Term Saving Protection – Asuransi Term Life Premi Pasti Kembali

FAKTA Penting !!!
5 dari 10 Orang Meninggal setiap hari karena sakit saat Usia Produktif (Sumber : Departemen Kesehatan Republik Indonesia)

7 dari 10 Orang Meninggal setiap hari karena saat Usia Produktif
(sumber : Kepolisian Republik Indonesia)

96% Penduduk Indonesia tidak punya Asuransi Jiwa sendiri dengan alasan tidak tahu, Tidak pernah didatangi, tidak butuh , premi hangus, premi mahal
(sumber : Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia)

Dari fakta-fakta penting inilah, Manulife Financial memberikan solusi bagi masyarakat luas untuk dapat mengambil bagian dalam berasuransi, dengan salah satu produk andalannya, yaitu “Term Saving Protection“, suatu produk asuransi Term Life yang memberikan Solusi Cepat, Bebas Ribet, Perlindungan Pasti dan Premi Pasti Kembali.

Keunggulan Term Saving Protection
Keunggulan Term Saving Protection

Solusi Cepat di sini artinya adalah bahwa selama dokumen yang dibutuhkan sudah dapat dipenuhi oleh Pemegang Polis sebelum pk 14.00 WIB, maka akan terbit Polis dalam T+1, lebih dari itu maka akan terbit Polis di T+2.

Bebas Ribet, di mana produk ini adalah Guaranteed Issue (Non Medis), tanpa perlu melakukan pemeriksaan kesehatan, sepanjang Total Uang Pertanggungan Polis Guaranteed Issue tidak melebihi Rp 600 Juta.

Perlindungan Pasti untuk Tertanggung sebesar 100% Uang Pertanggungan, bila terjadi resiko meninggal sebelum masa kontrak berakhir. Bila terjadi resiko meninggal karena kecelakaan sebelum masa kontrak berakhir, maka akan mendapat bonus 100% Uang Pertanggungan Kecelakaan.

Premi Pasti Kembali 100%, apabila Tertanggung Tetap Hidup sampai akhir masa kontrak.

Pre-Existing Condition berlaku untuk segala jenis penyakit, kondisi, atau cedera yang terjadi sebelum Tanggal Terbit Polis atau tanggal Addendum, mana yang paling akhir, kecuali setelah melewati masa 2 (dua ) tahun sejak Tanggal Terbit Polis atau tanggal Addendum.

Contoh perhitungan Premi untuk Mr. Polis berumur 35 tahun :
Uang Pertanggungan = Rp 200 Juta, Masa Pertanggungan 12 tahun.
Premi Tetap = Rp 6.378.000/tahun
Manfaat Tambahan Pertanggungan Kecelakaan = Rp 200 Juta
Pengembalian Total Premi di Akhir Kontrak, saat Mr. Polis berumur 48 = 12 xRp 6.378.000 = Rp 76.536.000

Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 0-9, maka tidak ada premi yang dikembalikan.
Asumsi Premi telah dibayar pada tahun berjalan :
Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 10, maka 60% dari Total Premi Dibayar akan dikembalikan, yaitu sebesar Rp 38,268,000
Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 11, maka 70% dari Total Premi Dibayar akan dikembalikan, yaitu sebesar Rp 49,110,600
Bila Polis dibatalkan di Tahun Polis ke 12, maka 80% dari Total Premi Dibayar akan dikembalikan, yaitu sebesar Rp 61,228,800

Usia masuk untuk polis ini untuk Pemegang Polis adalah 18 tahun.
Untuk Tertanggung : 18-58 tahun (Term-12)
Untuk Tertanggung : 18-55 tahun (Term-15)

Term Saving Protection” ini cocok sekali bagi Anda yang menginginkan proteksi jangka pendek dan tipe konservatif, yang tidak menginginkan premi hangus. Pada saat akhir kontrak, 100% premi kembali, dan bila terjadi resiko meninggal sebelum kontrak berakhir, maka 100% UP dikeluarkan untuk ahli waris dari Tertanggung. Jadi walau dalam keadaan apapun, dengan “Term Saving Protection“, Tertanggung akan tetap mendapatkan kembali apa yang menjadi ‘Hak’-nya.

“Term Saving Protection” juga cocok bagi Perusahaan yang ingin memberikan proteksi bagi karyawan-karyawan handalnya dalam masa kontrak polis yang tidak terlalu panjang, serta ada sejumlah premi yang dikembalikan kepada Perusahaan.

Masih ragu untuk memproteksi diri Anda dan / atau orang-orang yang berharga di mata Anda ?

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Berapakah Biayanya ?

ProActive Plus
ProActive Plus

Pertanyaan itu yang diajukan oleh seseorang, saat kami membicarakan tentang kematian.

Setiap orang tidak akan bisa terelakkan bahwa dirinya atau diri dari sanak saudara atau keluarga akan meninggal.  Tetapi setiap orang hanya bertanya-tanya kapan, atau menyerahkan semuanya kepada Yang Maha Kuasa.

Menurut orang tersebut, biaya meninggal termasuk untuk dikuburkan atau persemayaman, dibutuhkan kira-kira Rp 20 juta. Tetapi, apakah cukup hanya dengan uang tersebut ? Kita membutuhkan peti mati yang harganya sudah jutaan, sewa tempat persemayaman, orang-orang yang membantu, sewa bis, dan lain-lain.

Pertanyaan : Apakah cukup hanya dengan  dana Rp 20 juta, jika terjadi resiko meninggal di saat yang tidak kita ketahui ?

Jika ya, apakah Anda siap untuk mengeluarkan biaya sebanyak itu bila sudah waktunya ?

Jika tidak, apakah yang harus dilakukan untuk memenuhi biaya tersebut ?

Setiap orang mengatakan  “saya tidak butuh asuransi jiwa”, “kamu sumpahin orang tua saya mati?”, dan beberapa kalimat negatifnya.

Tetapi boleh kita pertimbangkan, apakah kita sudah siap dengan dana yang akan dibutuhkan suatu saat nanti ?

Boleh dibilang, terkadang kita mengabaikan pentingnya asuransi jiwa dalam hidup seseorang, dengan alasan duit hangus, atau mahal.

Sebenarnya, bila kita coba hitung-hitung, setiap premi yang kita bayarkan , jumlahnya jauh lebih kecil daripada uang pertanggungan yang dikeluarkan oleh asuransi.

Sekitar 2 tahun lalu, saya mengasuransikan papa saya yang saat itu berumur 51 tahun dengan premi Rp 8.5 juta per tahun dengan uang pertanggungan Rp 200 juta. Sekilas kita melihat, mungkin premi Rp 8.5 juta per tahun, agak mahal. Tetapi, apakah kita pernah berpikir, bahwa pada saat terjadi resiko meninggal pada papa saya, segala keperluan untuk persemayaman dan pemakamannya bisa ditutupi oleh uang klaim pertanggungan asuransi nanti. Bila resiko terjadi saat tahun ke-10, saya hanya mengeluarkan uang Rp 85 juta, tetapi mendapatkan Rp 200 juta untuk membantu keperluan saya nantinya.

Jika Anda berpikir mengeluarkan uang yang cukup besar untuk premi, pernahkah Anda berpikir bahwa Anda akan mendapatkan berkali-kali besarnya dari uang yang Anda bayarkan, bisa 20x, 30x, atau mungkin ratusan kali.

Secara sederhana , bisa disimpulkan jika kita hanya perlu mengeluarkan yang kecil , untuk mendapatkan yang besar, mengapa tidak dilakukan sekarang juga ?

Berinvestasilah di asuransi , selama kita mampu, sebelum dana kita habis oleh gaya hidup kita atau cara kita yang salah mengolah dana.

#Proactive Plus , Proliving

Investasi di Asuransi

Mungkin bagi sebagian orang , masih mempertanyakan atau bahkan menolak tentang pernyataan Investasi di Asuransi.

Diambil dari web wikipedia, Investasi adalah suatu istilah dengan beberapa pengertian yang berhubungan dengan keuangan dan ekonomi. Istilah tersebut berkaitan dengan akumulasi suatu bentuk aktiva dengan suatu harapan mendapatkan keuntungan dimasa depan. Terkadang, investasi disebut juga sebagai penanaman modal.

Sudah jelas, bahwa investasi dilakukan untuk mendapatkan keuntungan di masa depan. Apa bedanya antara investasi di bank, saham, emas dan Asuransi ? Bila dikatakan, misalnya investasi emas saham tinggi returnnya dan aman, investasi saham lebih tinggi lagi returnnya. Bagaimana dengan investasi di Asuransi ? Investasi di Asuransi lebih menarik daripada investasi di bank, dengan suku bunga yang mengecil dan biaya bulanan yang meningkat. Menaruh uang di bank, bukanlah suatu investasi, karena keuntungan yang didapat belum tentu sebesar keuntungan yang diharapkan.

Bila kita coba menghitung-hitung :

misalnya Mr. A berumur 35 tahun, pendapatannya sebesar Rp 5 juta/bulan, berarti pendapatannya Rp 60 juta/tahun. Sampai umur 60 tahun , dengan asumsi tidak ada kenaikan gaji , maka pendapatannya Rp 1.5M.

Misalnya Mr. A pada umur 45 tahun mendapat resiko meninggal / kecelakaan yang membuatnya tidak bisa bekerja lagi, maka dia kehilangan pendapatan sebesar ( 60 tahun – 45 tahun ) x Rp 60 juta = Rp 900 juta.

Dengan kehilangan hak dia Rp 900 juta untuk menghidupi dirinya atau keluarganya di masa mendatang, apa yang harus dilakukan ? Apakah mengambil tabungannya di bank ? Menjual saham atau investasi lainnya ?

Tidak lain dan bukan , hanya Asuransi yang bisa memberikan tabungan sebagai pengganti ketidakmampuan Mr. A dalam menjalani kehidupannya atau keluarganya di masa depan.

Bila pendapatan Mr. A sampai umur 60 tahun bisa terkumpul Rp1.5M, maka Mr. A disarankan membeli asuransi jiwa/kecelakaan sebesar minimal Rp 1.5M. Supaya , bila terjadi resiko di umur sebelum 60 tahun atau bahkan lebih, Mr. A dan keluarga tidak perlu lagi bingung atau depresi karena tidak ada pendapatan lagi.

Saat ini , Manulife Financial mempunyai produk khusus asuransi Jiwa / Kecelakaan saja, bernama ProActive Plus dengan UP mulai Rp 1M, dan premi mulai Rp 4 juta setahun, dengan premi flat sampai umur 70 tahun.

Asuransi Jiwa

Bila Anda masih meragukan diri Anda untuk diasuransi atau tidak, Anda mulai sekarang berpikir berapa besar atau lama lagi Anda harus bekerja untuk mendapatkan tabungan sebesar yang Anda inginkan, bila Anda tidak mampu bekerja lagi atau pensiun nanti 🙂

Untuk mendapatkan hitung-hitungan premi , bisa email ke bonie.corina99@gmail.com atau 08129409026

Bila Anda bisa menginvestasikan aset-aset Anda, mengapa Anda tidak menginvestasikan jiwa Anda, sebagai Aset termahal Anda ?

Selama kita mampu, berikan yang terbaik untuk diri kita sendiri dan orang-orang di sekitar Anda.