Asuransi Kesehatan Murah atau Mahal ?

“Aduh asuransi lagi …asuransi lagi , saya sudah punya asuransi. Buat apa beli lagi ? Mahal pula.”

Begitu biasanya kalimat yang keluar dari mulut seseorang yang bila ditawarkan asuransi, apalagi asuransi kesehatan. Selalu berkata bahwa orang itu sudah punya, buat apa beli lagi ?

Tetapi , bila ditelusuri lebih lanjut, apakah orang itu mengerti, asuransi kesehatan yang ia beli atau miliki dahulu sudah sesuai dengan kebutuhan sekarang, atau dia sudah mengerti dengan apa yang dia miliki ?

Saya temukan beberapa teman atau rekan di mana mereka tidak mengerti dengan benar manfaat apa saja yang sudah mereka miliki di asuransi mereka dan beberapa dari mereka meminta saya membacakan polis mereka. Sungguh lucu menurut saya, karena bila seseorang ingin membeli barang, misalnya sebuah tas kerja atau tas olahraga, mereka akan mengecek benar tas tersebut, mulai dari resleting, bahan tas, kantong-kantongnya, dan bahkan sambil diperlihatkan di depan kaca. Tetapi saat membeli asuransi yang keuntungannya buat diri sendiri, mereka tidak mengecek atau memperhatikan benar. Padahal asuransi itu selain untuk keuntungan diri sendiri, juga untuk proteksi dirinya sampai di masa yang akan datang, bisa 10 tahun, 20 tahun, atau mungkin 50 tahun lagi. Entah apa yang membuat mereka tidak terlalu kritis terhadap asuransi yang dibeli ? Apa karena agen-nya tidak menjelaskan dengan benar, sehingga membuat mereka bingung, atau mereka malas untuk membaca polis atau mempelajari tentang asuransi.

Tak jarang mereka juga baru sadar kalau asuransi yang mereka miliki tidak cukup, pada saat kejadian sakit, dan bila saat itu terjadi, mereka mau beli lagi, dianggap sudah mahal atau bahkan ditolak oleh perusahaan asuransinya.

Sebenarnya membeli asuransi , sama seperti membeli suatu instrumen investasi, di mana asuransi untuk investasi jangka panjang, makin lama premi makin naik seiring bertambahnya umur orang tersebut, dan manfaat yang didapat melebihi premi / modal yang kita bayar. Sehingga, bila ada yang bilang, asuransi kesehatan itu mahal, lalu di mana mahalnya ?

Mari kita lihat sebuah contoh proposal di mana seorang pria berumur 32 tahun menerima proposal dengan tampilan sebagai berikut :

Image

Secara garis besar kita dapat melihat, bahwa pria itu dikenakan premi sebesar Rp 650.000/bulan selama 67 tahun, artinya sampai umur 99 tahun.

Uang Pertanggungan (UP) Dasar : Rp 200 Juta untuk pertanggungan selama 67 tahun, artinya pertanggungan jiwa tersebut sampai pria itu berumur 99 tahun, jadi jiwa orang tersebut ditanggung sampai dengan umur 99 tahun.

Premi untuk UP adalah Rp 375.000

Regular Top Up artinya penambahan secara rutin bulanan untuk menambah investasi sebesar Rp 275.000/bulan, dengan tujuan untuk menambah nilai polis/investasi.

Tambahan yang biasa disebut rider, yaitu ada 2 yang tercantum di proposal ini , yaitu :

1. Manulife Crisis Cover Ultimate untuk pertanggungan selama 67 tahun dengan UP sebesar Rp 60 Juta. Artinya bila pria itu mengalami 1 dari 56 penyakit kritis, maka UP Rp 60 Juta ini akan dikeluarkan tanpa mengurangi dari UP dasar Rp 200 Juta di atas.

2. Advanced Hospital Benefit Plus dengan kode PD1  yang artinya pria ini mendapat manfaat perawatan di rumah sakit dengan harga kamar Rp 500ribu/hari untuk 1 orang dan pertanggungan selama 48 tahun, artinya sampai pria itu berumur 80 tahun.

3. Waiver of Premium Base yaitu pembebasan premi bila terdapat mengalami ketidakmampuan pada diri pria itu baik tidak mampu mencari nafkah atau cacat selama 6 bulan berturut-turut, atau bila terkena 1 dari 56 penyakit kritis, dan rider ini menanggung selama 67 tahun juga, yaitu sampai pria itu berumur 99 tahun.

Perhatikan juga kolom ‘Biaya Bulanan’, artinya ini adalah biaya yang dipotong dari premi yang dibayarkan tiap bulan. Biasanya biaya ini naik seiring dengan penambahan usia tertanggung. Sehingga bila orang suka bertanya-tanya, mengapa nilai investasi saya kecil , tidak sesuai dengan premi yang saya bayar ? Nah jawabannya adalah karena ada biaya-biaya tersebut.
Tetapi dengan produk unit link, biasanya premi selalu flat sampai umur 99 tahun, itulah kelebihannya.
Sehingga saat umur bertambah, premi pun tidak bertambah, terutama untuk kesehatan.

Secara detailnya, benefit dari proposal ini adalah :

Image

Tabel di atas adalah tabel manfaat perawatan di rumah sakit, dengan batas per kejadian. Dari proposal ini tidak mempunyai batas tahunan.

Manfaat Biaya Kamar per hari (Maks. 60 hari) Rp 500.000, artinya manfaat kelas kamar Rp 500.000/hari, dengan maksimal 60 hari per kejadian. Jadi kalau pria itu sekarang menderita tipes selama 5 hari, berarti sisa hari tinggal 55 hari untuk tipes. Tetapi bila seminggu kemudian pria itu menderita demam berdarah, maka masih ada waktu 60 hari untuk demam berdarah. TETAPI, batasan 60 hari itu akan pulih kembali setelah 3 bulan. Jadi setelah 3 bulan untuk penyakit tipes, batasan hari itu kembali lagi ke 60 hari.

Manfaat Biaya Unit Perawatan Intensive (HCU/ICU/ICCU/PICU) per hari (Maks. 18 hari) Rp 750.000, artinya maks. biaya ICU adalah Rp 750.000/hari dengan maks. 18 hari per kejadian/penyakit, dengan ketentuan sama seperti manfaat Biaya Kamar.

Manfaat Biaya Umum Rumah Sakit Rp 16.000.000, yaitu maks. klaim untuk biaya umum Rumah sakit, seperti obat-obatan, cek lab, adalah Rp 16.000.000/kejadian.

Di sini juga ada manfaat Biaya Rawat Jalan Akibat Kecelakaan sebesar Rp 1.500.000, artinya bila pria ini mengalami kecelakaan dan ke dokter atau rumah sakit, maka pria ini bisa klaim dengan maksimal Rp 1.500.000.

Harap diperhatikan, bahwa untuk menggunakan manfaat rumah sakit, tertanggung dikenakan masa tunggu 2 bulan, artinya sejak polis diterbitkan sampai 60 hari ke depan, tertanggung belum bisa menggunakan atau klaim manfaat rumah sakit. Hal ini untuk menghindari penyalahgunaan polis.

Sekarang kita mengambil contoh periode 1 tahun :

Setelah 1 tahun, pria itu telah membayar premi sebesar = 1 x 12 bulan x Rp 650.000 = Rp 7.800.000

Di bulan ke-13, pria tersebut mengalami sakit tipes dan harus dirawat selama 5 hari di rumah sakit , maka rincian biaya yang mungkin terjadi di rumah sakit adalah :

Biaya Kamar = 5 x Rp 500.000 = Rp 2.500.000

Biaya Kunjungan Dokter = 5 x Rp 400.000 = Rp 2.000.000

Biaya Umum rumah Sakit (obat-obatan, cek darah, urine) = Rp 6.000.000

Maka total rincian biaya yang bisa diklaim ke asuransi sebesar Rp 10.500.000

Dapat dilihat bahwa dengan premi Rp 7.800.000, pria itu bisa klaim manfaat rumah sakit sebesar Rp 10.500.000.

Bila Anda menabung sendiri di rumah dengan tabungan sebesar premi Anda, apakah tabungan itu bisa membayar manfaat rumah sakit yang lebih besar dari tabungan Anda ?

Jangan pernah takut, bila dalam proposal berkata, harus membayar premi seumur hidup atau sampai umur 99 tahun, sebenarnya itu mengartikan bahwa, selama kita mampu, kita bayar premi itu, kita menabung terus sampai akhirnya kita sudah tidak mampu lagi. Lalu bagaimana kelanjutannya bila kita tidak mampu lagi ?

Bila tidak mampu secara finansial tetapi polis masih dibutuhkan, maka premi ditarik terus dari nilai polis atau investasi. Cukup sampai kapan ? Sampai nilai polis habis.

Bila tidak mampu secara finansial dan sudah tidak membutuhkan polis, lakukan penutupan polis, dan tarik nilai polis atau investasi yang tersedia. Tetapi, nilainya kecil, tidak sesuai dengan premi yang dibayar ? Ya tentu saja, karena premi yang telah kita bayar, sudah dibayar untuk perusahaan asuransi yang sudah menjaga kita. Sama seperti kita sudah membayar suster/pembantu yang sudah menjaga anak kita.

Sama seperti kita lihat, apakah saat kita menyimpan uang di bank dengan jumlah kecil, uang yang kita punya sesuai dengan jumlah uang yang kita masukkan ? Pasti sudah terpotong dengan biaya bulanan, biaya buku, dsb.

Jadi kalau ada yang berkata ‘Asuransi kesehatan itu mahal’ atau ‘Masuk asuransi itu rugi’ , Anda sudah bisa tersenyum-senyum mendengar perkataan itu, karena Anda sudah 1 langkah di depan dia dalam menilai sesuatu itu mahal atau tidak. Yang harus ditanam di dalam diri dan pikiran kita adalah bahwa diri kita jauh lebih mahal daripada premi yang dibayarkan, karena premi itu tujuannya juga untuk melindungi diri kita sendiri yang jauh lebih berharga.

Manulife – For Your Future
Bonie Corina | 08129409026 | BBM : 21C26DF3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *