Menabung di Asuransi sama dengan Berinvestasi (Warisan)

Setiap orang berpacu dengan waktu dan tenaga untuk mengelola uangnya untuk dapat melipatgandakan uangnya, baik dengan berinvestasi, usaha atau mempercayakan uangnya kepada seseorang atau lembaga tertentu, untuk bisa menjaga kelangsungan hidupnya di masa depan atau menciptakan warisan untuk keluarga tercintanya.

Kebanyakkan para pengusaha berpikir bahwa untuk dapat melipatgandakan uangnya, cukup dengan berbisnis. Tentu saja , kita harus menjalankan usaha untuk dapat melipatgandakan uang kita selama kita masih sehat dan kuat.
Tetapi bukankah alangkah baiknya, sebagian dari uangnya, setidaknya 10% dialokasikan ke asuransi.
Mengapa ?

Beberapa alasan yang harus dipikirkan oleh para pengusaha untuk mengalokasikan 10% uangnya ke asuransi adalah :
1. hanya dengan 10% dari uangnya atau keuntungan usahanya bisa membiayai biaya rumah sakit, biaya pendidikan anak, biaya penyakit kritis, biaya cacat tetap, warisan bila terjadi resiko meninggal
2. hanya dengan 10% dari uangnya atau keuntungan usahanya, para pengusaha bisa hidup tenang untuk kelangsungan kehidupannya dan kehidupan keluarga tercintanya, bila suatu kali terkena resiko cacat tetap.
3. hanya dengan 10% dari uangnya atau keuntungan usahanya , asuransi bisa mengembalikan berlipat-lipat ganda dari uangnya yang dapat digunakan sebagai warisan keluarga tercintanya, tanpa perlu bekerja susah payah.

Ilustrasi yang mendukung 3 alasan di atas adalah sebagai berikut :

penjualmie
Penjual Mie Ganteng                (sumber foto: www.rakyatku.com)

seorang pria berusia 35 tahun adalah seorang pengusaha penjual mie ayam di beberapa lokasi. Setiap pagi, dia bersama karyawan-karyawannya menyiapkan daging-daging ayam untuk mie. Saat sore, dia bersama karyawan-karyawannya mulai memasang tenda untuk berjualan mie. Dia berjualan sampai tengah malam, dan begitu seterusnya.
Pria ini membeli asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan (UP) Rp 1 Miliar dan UP kecelakaan Rp 1 Miliar dan membayar premi tiap tahun hanya sebesar Rp 6 Juta selama 20 tahun.
Bila terjadi resiko meninggal, keluarga yang menjadi ahli waris, akan menerima warisan sebesar Rp 1 Miliar, dan bila terjadi resiko meninggal kecelakaan, maka keluarga akan menerima warisan sebesar Rp 2 Miliar.
Bila terjadi resiko meninggal di usia 50 tahun, artinya asuransi jiwa sudah berjalan 15 tahun, walaupun pria itu baru saja membayar premi Rp 90 Juta (15 x Rp 6 Juta), tetapi sudah menghasilkan warisan untuk keluarganya sebesar Rp 1 Miliar.

Rp 1 Miliar adalah 11x dari premi yang dibayarkan.
Bila bisnis Anda juga dapat menghasilkan profit 11x dalam waktu 15 tahun, sangat baik sekali, tetapi alangkah baiknya bila sebagian hasil keuntungan usaha ini disisihkan ke asuransi, untuk memperoleh pelipatgandaan hasil usaha tanpa perlu Anda bersusah payah.

Asuransi itu cara cerdas berinvestasi.

Bonie Corina | via WA : 0812-9409026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *