Pelayanan Manulife untuk Nasabah Korporasi

Manulife berkomitmen penuh dalam memberikan pelayanan asuransi terbaik untuk nasabah-nasabah Korporasi dan Individu.

Ini adalah testimoni salah satu karyawan dari nasabah Korporasi Manulife yang mempunyai perencanaan keuangan keluarganya.

Manulife Indonesia mempunyai layanan untuk Korporasi, baik untuk layanan asuransi kesehatan, kecelakaan, dan Dana Pensiun, di mana DPLK Manulife Indonesia sebagai Perusahaan Joint Venture Pertama dengan Dana Kelolaan Tertinggi, yaitu Rp 15.07 T (per 31 Des 2017).

Menuju 2019, langkahlah bersama Manulife Indonesia untuk memberikan program Kesejahteraan Karyawan terbaik demi memajukan Kinerja Kerja Perusahaan.

Bonie Corina | 628129409026

 

DPLK PPUKP (Program Pensiun Untuk Kompensasi Pesangon)

Program Pensiun adalah wajib disiapkan oleh sebuah perusahaan untuk karyawan-karyawan yang bekerja di perusahaan itu , sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, yaitu Undang-Undang Ketenagakerjaan no. 13 tahun 2003.

Program pensiun dengan fitur baru yang baru-baru ini hangat diperbincangkan adalah DPLK PPUKP (Program Pensiun untuk Kompensasi Pesangon) , yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan perusahaan dalam memenuhi kesejahteraan karyawan sehingga kehidupan karyawan di masa depan tetap terjamin.

Program ini berbeda dengan program DPLK yang biasanya, karena DPLK PPUKP ini mempunyai pengelolaan dana yang diadministrasikan secara kelompok (Pooled Fund) atas nama perusahaan, sehingga dikendalikan oleh Perusahaan.

Dalam perpajakan, DPLK PPUKP ini memberikan keringanan dalam perpajakan bagi perusahaan ataupun karyawan yang menerimanya.

Keringanan Perpajakan yang dimaksud adalah :

  1. Dana cadangan yang dipindahkan ke DPLK PPUKP akan menjadi ‘expense asset’, yaitu aset yang dibukukan sebagai beban.
  2.  sebagai kompensasi pesangon Pasal 167 ayat (1) UUK-13 melalui pembayaran manfaat pensiun dengan program pensiun DPLK akan menggunakan nilai pajak sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 2009 Pasal 5 dan PMK nomor 16/PMK.03/2010 Pasal 4.Pengurangan Pajak

Perbedaan skema DPLK dengan Skema PPUKP :

SKEMA DPLK SKEMA DPLK PPUKP

Dasar Hukum Kompensasi Pesangon Melalui Program Pensiun DPLK adalah :  1. Sesuai ketentuan Pasal 167 UU No. 13 Tahun 2003 (UUK-13) tentang Ketenagakerjaan bahwa: “Manfaat pensiun yang diperoleh dari program pensiun yang diselenggarakan sesuai dengan UU Dana Pensiun No.11/1992, baik melalui DPPK  (Dana Pensiun Pemberi Kerja) maupun DPLK, dapat dikompensasikan terhadap imbalan UUK-13”.

2. Berdasarkan UU No. 11 Tahun 1992 Pasal 1, DPLK dan DPPK adalah program pensiun yang diizinkan di Indonesia yang akan membayar manfaat pensiun dalam hal peserta mencapai usia pensiun.

3. UU No.11 Tahun 1992, pasal 31 ayat 1 : Dana Pensiun tidak diperkenankan melakukan pembayaran apapun, kecuali pembayaran yang ditetapkan dalam peraturan Dana Pensiun”.

4. Peraturan Pemerintah (PP) No. 77 Tahun 1992, Pasal 4 menjelaskan bahwa Dana Pensiun mengatur aktivitas mereka melalui peraturan dana pensiun mereka (PDP) yang akan disetujui oleh OJK. Pasal ini  juga menjelaskan beberapa poin yang diatur dalam PDP yang termasuk usia pensiun.

DPLK Manulife Indonesia adalah salah satu lembaga keuangan yang dengan pengalamannya sejak tahun 1994, merupakan pengelola DPLK terbesar di Indonesia untuk perusahaan joint venture karena memiliki inovasi-inovasi serta menyediakan tingkat pelayanan yang terbaik.

Kesejahteraan karyawan, mendukung kemajuan kinerja Perusahaan.

Bonie C | Wa : 08129409026

Cara Jitu Pengusaha Sukses

Dalam dunia tenaga kerja, begitu pelik masalah pemutusan hubungan kerja antara Pengusaha dengan Pekerjanya.

UU No. 13 th 2003 Bab XII tentang PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA mengatur bahwa Pengusaha wajib memberikan uang pesangon atau uang penghargaan bagi Pekerjanya yang mengalami Pemutusan Hubungan Kerja atau pengunduran diri. Terkadang bagi Pengusaha, sangat berat baginya untuk membayarkan Uang Pesangon atau Uang Penghargaan untuk Pekerjanya, dan Pekerjanya pasti membutuhkan Uang itu sebagai balas jasa pengabdiannya selama periode tertentu. Bukan tidak mungkin, keberatan Pengusaha ini bahkan membuat Pekerjanya merasa tidak diperlakukan dengan benar, karena tidak mendapatkan haknya.

Dari sisi Pengusaha, mereka juga keberatan mengeluarkan sejumlah uang besar di suatu waktu, selain kehilangan Pekerja , juga harus mengeluarkan sejumlah uang. Lalu bagaimana hal ini diatasi ? Beberapa Pengusaha yang sudah menjalankan peraturan Ketenagakerjaan mencoba mengatasi hal ini dengan menyisihkan pengeluaran kantor untuk membelikan Dana Pensiun bagi Pekerja-pekerjanya dengan sistem subsidi, di mana persentase Pekerja lebih kecil daripada Persentase Pengusaha. Dari Dana Pensiun inilah yang nantinya akan menjadi hak karyawan penuh, bila sudah tidak bekerja lagi dengan Pengusaha tersebut.

Yang pernah saya alami adalah waktu saya bekerja di suatu perusahaan asuransi di tahun 2000-2004, saya mendapat tunjangan DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan), di mana saya membayar sejumlah persen dan sisanya Perusahaan. Di tahun 2004, saat saya keluar dari Perusahaan tersebut, saya sudah menarik semaksimal mungkin uang DPLK saya. Di tahun 2008, saya masih dikirimkan surat hasil pengembangan DPLK saya, hingga tahun 2013 kemarin, saya cek bahwa uang DPLK saya cukup besar sekali, dan saya pun merasa aman, bahwa di usia 55 tahun nanti, saya masih mempunyai uang Pensiun. Memang saat ini, kita tidak dapat mengambil uang Pensiun tersebut, karena tujuannya adalah melindungi hari tua kita.

DPLK PPUKPDPLK PPUKP

Bagi Pengusaha, dengan mengikuti program Dana Pensiun mempunyai beberapa keuntungan yaitu :

1. Mempersiapkan pencadangan dana perusahaan untuk kompensasi pesangon

2. Meningkatkan kesejahteraan karyawan pasca masa kerja

3. Meningkatkan loyalitas dan produktivitas

4. Mempertahankan karyawan kunci/berkualitas

5. Membangun motivasi karyawan dalam bekerja

Menyiapkan Dana Pensiun adalah suatu langkah tepat bagi suatu perusahaan dan tiap-tiap individu. Jangan pernah merasa dirugikan , bila harus mengeluarkan sejumlah dana untuk Pensiun , karena hal itu akan membuat rasa ‘aman’ bagi seseorang di usia tua atau pasca masa kerja nanti.

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Manulife Indonesia sebagai salah satu Penyedia Program Kesejahteraan Karyawan

PT. Asuransi Jiwa Manulife Indonesia (“Manulife Indonesia”) sebagai salah satu Penyedia Program Kesejahteraan Karyawan
(Employee Benefits) terkemuka di Indonesia, dan saat ini, telah melayani lebih dari 5.000 Perusahaan
dan lebih dari 740.000 karyawan.
Program-programnya adalah sebagai berikut:
1. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
Menyediakan kesinambungan
penghasilan dan ketersediaan dana saat karyawan memasuki masa pensiun sesuai peraturan perusahaan Bapak/Ibu. Di samping memenuhi kewajiban UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, program DPLK dapat memacu produktivitas dan kenyamanan karyawan dalam bekerja serta adanya
insentif perpajakan bagi Perusahaan.

2. Manulife Program Pesangon Plus (MPP Plus)
Program pencadangan dana yang dipersiapkan untuk pembayaran pesangon karywan akibat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), meninggal dunia, atau
mengundurkan diri. Program ini memiliki nilai tunai dan diadministrasikan atas nama Perusahaan (Pooled Fund) dan memberi insentif perpajakan.

3. Manulife Karyawan sejahtera Plus (MKS Plus)
Berorientasi investasi untuk mempersiapkan jaminan hari tua tambahan bagi karyawan, di samping
ketenangan karyawan dalam bekerja.

4.Asuransi Jiwa dan Kesehatan Kumpulan (Group Life & Health)
Memberikan perlindungan/proteksi kepada karyawan dan keluarganya, yang mencakup: asuransi jiwa, asuransi kecelakaan, asuransi rawat jalan, asuransi rawat inap, perawatan gigi, kacamata,
maupun melahirkan.

A Leader for Employee Benefits; For YOUR FUTURE !

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Ingin Mengurangi PPH 25 Perusahaan Anda ?

Tanggal 31 Maret adalah batas akhir dari pelaporan pajak tiap tahun. Dan bukan rahasia lagi, baik perorangan, ataupun suatu badan usaha berusaha mencari beban-beban yang dapat mengurangi pembayaran pajak perusahaan. Karena setiap individu berpikir, lebih baik membesarkan pengeluaran untuk sesuatu yang dibutuhkan daripada untuk membayar pajak. Tetapi , apakah cara pengurangan pajak Anda sudah legal dan diakui di Dirjen Pajak ?

Untuk membantu nasabahnya dan masyarakat luas, Manulife Financial mempunyai program yang membantu mengurangi PPH 25, dengan beberapa keuntungan sebagai berikut :

1. legal, karena diakui oleh Dirjen Pajak

2. Biaya yang dibuang / dikeluarkan akan memberikan manfaat kembali kepada perusahaan

3. mendapatkan konsultasi gratis bagaimana cara posting beban di journal akunting

Begitu banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari program “Pemotongan PPH 25” dari Manulife Financial, jika dapat segera diimplementasikan, maka akan memberikan kepuasan tersendiri, dan program ini juga dapat direferensikan kepada orang lain.

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | via WA : 0812-9409026