yang selalu bawa Dompet saat keluar rumah ?

Walau sekarang sudah diganti e-Dompet atau e-Money, pastinya otomatis kita membawa “Dompet” kalau kita ke mana-mana.

Apa sih isi “Dompet” ?

Pastinya isinya akan dibutuhkan sekali kalau tiba-tiba ada hal mendadak, untuk belanja atau pengeluaran tak terduga.

Lalu berapa banyak dana yang disiapkan ?

Kalau bisa ya tak terhingga dananya, malah kadang kita suka bergantung pada kartu debet atau kartu kredit, kalau saat itu uang tunai kurang.

Kapan kita ngisi “Dompet” ?

Selama kita masih punya income (usia produktif), tetap terus mengisi “Dompet” kita sampai kita bilang cukup. Tapi pernah ada kata cukup ?

Sama fungsinya juga dengan “Dompet Asuransi” yang kadang suka terlupakan atau tidak diprioritaskan dalam perencanaan keuangan.

Apa sih isi “Dompet Asuransi?”

Untuk membayarkan kejadian mendadak berupa resiko sakit atau kecelakaan di luar dugaan kita.

Buat tabungan kita juga di saat usia non produktif atau saat kita sudah tidak mendapat ‘income’ lagi.

Gaya hidup bisa turun saat pensiun, tapi proteksi tidak bisa turun, karena inflasi.

Kapan mengisi “Dompet Asuransi?”

Tentunya sama, saat kita masih di usia produktif, ya sekitar 10% dari “Dompet”.

Tunda atau tidak sama sekali ?

#dontstartfromzero

#covid19 #workfromhome #bestinsurance

Persiapan Dana Darurat dan Pensiun

Yakin TABUNGAN Anda sekarang bisa diandalkan untuk masa depan Anda ?
Yakin INVESTASI Anda sekarang bisa diandalkan untuk multiplikasi uang Anda ?
Yakin UANG TUNAI Anda sekarang bisa diandalkan untuk membayar biaya resiko hidup (sakit atau kecelakaan) ?

Yuk kita lihat satu-persatu.
TABUNGAN – Sudah berapa lama Anda menabung dan berapa nilainya?
Berapa lama lagi Anda mau menabung?
Bila Anda tidak sehat lagi, apakah Anda masih bisa menabung hingga mencapai GOAL FINANSIAL Anda ?

INVESTASI – Berapa besar modal saat berinvestasi dan berapa lama? Apakah selalu harganya naik? Apakah ada biaya bulanan, PAJAK? Apakah hasil pengembalian Investasi Anda, bisa diandalkan untuk membayar biaya resiko hidup Anda?

UANG TUNAI – Berapa besar uang tunai Anda saat ini? Berapa bagian yang siap dikeluarkan, bila suatu saat digunakan untuk membayar biaya sakit ? Apakah cukup untuk melanjutkan kehidupan Anda di masa yang akan datang ?

Mempunyai TABUNGAN, melakukan INVESTASI, serta menyimpan UANG TUNAI adalah beberapa cara menyiapkan dana urgensi sekarang dan hari tua.

Diversifikasi dana Anda ke ASURANSI, HANYA butuh dana kecil (10% income) tetapi cukup untuk membayar resiko hidup Anda TANPA ganggu tabungan lain.

#financialgoals #financialplanner
#covid19 #urgentfund #pandemic

Don’t Start From Zero

Setiap orang berlomba dengan waktu untuk mengumpulkan aset atau kehidupan yang sangat nyaman untuk mereka di masa tua nanti. Mengumpulkan uang lalu membeli aset-aset yang dianggap akan membuat mereka lebih kaya lagi.

Mereka sangat bahagia dan puas dengan property miliknya, saham, mobil baru, emas dan aset-aset lainnya.

Tetapi apa yang terjadi jika tiba-tiba pria ini mengalami kecelakaan atau sakit ?

Hal pertama yang dilakukan adalah, mengumpulkan semua uang kasnya untuk membayar biaya pengobatan.

Bagaimana bila uangnya tidak cukup ?

Maka akan menjual aset-aset yang paling likuid atau menggadaikan aset-aset mereka untuk mendapatkan uang lebih banyak.

Pada akhirnya, pria ini menyadari bahwa ia telah kehilangan banyak asetnya yang sudah diperoleh sejak bertahun-tahun lalu.

Pria ini lupa bahwa dalam piramida keuangan, sangat penting untuk memposting uangnya untuk hal-hal yang tidak bisa dikontrol, seperti sakit, kecelakaan dan disability, serta meninggal dini.

Selanjutnya uang diposting ke kebutuhan prioritasnya, seperti Rumah, Tabungan Pendidikan dan Tabungan Pensiun.

Yang terakhir adalah untuk Investasi, dengan tujuan meningkatkan kekayaannya.

Apakah ada yang tahu, kapan kita akan mengalami resiko ?

Apakah Anda bisa memilih, resiko yang anda inginkan ?

Pada saat resiko datang, Anda lebih suka membayar sendiri biaya pengobatannya atau perusahaan asuransi yang membayar ?

Sebenarnya, hanya membutuhkan 10% dari Pendapatan kita untuk membayar premi.

Formula sederhana untuk mengetahui besaran manfaat yang dimiliki adalah :

Uang Pertanggungan Jiwa = 10x pendapatan tahunan, misalnya pendapatan tahunan kita adalah Rp 500 Juta, maka uang pertanggungan jiwa = Rp 5M

Asuransi Penyakit Kritis = 5 x pendapatan tahunan

Tabungan Pendidikan / Pensiun = 20* dari Pendapatan


Haruslah dimulai dari sekarang.

Program 5 Tahun, Jaminan Premi Kembali

16 Maret, saya follow up klien untuk upgrade Asuransi kesehatannya & keluarga, jawabannya : “Bulan April saja”. 27 Maret, klien hubungi saya untuk datang, saat istri alami nyeri jantung, dan di citiscan di RS swasta, dan limit Rawat Jalan habis. Saat itu juga minta upgrade asuransi kesehatan.

Setelah diskusi, klien batal upgrade asuransi kesehatannya, karena lebih program Penyakit Kritis yang hanya bayar 5 tahun, tetapi diproteksi 20 tahun. Saat sakit kritis , manfaatnya 100% UP dan 100% premi DIKEMBALIKAN. Bila tetap sehat, 160% premi dibayarkan DIKEMBALIKAN.

Klien juga ambil program ini untuk anak-anaknya (15 dan 18 tahun) untuk siapkan Dana Darurat anak-anak hingga 20 tahun ke depan, karena orang tua tidak yakin apakah masih bisa tetap berada bersama mereka hingga 20 tahun ke depan. Bila bukan jadi Dana Darurat, maka jadi Dana Tabungan.

Asuransi Penyakit Kritis Terbaik

Sayangnya , proses polis sang istri tidak bisa dilanjutkan, karena ada plak jantung 50-60%, walaupun hasil EKG dan treadmilnya bagus.

Kadang kita suka tunda beli asuransi, karena lupa siapkan waktu untuk merencanakan proteksi.

Tunda membeli asuransi = tunda mentransfer resiko.

hashtag#pandemichashtag#coronavirushashtag#dirumahajahashtag#stayathomehashtag#penyakitkritishashtag#perencanaankeuangaan

MISSION : Proteksi Covid19 Bonus UP Jiwa

MISSION – PROTEKSI COVID 19

Saat produk MISSION diluncurkan oleh Manulife (Feb 2020), aku tidak begitu tertarik mempelajari lebih dalam, karena produk unit linked, yang biasanya manfaatnya tak sebanding dengan premi yang dibayar.

Sampai ada teman mau membelikan asuransi kesehatan Papanya (64 th). Lalu batal, karena premi dianggap terlalu tinggi dan Papanya jarang sakit, akhirnya kusarankan asuransi jiwa dengan tujuan menjaga cashflow, karena setiap orang pasti meninggal, hanya tidak tahu kapan.

Mulai saya buat ilustrasi asuransi jiwa tradisional term life dan whole life, tapi di luar budget. Lalu coba buat ilustrasi di MISSION. Ternyata premi menarik dan manfaatnya besar karena biaya asuransinya kecil dan biaya akuisisi hanya 50% di tahun pertama saja.

Lalu kuinfokan teman aku, dia langsung setuju, karena premi sesuai budget dan manfaat maksimal. Teman juga mempertimbangkan keadaan COVID 19 ini, karena Papanya masih bekerja di Perusahaan swasta, sehingga masih harus keluar rumah.

Selain UP Jiwa 500 Juta yang didapat, jika terjadi resiko meninggal karena COVID 19 dapat tambahan UP Jiwa Rp 200 Juta hingga 31 Mei 2020. Jadi produk unit linked tidak selamanya mahal, cukup lihat berapa biaya akuisisi, biaya asuransi dan biaya administrasi (bila ada).

#covid19 #pandemic #proteksijiwa #asuransijiwaterbaik #incomeprotection …more

Lock Down ?

Ada hal menarik yang saya dapatkan dari klien saya sebagai distributor bahan-bahan plastik ke toko-toko.

Saya menyarankan untuk meliburkan diri dulu, karena Corona sangat bahaya, ditambah dia dan karyawan-karyawannya sering mengabaikan masker . Saya sempat berkata, “Uang mau dicari seberapa, ko, ga akan cukup.”

Jawaban dia , “Ini terkait tuntutan moral, Bon. Karena pabrik tetap produksi, kalau pabrik tutup, karyawan-karyawan ga dapat duit. Ditambah lagi, permintaan kotak seperti kotak bento, masih terus dicari, karena digunakan untuk penyediaan makanan ke yang sakit dan tim medis.”

Wah sungguh mulia, pemikirannya.
Saya langsung ingat, bahwa sebelumnya teman saya juga kesusahan mencari kotak bento untuk mengirimkan makanan ke tim medis, karena toko banyak yang tutup.

Akhir kata, Saya mengerti kenapa sampai saat ini, Pemerintah belum lock down penuh, karena masih banyak orang-orang yang beraktivitas memerlukan barang/jasa orang lain, dan masih banyak yang butuh uang untuk hidup.

Tetapi bagi yang tidak punya kebutuhan apa-apa, please #dirumahaja.

Tinggalkan sejenak kebiasaan ngumpul bareng.

Dengan #dirumahaja , kita jadi lebih dekat dengan keluarga dan banyak istirahat.

Stay Safe.

#coronagoaway #covid19 #stayhealthy